Warga Bandung Asyik Saling Bertukar Barang di Bersaling Silang

CNN Indonesia
Sabtu, 27 Jun 2026 17:30 WIB
Warga Bandung saling bertukar barang dalam gelaran Bersaling Silang yang diinisiasi komunitas Lyfe with Less di Cihampelas Walk, Bandung, Sabtu (27/6). (CNN Indonesia/Cesar)
Jakarta, CNN Indonesia --

Warga Bandung asyik saling bertukar barang di Cihampelas Walk (Ciwalk), Bandung, Sabtu (27/6). Mereka bertukar baju, sepatu, dan masih banyak barang lainnya.

Aksi saling tukar barang ini berlangsung dalam kegiatan Bersaling Silang yang diinisiasi oleh komunitas Lyfe with Less. Kegiatan ini jadi wadah bagi masyarakat untuk saling bertukar barang bekas layak pakai sekaligus memperkenalkan konsep konsumsi sirkular sebagai alternatif dari budaya konsumtif.

Founder Komunitas Lyfe with Less, Cyntia S. Lestari mengatakan, Bersaling Silang merupakan kegiatan bertukar barang bekas layak pakai antarpengunjung agar masa pakai barang dapat diperpanjang.

"Kita memperkenalkan konsep konsumsi yang sirkular, di mana barang yang sudah tidak digunakan satu orang bisa digunakan orang lain supaya manfaat pakainya lebih panjang," ujarnya.

Menurut Cyntia, konsep tersebut bertujuan agar barang yang masih layak tidak langsung berakhir menjadi sampah atau hanya menumpuk di rumah.

"Jadi dia tidak langsung cepat ada di TPA, tidak langsung cepat jadi tumpukan barang di rumah yang enggak bermanfaat. Kali aja bisa dimanfaatkan sama orang saat itu juga," katanya.

Dalam kegiatan ini, panitia menerima berbagai jenis barang, mulai dari pakaian, tas, sepatu, kebutuhan ibu dan anak, buku, produk kecantikan hingga elektronik berukuran kecil.

"Barang-barang itu yang banyak dimiliki orang tapi tidak dimanfaatkan secara maksimal," jelasnya.

Terjebak budaya konsumtif

Cyntia menilai, masyarakat urban saat ini mulai terjebak dalam fenomena yang disebutnya sebagai obesistuff, yakni kondisi kelebihan kepemilikan barang akibat kemudahan berbelanja.

"Kalau obesitas, kan, kelebihan berat badan. Kalau obesistuff itu kelebihan barang-barang. Sekarang orang begitu mudah berkonsumsi, pesan sekarang sejam kemudian barang bisa sampai. Karena kemudahan itu, banyak orang akhirnya menumpuk barang dan menjadi fast consumer," tuturnya.

Menurutnya, kebiasaan tersebut membuat masyarakat semakin konsumtif dan kurang menghargai nilai sebuah barang.

Warga Bandung saling bertukar barang dalam kegiatan Bersaling Silang di Cihampelas Walk, Bandung, Sabtu (27/6). (CNN Indonesia/Cesar)

Melalui Bersaling Silang, pihaknya ingin mengajak masyarakat melihat bahwa konsumsi tidak selalu identik dengan membeli barang baru.

"Konsumsi itu bukan cuma semata jual dan beli, tapi bisa juga dengan swapping atau bertukar. Jadi kita lebih menghidupkan sosial," katanya.

Dalam pelaksanaannya, setiap pengunjung diperbolehkan membawa maksimal lima barang. Barang kemudian dikurasi, dan setiap barang yang lolos akan ditukar dengan satu token berupa tutup botol bekas. Token tersebut dapat digunakan untuk mengambil barang lain sesuai jumlah token yang dimiliki.

Cyntia menegaskan, tujuan utama Bersaling Silang bukan sekadar mengurangi sampah, tetapi memperpanjang usia manfaat barang.

"Goals-nya sebenarnya bukan itu [mengurangi sampah], lebih ke memperpanjang usia manfaat pakai. Biar orang punya sudut pandang yang berbeda terhadap kepemilikan barang. Siklusnya bukan beli, pakai, bosan, buang. Kita memecah siklus itu," ujarnya.

Bersaling Silang telah digelar di delapan kota, yakni Jakarta, Bekasi, Bogor, Tangerang, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Bali. Sementara di Bandung, kegiatan ini menjadi penyelenggaraan yang keempat.

Ke depan, Komunitas Lyfe With Less berencana kembali menggelar Bersaling Silang di Bogor, Yogyakarta, Jakarta, dan Surabaya dalam beberapa bulan mendatang.

(csr/asr)


Saksikan Video di Bawah Ini:

Gen Z: Mending Lari daripada Party

KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK