15 Museum Hidden Gem di Jakarta, Sepi tapi Sarat Cerita

CNN Indonesia
Kamis, 02 Jul 2026 09:00 WIB
Jakarta menyimpan banyak museum underrated yang menawarkan pengalaman wisata edukatif, unik, dan penuh sejarah.
Museum di Jakarta yang terbilang jarang dilirik pengunjung. (CNN Indonesia/Adi Maulana Ibrahim)

9. Museum Hakka Indonesia

Di tengah ramainya kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), terdapat sebuah museum yang masih jarang diketahui wisatawan, yakni Museum Hakka Indonesia.

Museum ini memperkenalkan sejarah panjang masyarakat Hakka yang telah menjadi bagian dari perjalanan bangsa Indonesia selama ratusan tahun. Berbagai koleksi yang dipamerkan meliputi perlengkapan rumah tangga, alat meracik obat herbal, pakaian tradisional, foto-foto sejarah, hingga dokumentasi perjalanan masyarakat Hakka dari Tiongkok menuju Nusantara.

Melalui berbagai koleksi tersebut, pengunjung dapat memahami bagaimana komunitas Hakka berkontribusi dalam perkembangan ekonomi, budaya, hingga kehidupan sosial di Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Museum ini juga menjadi salah satu destinasi menarik untuk mengenalkan keberagaman budaya Indonesia kepada anak-anak. Beralamat di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jl. Raya Taman Mini, Ceger, Cipayung, Jakarta Timur.


10. Museum Wayang

Berada tak jauh dari Museum Fatahillah, Museum Wayang sering kali luput dari perhatian wisatawan. Padahal, museum ini menyimpan salah satu koleksi wayang terlengkap di Indonesia.

Sekitar 4.000 koleksi wayang dipamerkan di sini, mulai dari wayang kulit, wayang golek, wayang beber, hingga wayang dari berbagai negara seperti Malaysia, Thailand, China, dan Suriname.

Tak hanya mengenalkan jenis-jenis wayang, museum ini juga menjelaskan sejarah perkembangan seni pedalangan di Indonesia beserta tokoh-tokoh pewayangan yang telah menjadi bagian dari budaya Nusantara selama berabad-abad.

Jika datang pada hari Minggu pagi, pengunjung juga dapat menyaksikan pertunjukan wayang yang dibawakan dalang secara langsung. Pengalaman ini membuat kunjungan ke museum terasa lebih hidup dibanding sekadar melihat koleksi di balik etalase.

Suasana pengunjung menyaksikan koleksi Museum Wayang. Jakarta, Sabtu, 1 Februari 2025. Museum Wayang kini memiliki wajah baru dengan tata pamer modern serta pengalaman imersif yang menggabungkan koleksi museum, elemen interaktif dan teknologi. CNN Indonesia/Adhi WicaksonoSuasana pengunjung menyaksikan koleksi Museum Wayang. Jakarta, Sabtu, 1 Februari 2025. Museum Wayang kini memiliki wajah baru dengan tata pamer modern serta pengalaman imersif yang menggabungkan koleksi museum, elemen interaktif dan teknologi. CNN Indonesia/Adhi Wicaksono Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono

11. Museum Bahari

Jakarta tak bisa dipisahkan dari sejarah maritimnya. Sebagai kota pelabuhan yang berkembang sejak masa kerajaan hingga kolonial, banyak kisah pelayaran Nusantara yang tersimpan di Museum Bahari.

Museum yang berada di kawasan Sunda Kelapa ini menempati bekas gudang rempah milik VOC yang dibangun pada abad ke-17. Dari luar, bangunannya masih mempertahankan arsitektur kolonial yang khas, sementara di dalamnya pengunjung akan menemukan berbagai koleksi yang berkaitan dengan dunia pelayaran dan kelautan Indonesia.

Mulai dari perahu tradisional dari berbagai daerah, miniatur kapal, alat navigasi, peta pelayaran kuno, hingga koleksi rempah-rempah yang dahulu menjadi komoditas paling diburu bangsa Eropa tersimpan rapi di museum ini.

Selain mengenalkan sejarah maritim Indonesia, Museum Bahari juga memperlihatkan bagaimana laut menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Nusantara sejak ratusan tahun silam. Berada di Jl. Pasar Ikan No.1, Penjaringan, Jakarta Utara.


Beautiful cityscape of the Maritime Museum (Museum Bahari) in the old Sunda Kelapa harbor area in Jakarta, Indonesia, on August 2, 2015Museum Bahari, Jakarta. (Foto: Istock/dennisvdw)

12. Museum Kehutanan Ir. Djamaludin Suryohadikusumo

Bagi pencinta alam, Museum Kehutanan Ir. Djamaludin Suryohadikusumo menawarkan pengalaman yang berbeda dibanding museum lainnya di Jakarta.

Museum ini menjadi pusat edukasi mengenai kekayaan hutan Indonesia sekaligus pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Berbagai koleksi kayu dari berbagai daerah, tumbuhan, satwa, hingga dokumentasi sejarah kehutanan Indonesia dipamerkan secara informatif.

Salah satu koleksi favorit pengunjung adalah diorama hutan mini yang dibuat menyerupai kondisi hutan asli lengkap dengan informasi mengenai flora, fauna, dan keanekaragaman hayati Indonesia. Museum ini menjadi destinasi yang cocok dikunjungi bersama anak-anak karena menyajikan edukasi lingkungan dengan cara yang mudah dipahami.

Museum ini ada di Kompleks Manggala Wanabakti, Jl. Gatot Subroto, Tanah Abang, Jakarta Pusat.


13. Museum Taman Prasasti

Sekilas, Museum Taman Prasasti mungkin terlihat seperti kompleks pemakaman tua. Namun, justru itulah yang membuat museum ini menjadi salah satu destinasi paling unik di Jakarta.

Dulunya, kawasan ini merupakan pemakaman umum Kebon Jahe Kober pada masa kolonial Belanda. Pada 1977, kawasan tersebut diresmikan menjadi museum cagar budaya yang menyimpan berbagai peninggalan bersejarah.

Di dalamnya terdapat ratusan nisan kuno dengan ukiran artistik, patung-patung bergaya Eropa, kereta jenazah antik, hingga miniatur makam dari berbagai provinsi di Indonesia. Suasana yang tenang membuat museum ini sering menjadi lokasi favorit bagi pencinta fotografi maupun penikmat sejarah.

Museum ini juga menjadi tempat peristirahatan terakhir sejumlah tokoh penting, salah satunya aktivis Soe Hok Gie.

Di Museum Taman Prasasti, Jakarta Pusat, sedang digelar Pameran Jejak Memori bertajuk Di Museum Taman Prasasti, Jakarta Pusat, sedang digelar Pameran Jejak Memori bertajuk "Hikayat Tarekat Mason Bebas di Indonesia", Sabtu (4/11/2023). (CNNIndonesia/Adi Ibrahim) Foto: (CNNIndonesia/Adi Ibrahim)

14. Museum di Tengah Kebun

Di balik padatnya kawasan Kemang, tersembunyi sebuah museum privat yang menawarkan pengalaman berbeda.

Museum di Tengah Kebun benar-benar berada di tengah area hijau yang rindang sehingga suasananya jauh dari hiruk pikuk ibu kota. Museum ini menyimpan lebih dari 2.400 artefak dari Indonesia maupun berbagai negara yang dipamerkan di 15 ruang berbeda.

Setiap ruangan memiliki tema tersendiri, mulai dari koleksi keramik, patung, perhiasan, hingga benda-benda antik yang dikumpulkan selama puluhan tahun oleh pendirinya.

Menariknya, pengunjung tidak diperbolehkan mengambil foto di dalam ruang pamer agar bisa menikmati setiap koleksi dengan lebih khusyuk. Sebagai gantinya, area taman yang dipenuhi pepohonan dan gazebo menjadi spot favorit untuk berfoto.

Karena merupakan museum privat, jumlah pengunjung dibatasi sehingga reservasi wajib dilakukan setidaknya dua hari sebelum kedatangan. Museum ini berada di Jl. Kemang Timur No.66, Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.


15. Museum Art:1 New Museum (eks Art Mon Décor)

Jika museum identik dengan benda-benda kuno, Art:1 New Museum menawarkan pengalaman yang berbeda. Museum seni kontemporer ini tampil modern layaknya galeri seni internasional dan menjadi salah satu hidden gem bagi pencinta seni rupa di Jakarta.

Sebelumnya dikenal sebagai Museum Art Mon Décor, museum ini pernah mendapat penghargaan sebagai museum dengan sarana dan fasilitas terbaik bagi pengunjung. Koleksinya menampilkan karya para maestro seni Indonesia seperti Affandi, Srihadi Soedarsono, Sunaryo, hingga seniman-seniman kontemporer lainnya.

Keistimewaan museum ini terletak pada pamerannya yang rutin berganti. Karena itu, setiap kunjungan dapat menghadirkan pengalaman baru. Ruang-ruang pamer yang luas dengan pencahayaan yang tertata membuat pengunjung bisa menikmati setiap karya secara maksimal.

Bagi Anda yang ingin menikmati sisi lain Jakarta melalui seni kontemporer, museum ini layak masuk dalam daftar kunjungan. Museum ini berada di Jl. Rajawali Selatan Raya No.3, Gunung Sahari Utara, Sawah Besar, Jakarta Pusat.


(tis/tis) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]

HALAMAN:
1 2