Orang Korea Jarang Ada yang Bau Badan, Ternyata Ini Alasannya

CNN Indonesia
Sabtu, 20 Jun 2026 08:25 WIB
Sebagian besar orang Korea tak menguarkan bau badan yang mengganggu. Bukan soal kebersihan, ternyata ada kaitannya dengan mutasi genetik.
Ilustrasi. Sebagian besar orang Korea tak menguarkan bau badan yang mengganggu. Bukan soal kebersihan, ternyata ada kaitannya dengan mutasi genetik. (iStockphoto/Viacheslav Peretiatko)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Saat cuaca panas, banyak orang merasa perlu memakai deodoran lebih sering agar tetap percaya diri. Namun sepertinya hal yang sama tak begitu berlaku bagi orang Korea dan sebagian besar penduduk Asia Timur.

Obrolan tentang jarang ditemukan orang Korea yang bau badan, ternyata bukan anggapan umum belaka, melainkan ada kaitannya dengan faktor genetik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akibat mutasi gen ABCC11

Sejumlah penelitian menunjukkan, 80 hingga 95 persen orang Asia Timur memiliki gangguan pada gen ABCC11, yang berkaitan dengan produksi bau badan. Artinya, tubuh mereka tidak melepaskan aroma asam yang sama seperti kebanyakan populasi lain saat berkeringat dalam cuaca panas.

Mengutip The Korean Times, sebuah penelitian dari University of Bristol bahkan menyebut hanya 0,006 persen populasi Korea yang memiliki gen ABCC11 dalam bentuk normal, dan angka ini disebut sebagai salah satu yang terendah di dunia.

"Gen ABCC11 pada dasarnya merupakan satu-satunya penentu apakah Anda menghasilkan bau ketiak atau tidak," kata Ian Day, epidemiolog genetika dari University of Bristol.

Ia juga menjelaskan, hanya sekitar 2 persen orang Eropa yang tidak memiliki gen bau ini, sedangkan sebagian besar Asia Timur dan hampir semua orang Korea tidak memilikinya.

Bagaimana mutasi gen ABCC11 memengaruhi bau badan?

Dokter kulit yang berbasis di Oregon, Amerika Serikat, Madalyn Nguyen menjelaskan, bau badan terutama berasal dari kelenjar keringat apokrin yang berada di ketiak dan area selangkangan.

Pada orang tanpa mutasi ABCC11, protein di kelenjar ini membantu memindahkan lipid atau lemak ke dalam keringat.

Bakteri di permukaan kulit kemudian memecah lipid tersebut hingga menimbulkan aroma khas. Namun, pada orang dengan mutasi ABCC11, protein itu tidak bekerja dengan cara yang sama.

"Transporter itu tidak berfungsi. Dan kami tidak memiliki lipid yang sama yang masuk ke dalam kotoran telinga dan keringat," ucap Nguyen, seperti dilansir NBC News.

Ia menambahkan, mutasi gen ini juga membuat kotoran telinga jadi lebih kering dan tidak lengket. Jadi, makin sedikit lipid yang keluar, makin kecil pula kemungkinan munculnya bau badan.

Hingga kini, belum ada penjelasan pasti mengapa mutasi ini sangat umum terjadi di Asia Timur, terutama pada orang Korea yang memiliki prevalensi mutasi paling tinggi. Namun Nguyen mengatakan, faktor geografis bisa memengaruhi.

Ia memberi contoh bahwa manusia di wilayah dingin cenderung memiliki kulit lebih terang, sedangkan mereka yang tinggal dekat khatulistiwa memiliki lebih banyak melanin untuk melindungi kulit. Hal yang sama mungkin berpengaruh juga pada bau badan.

Bukan berarti tak perlu mandi

Meski mutasi ABCC11 bisa membuat bau badan lebih minim, Nguyen menegaskan bahwa hal itu bukan alasan untuk melewatkan mandi.

"Karena mereka masih mengeluarkan zat dari kelenjar apokrin. Kelenjar keringat ini sebagian diaktifkan oleh senyawa yang disebut katekolamin, yang dikeluarkan pada saat stres," kata Nguyen.

Dari sudut pandang dermatologi, bau badan bukanlah hal yang tak sehat. Namun bagi orang yang tetap ingin mengurangi aroma ketiak, Nguyen menyarankan penggunaan sabun berbahan benzoil peroksida di ketiak.

Ia justru tak merekomendasikan deodoran karena tak banyak membantu selain menambahkan aroma parfum pada tubuh saja.

"Kuncinya adalah membiarkannya selama satu atau dua menit sebelum membilasnya. Dan itu akan mengurangi bakteri permukaan yang memecah lipid dalam keringat Anda," ucap Nguyen.

Tips lain dari Nguyen, yakni mengoleskan antiperspiran pada ketiak yang kering di malam hari juga dapat membantu. Soalnya, antiperspiran bisa menyerap ke kelenjar keringat.

Jadi, alasan mengapa banyak orang Korea jarang mengalami bau badan ternyata memang berhubungan erat dengan faktor genetik, khususnya mutasi ABCC11.

Bagi kita yang tidak memiliki mutasi gen tersebut, tetap harus menjaga kebersihan tubuh dan mengikuti saran yang diberikan Nguyen di atas.

(rti) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]