7 Aturan Gadget untuk Anak, Orang Tua Perlu Tetapkan Batasan Jelas

CNN Indonesia
Sabtu, 27 Jun 2026 20:40 WIB
Aturan gadget untuk anak yang dapat diterapkan orang tua di rumah.
Ilustrasi. Aturan menggunakan gadget untuk anak yang dapat diterapkan orang tua di rumah. (Getty Images/AzmanJaka)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Aturan gadget untuk anak menjadi salah satu hal yang semakin penting diperhatikan di tengah pesatnya penggunaan gawai. Kehadiran perangkat ini memang menawarkan banyak manfaat, mulai dari sarana belajar hingga hiburan.

Namun, tanpa pengawasan yang tepat, penggunaan gadget berlebihan dapat berdampak pada kesehatan fisik, perkembangan sosial, hingga kualitas tidur anak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena itu, para ahli kesehatan anak menyarankan adanya aturan gadget untuk anak yang disesuaikan dengan usia dan tahap tumbuh kembang mereka.

Saat ini, anak-anak semakin akrab dengan layar sejak usia dini. Tidak sedikit orang tua yang memberikan ponsel atau tablet untuk menenangkan anak ketika rewel atau mengisi waktu luang.

Padahal, penggunaan gadget yang tidak terkontrol berisiko membuat anak kurang aktif bergerak, sulit berkonsentrasi, hingga mengalami gangguan pola tidur.

Oleh sebab itu, pembatasan waktu layar atau screen time menjadi salah satu langkah yang banyak direkomendasikan oleh berbagai organisasi kesehatan dunia.

Namun, aturan penggunaan gadget tidak hanya soal durasi, melainkan juga mencakup kualitas konten, pendampingan orang tua, serta keseimbangan dengan aktivitas lainnya.

Berikut beberapa aturan penting yang perlu diterapkan di rumah.

1. Bayi usia 0-18 bulan tidak disarankan menggunakan gadget

Dikutip dari laman American Optometric Association (AOA), para ahli kesehatan anak menyarankan agar bayi di bawah usia 18 bulan tidak terpapar gadget sama sekali.

Pada masa ini, perkembangan otak berlangsung sangat cepat sehingga bayi lebih membutuhkan interaksi langsung melalui sentuhan, permainan, komunikasi, dan eksplorasi lingkungan sekitar.

Pengecualian biasanya hanya diberikan untuk panggilan video dengan anggota keluarga yang berada jauh.


2. Anak usia 18-24 bulan harus didampingi orang tua

Ketika anak mulai diperkenalkan pada layar digital, pendampingan orang tua menjadi syarat utama.

Konten yang ditampilkan harus bersifat edukatif dan sesuai usia. Orang tua juga perlu menjelaskan apa yang ditonton anak agar pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses belajar, bukan sekadar hiburan pasif.


3. Anak usia 2-5 tahun maksimal satu jam per hari

Pada usia prasekolah, anak mulai memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap berbagai hal. Meski demikian, penggunaan gadget tetap perlu dibatasi maksimal satu jam per hari.

Konten yang dipilih sebaiknya mendukung perkembangan kreativitas, bahasa, dan kemampuan berpikir anak. Pembatasan ini juga membantu anak memiliki lebih banyak waktu untuk bermain aktif dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar.


4. Anak usia 6 tahun ke atas maksimal dua jam per hari

Memasuki usia sekolah, kebutuhan anak terhadap teknologi memang meningkat. Namun, para ahli tetap menyarankan penggunaan gadget maksimal dua jam per hari di luar kebutuhan belajar atau tugas sekolah.

Pembatasan ini penting untuk menjaga keseimbangan antara aktivitas digital dan aktivitas fisik.

5. Terapkan area bebas gadget di rumah

Salah satu cara efektif mengontrol penggunaan gadget adalah menciptakan zona bebas layar. Misalnya, tidak menggunakan gadget saat makan bersama keluarga, waktu belajar, maupun satu jam sebelum tidur.

Kebiasaan ini membantu menjaga kualitas interaksi keluarga sekaligus meningkatkan kualitas tidur anak.


6. Pilih konten yang berkualitas

Tidak semua konten digital cocok untuk anak. Orang tua perlu melakukan seleksi terhadap aplikasi, permainan, maupun video yang diakses anak.

Manfaatkan fitur parental control untuk membatasi konten yang tidak sesuai usia dan memastikan anak mengakses materi yang aman.

7. Sediakan aktivitas alternatif

Anak cenderung lebih mudah lepas dari gadget jika memiliki aktivitas lain yang menyenangkan.

Beberapa kegiatan yang dapat menjadi alternatif antara lain membaca buku, menggambar, bermain di luar rumah, bersepeda, berolahraga, atau melakukan permainan kreatif bersama keluarga.

Aturan gadget untuk anak bukan bertujuan menjauhkan anak dari teknologi, melainkan membantu mereka menggunakan teknologi secara sehat dan seimbang.

Jika menerapkan aturan gadget untuk anak secara konsisten, orang tua dapat mendukung tumbuh kembang anak sekaligus mengurangi berbagai risiko yang muncul akibat penggunaan gadget yang berlebihan.

(asp/fef) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]