Jangan Kaget Saat Liburan ke TN Komodo, Tarif Kapal Wisatanya Naik
Kenaikan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax (RON 92) turut memengaruhi biaya transportasi wisata menuju Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Mulai Rabu (10/6), harga Pertamax kategori industri resmi naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, memaksa pelaku usaha di Taman Nasional Komodo menyesuaikan tarif layanan.
Salah satunya dilakukan oleh Rusdi Baba Deon, pemilik speedboat Lembayung 01 dan Together. Ia mengumumkan penyesuaian harga yang berlaku efektif Kamis (11/6).
"Untuk speedboat Lembayung 01, harga sebelumnya Rp8,5 juta per hari untuk rute enam destinasi: TN Komodo, Bukit Padar, Pantai Panjang/Pantai Merah Muda, Taka Makassar, Manta Point, hingga Pulau Kanawa. Kini tarifnya menjadi Rp9 juta dengan rute dan fasilitas yang sama," ujar Rusdi kepada CNNIndonesia.com, Kamis,(11/6).
Ia menjelaskan besarnya kenaikan dipengaruhi kapasitas kapal dan kebutuhan bahan bakar. Kapal Lembayung 01 berkapasitas maksimal 18 orang membutuhkan sekitar 300 liter Pertamax dalam satu hari operasional.
Di sisi lain, kapal Together yang biasanya dapat memuat hingga 35 orang memerlukan konsumsi 575 liter per hari.
Selain BBM, lonjakan harga bahan pangan seperti minyak goreng, sayuran, dan buah-buahan yang disediakan untuk konsumsi wisatawan turut menjadi pertimbangan.
"Kami sebenarnya tidak ingin menaikkan harga, namun tidak ada pilihan lain. Regulasi mewajibkan kapal wisata menggunakan BBM jenis industri/Pertamax, tidak diperbolehkan memakai Pertalite bersubsidi. Jika bisa menggunakan Pertalite, dampaknya tidak akan seberat ini," tambahnya.
Tarif baru tersebut sudah termasuk makan siang, camilan, minuman, serta peralatan snorkeling, namun belum mencakup biaya antar-jemput, tiket masuk kawasan wisata, dan jasa dokumentasi.