Mengenal Fungsi Penting Rongga Sinus untuk Kelancaran Pernapasan
Saat pilek atau alergi menyerang, hidung sering terasa tersumbat dan pernapasan menjadi kurang nyaman. Kondisi ini tidak hanya berkaitan dengan saluran hidung, tetapi juga melibatkan sinus, rongga berisi udara yang berada di sekitar wajah.
Sinus terletak di area pipi, dahi, sekitar mata, hingga bagian belakang hidung. Susunannya kerap digambarkan menyerupai bentuk kupu-kupu dan memiliki peran penting dalam menjaga fungsi pernapasan sehari-hari.
Meski tidak terlihat dari luar, sinus berkontribusi dalam menjaga kesehatan saluran napas. Memahami fungsi dan cara kerjanya dapat membantu masyarakat mengenali berbagai gangguan yang mungkin terjadi, termasuk sinusitis.
Dokter spesialis THT-KL Mayapada Hospital Surabaya, dr. Budi Sutikno, menjelaskan bahwa sinus terdiri atas beberapa bagian yang memiliki fungsi saling mendukung.
"Sinus terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu sinus maksilaris di area pipi, sinus frontal di dahi, sinus etmoid di antara mata, dan sinus sfenoid di belakang hidung," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (12/6).
Keempat rongga tersebut berperan dalam menghasilkan lendir yang membantu menjaga kelembapan saluran hidung. Lendir juga berfungsi menyaring partikel asing yang masuk bersama udara sehingga membantu melindungi tubuh dari infeksi.
Selain mendukung sistem pernapasan, sinus memiliki fungsi lain yang sering tidak disadari. Kondisi rongga sinus juga memengaruhi karakter suara yang dihasilkan seseorang.
"Selain itu, sinus juga berkontribusi dalam mengatur resonansi suara, sehingga memengaruhi kualitas suara seseorang," kata dr. Budi.
Karena berhubungan langsung dengan saluran hidung, sinus rentan mengalami gangguan ketika terjadi infeksi, alergi, atau peradangan. Salah satu gangguan yang paling sering ditemukan adalah sinusitis.
Dokter spesialis THT-KL Mayapada Hospital Surabaya, dr. Caesarisma Vidiyanti, menjelaskan bahwa sinusitis terjadi ketika saluran yang mengalirkan lendir dari sinus mengalami hambatan.
"Sinusitis terjadi ketika saluran kecil tempat mengalirnya lendir tersumbat akibat infeksi, alergi, atau faktor lain, sehingga lendir menumpuk dan menjadi tempat berkembangnya bakteri," jelas dia.
Ketika aliran lendir terganggu, gejala yang muncul sering kali menyerupai pilek biasa. Karena itu, banyak orang tidak menyadari bahwa keluhan yang dialami dapat berkaitan dengan gangguan sinus.
Gejala awal yang umum meliputi hidung tersumbat dan pilek yang berlangsung cukup lama. Pada sebagian kasus, keluhan dapat berkembang menjadi nyeri pada wajah, sakit kepala, hingga berkurangnya kemampuan penciuman.
"Sinusitis biasanya diawali dengan gejala ringan, seperti pilek dan hidung tersumbat. Namun, jika berlangsung lama atau berulang, kondisi ini perlu dicurigai sebagai gangguan sinus," imbuh dr. Caesarisma.
Menurutnya, pemeriksaan yang tepat menjadi langkah penting untuk memastikan penyebab keluhan. Salah satu metode yang digunakan adalah endoskopi hidung yang memungkinkan dokter melihat kondisi sinus secara lebih detail.
Melalui pemeriksaan tersebut, sumber peradangan dapat diidentifikasi sehingga terapi yang diberikan lebih sesuai dengan kondisi pasien. Pendekatan ini juga membantu menentukan langkah penanganan yang diperlukan sejak dini.
"Prosedur ini menggunakan sayatan kecil sehingga nyeri dan perdarahan lebih minim serta pemulihan lebih cepat," pungkas dr. Caesarisma.
(rir)