Bukan Cuma Tren, Walkable City Ternyata Bisa Tingkatkan Kualitas Hidup

CNN Indonesia
Sabtu, 13 Jun 2026 17:26 WIB
ilustrasi jalan kaki
Ilustrasi. Walkable city bisa bikin mental lebih sehat. (iStockphoto/ VTT Studio)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kemacetan, polusi, dan waktu tempuh yang panjang menjadi bagian dari keseharian banyak warga kota. Tak heran jika belakangan konsep walkable city atau kota ramah pejalan kaki semakin banyak diperbincangkan sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat urban.

Konsep ini mengedepankan lingkungan yang memungkinkan warga berjalan kaki dengan nyaman untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari berbelanja, bekerja, hingga bersantai. Menariknya, manfaatnya bukan hanya soal kemudahan mobilitas, tetapi juga berkaitan erat dengan kesehatan dan kebahagiaan.

Mengutip Psychology Today, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa lingkungan yang walkable dapat mendorong masyarakat lebih aktif bergerak. Aktivitas fisik sederhana seperti berjalan kaki secara rutin diketahui mampu menurunkan risiko penyakit jantung, obesitas, diabetes, hingga gangguan kesehatan mental.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak hanya itu, penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of the American Planning Association menemukan bahwa orang yang tinggal di lingkungan dengan tingkat walkability tinggi cenderung memiliki tingkat kebahagiaan yang lebih baik dibanding mereka yang tinggal di kawasan yang sangat bergantung pada kendaraan.

Para peneliti menemukan bahwa lingkungan yang mudah dijelajahi dengan berjalan kaki membuat masyarakat lebih sering beraktivitas di luar rumah, lebih mudah mengakses fasilitas publik, serta memiliki kesempatan lebih besar untuk berinteraksi dengan orang lain.

Baik untuk kesehatan mental

Manfaat berjalan kaki juga dirasakan oleh kesehatan psikologis. Sebuah studi yang terbit di National Library of Medicine meneliti aktivitas berjalan di kawasan hijau menemukan bahwa peserta mengalami penurunan tingkat stres dan peningkatan rasa bahagia setelah berjalan kaki di lingkungan yang tenang dan dipenuhi pepohonan.

Penelitian lain menunjukkan bahwa berjalan kaki secara rutin dapat membantu menjaga fungsi kognitif, meningkatkan daya ingat, dan mengurangi risiko depresi, terutama pada kelompok usia lanjut.

Kondisi ini menunjukkan bahwa desain lingkungan ternyata memiliki pengaruh besar terhadap kesejahteraan masyarakat. Ketika seseorang merasa nyaman berjalan kaki di sekitar tempat tinggalnya, ia tidak hanya lebih aktif secara fisik, tetapi juga lebih terhubung dengan lingkungan sosial di sekitarnya.

Tak hanya itu, salah satu keunggulan kawasan yang ramah pejalan kaki adalah terciptanya ruang untuk berinteraksi secara alami. Berjalan kaki membuat seseorang lebih sering bertemu tetangga, bertegur sapa, atau menghabiskan waktu di ruang publik.

Mengutip Tomorrow City, interaksi sederhana tersebut berkontribusi terhadap meningkatnya rasa memiliki terhadap lingkungan dan kepercayaan sosial, dua faktor yang selama ini diketahui berpengaruh terhadap tingkat kebahagiaan seseorang.

Karena itu, banyak perencana kota kini mulai menempatkan kenyamanan pejalan kaki sebagai salah satu aspek penting dalam pengembangan kawasan perkotaan.

Direktur Sales & Marketing Paramount Land, Ferry John Sihombing, mengatakan konsep walkable city yang juga diterapkan pihaknya memang dirancang agar masyarakat dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan nyaman dalam satu area yang saling terhubung.

"Pertumbuhan aktivitas ekonomi yang pesat, didukung kedekatan dengan kawasan hunian, turut mendorong meningkatnya mobilitas pejalan kaki serta menciptakan lingkungan yang lebih walkable, inklusif, dan nyaman untuk beraktivitas," ujar Ferry dalam keterangannya.

Menurutnya, konsep ini sejalan dengan pengembangan kota yang memungkinkan masyarakat mengakses kebutuhan sehari-hari dengan lebih mudah sekaligus mendorong interaksi sosial.

Walkable city memang bukan sekadar soal membangun trotoar yang lebih lebar. Konsep ini merupakan upaya menciptakan lingkungan yang lebih sehat, nyaman, dan manusiawi.

Ketika masyarakat lebih banyak berjalan kaki, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga oleh komunitas dan lingkungan secara keseluruhan.

(tis/tis) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]