5 Kepribadian Orang yang Tak Suka Makanan Pedas, Benarkah?

CNN Indonesia
Kamis, 18 Jun 2026 18:30 WIB
Asian woman eating very hot and spicy noodle from a cup her mouth and tongue burning and red, unhealthy eating concept
Ilustrasi. Ternyata orang yang suka makan pedas punya kepribadian tertentu. (Getty Images/iStockphoto/Doucefleur)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Makanan pedas menjadi salah satu cita rasa yang digemari banyak orang, terutama di Indonesia. Namun, tidak semua orang mampu menikmati sensasi panas yang ditimbulkan cabai dan bumbu pedas lainnya.

Setiap orang memiliki preferensi makanan yang berbeda. Sebagian menyukai sensasi pedas yang kuat, sementara sebagian lainnya lebih nyaman menikmati makanan dengan cita rasa yang lebih ringan.

Menariknya, preferensi terhadap makanan pedas kerap dikaitkan dengan karakter dan cara seseorang merespons berbagai pengalaman. Meski tidak bisa dijadikan patokan mutlak, sejumlah penelitian dan pengamatan menunjukkan adanya hubungan antara selera makan dan kecenderungan kepribadian seseorang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantas, seperti apa kepribadian orang yang tidak suka makanan pedas? Berikut ulasannya:

1. Cenderung lebih berhati-hati

Orang yang menghindari makanan pedas umumnya tidak terlalu tertarik pada sensasi yang berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan. Mereka lebih memilih pengalaman yang terasa aman dan dapat diprediksi dibandingkan mencoba sesuatu yang berisiko membuat tubuh tidak nyaman.

Sikap ini sering kali tercermin dalam cara mereka mengambil keputusan, yakni lebih mempertimbangkan risiko sebelum bertindak.

2. Mengutamakan kenyamanan

Banyak orang yang tidak menyukai makanan pedas karena lebih fokus menikmati keseluruhan cita rasa makanan. Mereka cenderung memilih hidangan yang memberikan rasa nyaman tanpa sensasi panas berlebihan di lidah maupun lambung.

Bagi kelompok ini, pengalaman makan bukan soal tantangan, melainkan menikmati rasa secara utuh.

3. Lebih peka terhadap sensasi tubuh

Menurut Allrecipes, setiap orang memiliki tingkat sensitivitas reseptor yang berbeda terhadap capsaicin, senyawa yang menimbulkan rasa pedas pada cabai. Kondisi ini membuat sebagian orang merasakan sensasi panas yang jauh lebih kuat dibandingkan orang lain.

Akibatnya, mereka menjadi lebih selektif dalam memilih makanan karena tubuh mereka merespons rasa pedas dengan intensitas yang lebih tinggi.

4. Tidak terlalu menyukai sensasi ekstrem

Thrillist menyebut para pencinta makanan pedas kerap dikaitkan dengan karakter thrill seeker atau pencari sensasi. Sebaliknya, orang yang tidak menyukai makanan pedas cenderung lebih menyukai aktivitas yang stabil dan tidak terlalu berorientasi pada pengalaman ekstrem.

Meski demikian, hal ini bukan berarti mereka tidak berani mengambil risiko sama sekali. Preferensi tersebut lebih menggambarkan kenyamanan mereka terhadap pengalaman yang terukur.

5. Lebih selektif dalam memilih makanan

Orang yang tidak menyukai makanan pedas biasanya lebih memperhatikan kandungan dan dampak makanan yang dikonsumsi. Mereka cenderung mempertimbangkan kenyamanan tubuh setelah makan, sehingga lebih selektif dalam menentukan pilihan menu.

Selain soal rasa, faktor kesehatan juga kerap menjadi pertimbangan utama.

Faktor yang membuat seseorang tidak suka pedas

Selain kemungkinan berkaitan dengan karakter tertentu, ada sejumlah faktor lain yang dapat memengaruhi preferensi seseorang terhadap makanan pedas. Berikut penjelasannya:

1. Faktor genetik

Sebagian orang terlahir dengan jumlah atau sensitivitas reseptor capsaicin yang lebih tinggi. Kondisi ini membuat sensasi pedas terasa lebih menyakitkan sehingga makanan pedas menjadi kurang menarik untuk dikonsumsi.

2. Kurangnya paparan sejak kecil

Kebiasaan makan sejak masa kanak-kanak turut berperan dalam membentuk toleransi terhadap rasa pedas. Seseorang yang jarang mengonsumsi makanan pedas sejak kecil biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk beradaptasi dengan sensasi tersebut.

3. Kondisi kesehatan tertentu

Gangguan seperti asam lambung, gastritis, atau sindrom iritasi usus dapat membuat makanan pedas memicu ketidaknyamanan. Dalam kondisi ini, menghindari makanan pedas menjadi pilihan yang lebih bijak.

4. Pengalaman yang kurang menyenangkan

Pengalaman buruk setelah mengonsumsi makanan pedas juga dapat memengaruhi preferensi seseorang. Rasa sakit, perut tidak nyaman, atau reaksi tubuh lainnya sering kali membuat seseorang enggan mengonsumsi makanan pedas kembali.

Pada akhirnya, suka atau tidak suka makanan pedas bukanlah ukuran mutlak kepribadian seseorang. Preferensi tersebut lebih banyak dipengaruhi oleh kombinasi faktor biologis, pengalaman hidup, dan kebiasaan makan yang berbeda pada setiap individu.

(gas/tis) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]