Ini Street Food Asia Tenggara 'Terburuk' Versi TasteAtlas, Ada dari RI
TasteAtlas baru-baru ini merilis daftar 96 kuliner jalanan (street food) Asia Tenggara dengan penilaian terendah berdasarkan ulasan pengguna yang dihimpun hingga 16 Juni 2026.
Daftar tersebut disusun dari lebih dari 12.577 penilaian yang masuk, dengan sekitar 8.982 ulasan dinilai valid oleh sistem TasteAtlas.
Menariknya, sejumlah makanan yang masuk daftar bukanlah hidangan yang dianggap 'buruk' atau tidak populer di negara asalnya. Sebaliknya, beberapa di antaranya justru merupakan kuliner tradisional yang disukai warga lokal, tetapi dinilai cukup menantang bagi lidah sebagian orang karena bahan, aroma, atau cara penyajian yang tidak biasa.
Selain itu, beberapa jajanan ekstrem bahkan turut bertengger di peringkat awal daftar tersebut, mulai dari kepompong ulat sutra goreng khas Thailand, laba-laba goreng dari Kamboja, hingga balut dari Filipina.
Berikut daftar makanan yang dianggap terburuk versi TasteAtlas.
1. Hon Mhai (Thailand)
Hon mhai merupakan jajanan jalanan Thailand yang dibuat dari kepompong ulat sutra yang digoreng hingga renyah. Setelah matang, camilan ini biasanya dibumbui garam, lada, atau racikan saus khas pedagang.
Meski terdengar ekstrem bagi sebagian orang, makanan ini dikenal kaya protein dan dipercaya memiliki sejumlah manfaat kesehatan.
2. A-Ping (Kamboja)
A-ping adalah laba-laba goreng yang berasal dari Kota Skuon, Kamboja, yang dijuluki "Spider Town". Umumnya menggunakan tarantula yang dibalut tepung lalu digoreng hingga garing.
Hidangan ini kerap disajikan bersama nasi, mi, atau rempah segar sebagai pelengkap.
3. Balut (Filipina)
Balut merupakan salah satu kuliner paling terkenal sekaligus kontroversial dari Filipina. Hidangan ini berupa telur bebek yang telah dibuahi dan dierami, kemudian direbus hingga matang.
Balut biasanya disantap langsung dari cangkangnya dan sering dibumbui dengan cuka, cabai, garam, atau perasan jeruk.
4. Hoy Tod (Thailand)
Hoy tod adalah omelet renyah khas Thailand yang berisi tiram, kerang, atau kombinasi keduanya. Adonan telur dan seafood digoreng hingga garing lalu disajikan bersama tauge dan aneka saus pendamping seperti saus cabai atau saus ikan.
5. Buntil (Indonesia)
Buntil merupakan hidangan tradisional Jawa Tengah yang terbuat dari parutan kelapa berbumbu yang dicampur ikan teri atau udang kering, kemudian dibungkus daun singkong, pepaya, atau talas.
Bungkusan tersebut dimasak perlahan dalam kuah santan berbumbu hingga menghasilkan cita rasa gurih yang meresap.
6. Khao Khluk Kapi (Thailand)
Khao khluk kapi adalah nasi goreng pasta udang khas Thailand yang disajikan bersama aneka pelengkap seperti udang kering, irisan daging manis, mangga muda, bawang merah, telur, dan mentimun.
Perpaduan rasa gurih, manis, asam, dan segar menjadi ciri khas hidangan ini.
7. Kupat Tahu (Indonesia)
Kupat tahu terdiri dari ketupat dan tahu goreng yang disiram saus kacang. Hidangan khas Jawa Barat dan Jawa Tengah ini biasanya dilengkapi tauge, bawang goreng, serta kerupuk yang memberikan kombinasi tekstur gurih dan renyah.
Berikut daftar selengkapnya street food terburuk versi TasteAtlas.
- Hon Mhai (Thailand) - skor 2
- A-Ping (Kamboja) - skor 2,2
- Balut (Filipina) - skor 2,6
- Hoy Tod (Thailand) - skor 2,9
- Buntil (Indonesia) - skor 2,9
- Khao Khluk Kapi (Thailand) - skor 3
- Kupat Tahu (Indonesia) - skor 3
- Rujak Petis (Indonesia) - skor 3
- Bánh Tiêu (Vietnam) - skor 3
- Rendang Nangka (Indonesia) - skor 3
- Tahu Campur (Indonesia) - skor 3
- Nasi Kucing (Indonesia) - skor 3,1
- Yen Ta Fo (Thailand) - skor 3,1
- Luk Chin Ping (Thailand) - skor 3,1
- Arem-arem (Indonesia) - skor 3,1
- Nam Khao (Laos) - skor 3,1
- Mohinga (Myanmar) - skor 3,2
- Bubur Kacang Hijau (Indonesia) - skor 3,2
- Bánh căn (Vietnam) - skor 3,2
- Way Chap (Singapura) - skor 3,3
- Fish Soup bee hon (Singapura) - skor 3,2
- Lard Na (Laos) - skor 3,2
- Roti John (Singapura) - skor 3,2
- Tokneneng (Filipina) - skor 3,3
- Bánh ướt (Vietnam) - skor 3,3
- Cilok (Indonesia) - skor 3,3
- Pla Muek Yang (Thailand) - skor 3,3
- Chim Chum (Thailand) - skor 3,3
- Krengsengan (Indonesia) - skor 3,3
- Kerak Telor (Indonesia) - skor 3,3