Memperkenalkan konsep tanggung jawab sejak dini menjadi bagian penting dari proses tumbuh kembang anak. Tak cuma mengajarkan untuk menyelesaikan tugas atau kewajibannya, tanggung jawab juga memberikan pemahaman pada anak bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi.
Dengan pemahaman seperti di atas, anak bisa belajar membuat keputusan dengan lebih baik, menepati komitmen, dan mengembangkan kemandirian dalam kehidupan sehari-hari.
Anak yang terbiasa bertanggung jawab juga cenderung memiliki self-regulation yang lebih baik dan kemampuan memecahkan masalah saat menghadapi tantangan.
Tanggung jawab tak muncul secara tiba-tiba pada anak. Beberapa hal perlu dibiasakan oleh orang tua dalam kehidupan sehari-hari.
Tak perlu takut menjadi orang tua yang galak, American Academy of Pediatrics (AAP) mengatakan, memberi anak tugas rumah yang sesuai dapat membantu mereka membangun rasa tanggung jawab.
Berikut beberapa cara membesarkan anak yang bertanggung jawab, merangkum berbagai sumber.
1. Jelaskan tentang tanggung jawab
Menukil laman Cussons Kids, psikolog merekomendasikan orang tua untuk menggunakan kata 'tanggung jawab' di depan si kecil. Anak yang mendengar dan belajar mengidentifikasi kata tersebut sejak kecil akan lebih mudah menerapkannya.
Misalnya, saat orang tua memberikan tugas untuk si kecil, pastikan anak memahami bahwa itu adalah bagian dari tanggung jawab.
Selain itu, orang tua juga bisa membacakan buku cerita yang mengandung nilai-nilai tanggung jawab pada si kecil.
2. Libatkan anak pada pekerjaan rumah
Tak perlu khawatir untuk membiarkan si kecil membantu pekerjaan rumah. Anak biasanya tak bakal menganggap tugas-tugas itu sebagai beban.
Beri si kecil pekerjaan-pekerjaan sederhana di rumah seperti mengelap meja makan atau merapikan tempat tidur sendiri. Cara ini bisa mengajarkan anak tentang tanggung jawab.
3. Ajarkan anak untuk mengembalikan barang ke tempat semula
Sering kali anak membiarkan mainannya berantakan usai digunakan. Nah, orang tua bisa meminta si kecil untuk kembali mengembalikan mainan-mainannya ke tempat semula.
Jika si kecil lupa, orang tua harus mengingatkannya. Dengan begitu, anak tahu cara merawat barang-barang miliknya.
Mengutip laman Children Hospital Colorado, memelihara hewan peliharaan bisa menumbuhkan rasa tanggung jawab pada anak. Biarkan anak memilih hewan yang diinginkan.
Jika hewan peliharaan sudah ada, berikan tanggung jawab khusus pada anak. Misalnya, memberikan makan secara rutin ke hewan peliharaannya.
Simak cara membesarkan anak yang bertanggung jawab lainnya di halaman berikutnya..
5. Terapkan struktur dan rutinitas
Struktur dan rutinitas akan membuat anak merasa nyaman. Anak jadi tahu apa yang harus dilakukan dan kapan menyelesaikannya.
Rutinitas juga bisa mengajarkan anak pada tanggung jawab. Orang tua bisa menyusun jadwal rutinitas, seperti jadwal belajar, yang ditetapkan pada anak.
Anak-anak perlu belajar bahwa segala hal memiliki konsekuensi. Biarkan mereka untuk memilih sesuatu, tapi beri juga pemahaman tentang konkuensi yang akan mereka terima.
Memahami konsekuensi penting untuk mengenalkan tanggung jawab pada si kecil.
Misalnya, jika si kecil menolak belajar atau mengejarkan tugas, maka beri mereka pemahaman bahwa penolakannya bisa membawa konsekuensi.
Memuji berlebihan memang tak disarankan. Tapi, memberikan pujian sebagai bentuk apresiasi terhadap anak yang melakukan sesuatu adalah penting.
Misalnya, beri pujian dan ucapan terima kasih setelah si kecil membantu mengelap meja makan. Dengan begini, si kecil perlahan akan mengenal konsep tanggung jawab.
8. Beri kesempatan anak untuk menyelesaikan masalah sendiri
Mudah bagi seorang dewasa untuk turun tangan membantu anak menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Tapi, cara ini justru akan membuat si kecil menjadi pribadi yang manja atau selalu tergantung pada orang lain.
Menukil laman Binus University, salah satu contohnya adalah ketika si kecil menumpahkan air. Alih-alih membantu mengelap tumpahan air, orang tua bisa membiarkan si kecil yang melakukannya.
Cara seperti ini membuat anak memiliki kesempatan untuk belajar mengatasi masalah sendiri.
Orang tua perlu mengajarkan anak untuk menyiapkan keperluan sekolah sendiri. Biarkan si kecil menyiapkan seragam, buku, tas, dan tugas-tugas sendiri.
Dengan memahami tanggung jawabnya, anak akan otomatis memahami konsekuensi yang harus diterima atas hal tersebut. Misal, jika ia malas menyiapkan keperluan sekolah, maka bisa jadi ia terlambat datang ke sekolah.
10. Beri pemahaman soal uang
Tak cuma orang dewasa, anak juga perlu bertanggung jawab terhadap uang yang dipegangnya.
Misalnya, saat si kecil memasuki usia sekolah dasar, berikan ia uang jajan. Berikan pemahaman mengenai cara mengelola uang dengan baik dan benar.
Dengan demikian, anak akan mulai memahami bagaimana uang bekerja dan bertanggung jawab atas apa yang dimilikinya.
Jakarta, CNN Indonesia --
Tanggung jawab bukan cuma sebuah sikap yang perlu dimiliki orang dewasa. Anak pun perlu diperkenalkan dengan konsep tanggung jawab sejak dini.
Ada beberapa cara membesarkan anak yang bertanggung jawab, yang bisa dilakukan orang tua. Apa saja? Simak selengkapnya dalam artikel ini.
Memperkenalkan konsep tanggung jawab sejak dini menjadi bagian penting dari proses tumbuh kembang anak. Tak cuma mengajarkan untuk menyelesaikan tugas atau kewajibannya, tanggung jawab juga memberikan pemahaman pada anak bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi.
Dengan pemahaman seperti di atas, anak bisa belajar membuat keputusan dengan lebih baik, menepati komitmen, dan mengembangkan kemandirian dalam kehidupan sehari-hari.
Anak yang terbiasa bertanggung jawab juga cenderung memiliki self-regulation yang lebih baik dan kemampuan memecahkan masalah saat menghadapi tantangan.
Tanggung jawab tak muncul secara tiba-tiba pada anak. Beberapa hal perlu dibiasakan oleh orang tua dalam kehidupan sehari-hari.
Tak perlu takut menjadi orang tua yang galak, American Academy of Pediatrics (AAP) mengatakan, memberi anak tugas rumah yang sesuai dapat membantu mereka membangun rasa tanggung jawab.
Berikut beberapa cara membesarkan anak yang bertanggung jawab, merangkum berbagai sumber.
1. Jelaskan tentang tanggung jawab
Menukil laman Cussons Kids, psikolog merekomendasikan orang tua untuk menggunakan kata 'tanggung jawab' di depan si kecil. Anak yang mendengar dan belajar mengidentifikasi kata tersebut sejak kecil akan lebih mudah menerapkannya.
Misalnya, saat orang tua memberikan tugas untuk si kecil, pastikan anak memahami bahwa itu adalah bagian dari tanggung jawab.
Selain itu, orang tua juga bisa membacakan buku cerita yang mengandung nilai-nilai tanggung jawab pada si kecil.
2. Libatkan anak pada pekerjaan rumah
Tak perlu khawatir untuk membiarkan si kecil membantu pekerjaan rumah. Anak biasanya tak bakal menganggap tugas-tugas itu sebagai beban.
Beri si kecil pekerjaan-pekerjaan sederhana di rumah seperti mengelap meja makan atau merapikan tempat tidur sendiri. Cara ini bisa mengajarkan anak tentang tanggung jawab.
3. Ajarkan anak untuk mengembalikan barang ke tempat semula
Sering kali anak membiarkan mainannya berantakan usai digunakan. Nah, orang tua bisa meminta si kecil untuk kembali mengembalikan mainan-mainannya ke tempat semula.
Jika si kecil lupa, orang tua harus mengingatkannya. Dengan begitu, anak tahu cara merawat barang-barang miliknya.
Mengutip laman Children Hospital Colorado, memelihara hewan peliharaan bisa menumbuhkan rasa tanggung jawab pada anak. Biarkan anak memilih hewan yang diinginkan.
Jika hewan peliharaan sudah ada, berikan tanggung jawab khusus pada anak. Misalnya, memberikan makan secara rutin ke hewan peliharaannya.
Simak cara membesarkan anak yang bertanggung jawab lainnya di halaman berikutnya..
10 Cara Membesarkan Anak yang Bertanggung Jawab lewat Keseharian
Ilustrasi. Anak perlu diperkenalkan dengan konsep tanggung jawab sejak dini. (Istockphoto/ Fizkes)
5. Terapkan struktur dan rutinitas
Struktur dan rutinitas akan membuat anak merasa nyaman. Anak jadi tahu apa yang harus dilakukan dan kapan menyelesaikannya.
Rutinitas juga bisa mengajarkan anak pada tanggung jawab. Orang tua bisa menyusun jadwal rutinitas, seperti jadwal belajar, yang ditetapkan pada anak.
Anak-anak perlu belajar bahwa segala hal memiliki konsekuensi. Biarkan mereka untuk memilih sesuatu, tapi beri juga pemahaman tentang konkuensi yang akan mereka terima.
Memahami konsekuensi penting untuk mengenalkan tanggung jawab pada si kecil.
Misalnya, jika si kecil menolak belajar atau mengejarkan tugas, maka beri mereka pemahaman bahwa penolakannya bisa membawa konsekuensi.
Memuji berlebihan memang tak disarankan. Tapi, memberikan pujian sebagai bentuk apresiasi terhadap anak yang melakukan sesuatu adalah penting.
Misalnya, beri pujian dan ucapan terima kasih setelah si kecil membantu mengelap meja makan. Dengan begini, si kecil perlahan akan mengenal konsep tanggung jawab.
8. Beri kesempatan anak untuk menyelesaikan masalah sendiri
Mudah bagi seorang dewasa untuk turun tangan membantu anak menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Tapi, cara ini justru akan membuat si kecil menjadi pribadi yang manja atau selalu tergantung pada orang lain.
Menukil laman Binus University, salah satu contohnya adalah ketika si kecil menumpahkan air. Alih-alih membantu mengelap tumpahan air, orang tua bisa membiarkan si kecil yang melakukannya.
Cara seperti ini membuat anak memiliki kesempatan untuk belajar mengatasi masalah sendiri.
Orang tua perlu mengajarkan anak untuk menyiapkan keperluan sekolah sendiri. Biarkan si kecil menyiapkan seragam, buku, tas, dan tugas-tugas sendiri.
Dengan memahami tanggung jawabnya, anak akan otomatis memahami konsekuensi yang harus diterima atas hal tersebut. Misal, jika ia malas menyiapkan keperluan sekolah, maka bisa jadi ia terlambat datang ke sekolah.
10. Beri pemahaman soal uang
Tak cuma orang dewasa, anak juga perlu bertanggung jawab terhadap uang yang dipegangnya.
Misalnya, saat si kecil memasuki usia sekolah dasar, berikan ia uang jajan. Berikan pemahaman mengenai cara mengelola uang dengan baik dan benar.
Dengan demikian, anak akan mulai memahami bagaimana uang bekerja dan bertanggung jawab atas apa yang dimilikinya.