Daftar Kota di Dunia yang Membatasi Kunjungan Turis dan Aturannya
Pariwisata menjadi salah satu sektor yang didorong oleh banyak negara untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Namun, meningkatnya jumlah wisatawan ternyata dapat memunculkan masalah baru yakni overtourism atau jumlah wisatawan yang berlebih.
Fenomena ini lantas membuat beberapa negara membatasi kunjungan wisatawan mancanegara. Berikut daftar kota di dunia yang membatasi turis sebagai upaya untuk mengatasi overtourism.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Overtourism tidak hanya menyebabkan kepadatan di destinasi wisata populer, tetapi juga berdampak pada lingkungan, infrastruktur, hingga terganggunya kehidupan masyarakat lokal.
Akibatnya, sejumlah pemerintah daerah mulai mengambil langkah untuk mengendalikan arus kunjungan wisatawan.
Berbagai kebijakan pun diterapkan, mulai dari pajak turis, pembatasan jumlah pengunjung, hingga aturan khusus yang wajib dipatuhi wisatawan.
Dikutip dari Forbes, berikut daftar kota di dunia yang membatasi turis beserta aturannya yang harus dipatuhi.
1. Amsterdam, Belanda
Amsterdam mengambil langkah tegas untuk mengurangi dampak pariwisata massal. Pemerintah kota berencana membatasi jumlah kapal pesiar sungai, menghentikan pembangunan hotel baru, serta mengurangi jumlah wisatawan tahunan.
Selain itu, kampanye khusus juga ditujukan kepada wisatawan yang berpotensi melakukan perilaku mengganggu ketertiban umum.
2. Barcelona, Spanyol
Barcelona menjadi salah satu kota yang paling terdampak overtourism. Pemerintah setempat menaikkan pajak wisata bagi tamu hotel berbintang serta mengurangi jumlah kapal pesiar yang dapat bersandar.
Beberapa akses transportasi menuju objek wisata populer juga dibatasi untuk mengurangi kepadatan.
3. Seoul, Korea Selatan
Bukchon Hanok Village di Seoul menerapkan batasan jam kunjung untuk wisatawan. (Foto: istockphoto/TwilightShow) |
Kawasan Bukchon Hanok Village di Seoul akan menerapkan jam kunjung terbatas. Wisatawan tidak diperbolehkan mengakses area tersebut pada jam-jam tertentu untuk menjaga kenyamanan warga yang tinggal di lingkungan bersejarah tersebut.
4. Venesia, Italia
Venesia memperkenalkan pajak kunjungan harian bagi wisatawan yang datang tanpa menginap. Kebijakan ini bertujuan mengurangi lonjakan wisatawan harian yang sering menyebabkan kepadatan ekstrem di pusat kota.
5. Kyoto, Jepang
Pemerintah Kyoto meningkatkan pajak penginapan secara signifikan sebagai upaya mengendalikan jumlah wisatawan. Pendapatan dari pajak tersebut digunakan untuk menjaga warisan budaya dan meningkatkan kualitas fasilitas umum.
6. Athena, Yunani
Athena memberlakukan sistem kuota dan reservasi waktu kunjungan untuk kawasan Acropolis. Jumlah pengunjung harian dibatasi agar situs bersejarah tersebut tetap terjaga dan tidak mengalami kerusakan akibat tingginya aktivitas wisata.
7. Dubrovnik, Kroasia
Kota tua Dubrovnik menerapkan berbagai aturan perilaku bagi wisatawan. Pengunjung dapat dikenakan denda jika mengenakan pakaian renang di area tertentu, makan di dekat monumen bersejarah, atau melakukan aktivitas yang dianggap mengganggu ketertiban.
8. Portofino, Italia
Portofino dikenal dengan kebijakan uniknya. Wisatawan yang berhenti terlalu lama untuk berfoto atau berswafoto di titik tertentu dapat dikenakan denda. Aturan ini dibuat untuk mencegah kemacetan pejalan kaki di area yang sangat populer.
9. Malaga, Spanyol
Mulai tahun 2025, Malaga melarang pendaftaran baru untuk properti sewa jangka pendek di puluhan kawasan permukiman. Kebijakan tersebut diterapkan guna mengatasi krisis perumahan yang dipicu oleh meningkatnya jumlah akomodasi wisata.
10. Santorini, Yunani
Santorini menjadi salah satu destinasi yang mulai membatasi dampak wisata kapal pesiar. Pemerintah Yunani juga menerapkan pungutan khusus bagi penumpang kapal pesiar yang datang pada musim ramai guna mengendalikan jumlah pengunjung.
Demikian daftar kota di dunia yang membatasi turis. Sebagai wisatawan, memahami aturan yang berlaku di setiap destinasi merupakan bentuk tanggung jawab dalam menjaga keberlanjutan pariwisata.
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]

