Kenapa Lampu Kabin Diredupkan Sebelum Pesawat Take Off dan Landing?
Di malam hari, biasanya lampu kabin diredupkan guna persiapan tidur penumpang. Namun hal ini juga dilakukan saat pesawat jelang lepas landas dan mendarat. Kenapa demikian?
Pernah menempuh penerbangan di malam hari? Kamu pasti familiar dengan pencahayaan kabin yang dibuat redup.
Hanya saja, hal ini ternyata juga dilakukan jelang lepas landas (take off) dan mendarat (landing) terutama di malam hari. Barangkali kamu berpikir ini membuat pengalaman terbang lebih dramatis atau guna menciptakan suasana tertentu.
Akan tetapi, meredupkan lampu kabin jelang lepas landas dan mendarat berlaku dengan alasan keselamatan.
"Ini adalah fase paling kritis dari sebuah penerbangan, dan jika ada kebutuhan untuk evakuasi, mata Anda perlu sudah menyesuaikan diri dengan kondisi pencahayaan di luar, terutama jika di luar gelap," kata Anubha Jaiswal, pramugari senior di IndiGo, mengutip dari Conde Nast Traveller.
Mata membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dari cahaya terang ke kegelapan. Dalam kondisi darurat, jeda penyesuaian bisa menimbulkan situasi berbeda. Penyesuaian bisa berlangsung beberapa detik hingga menit tergantung situasi.
Dia berkata saat lampu diredupkan, mata bakal beradaptasi lebih cepat sehingga kamu bisa melihat tanda pintu keluar darurat, jalur, dan instruksi dengan jelas.
Selain itu, meredupkan kabin terbukti bermanfaat untuk melihat hal-hal yang tidak biasa di landasan.
"Ini adalah langkah keselamatan penting untuk memastikan respons yang lebih cepat dan aman jika terjadi keadaan darurat," kata Jaiswal.
Praktik ini diwajibkan oleh FAA (Federal Aviation Administration) dan EASA (European Union Aviation Safety Agency) untuk penerbangan di malam hari.
Hanya saja, sebagian besar maskapai menerapkannya sebagai prosedur standar terlepas dari jam penerbangan. Dalam kondisi cerah sekalipun, kondisi di luar bisa berubah dengan cepat.
Tindakan kecil ini terlihat sepele tapi tujuannya jelas. Setiap detik apalagi dalam kondisi darurat adalah berharga.
(els)