Kenapa Anak Mulai Berbohong? Ortu Perlu Kenali Penyebabnya

CNN Indonesia
Selasa, 30 Jun 2026 17:00 WIB
Ilustrasi. Orang tua perlu memahami kenapa anak mulai berbohong agar tidak terburu-buru memberikan label negatif kepada anak. (iStockphoto/SB Arts Media)
Jakarta, CNN Indonesia --

Banyak orang tua merasa bingung ketika anak mulai menyembunyikan sesuatu atau memberikan alasan yang tidak sesuai kenyataan.

Padahal, sebelumnya mereka dikenal sebagai anak yang terbuka dan jujur. Lantas, kenapa anak mulai berbohong? Simak penjelasannya.

Situasi ini sering kali memunculkan kekhawatiran bahwa anak sedang membentuk kebiasaan buruk yang akan terbawa hingga dewasa. Namun, tidak semua kebohongan dilakukan karena niat untuk menipu atau berbuat salah.

Dalam banyak kasus, perilaku ini justru merupakan bagian dari proses perkembangan anak. Oleh karena itu, orang tua perlu memahami kenapa anak mulai berbohong agar tidak terburu-buru memberikan label negatif kepada anak.


Penyebab anak mulai berbohong

Dikutip dari Child Mind Institute, berikut penyebab paling umum anak mulai berbohong yang perlu diketahui orang tua.

1. Ingin mencoba perilaku baru

s diets" title="ilustrasi makanan anak tidak sehat" />Ilustrasi. Penyebab anak mulai berbohong. (Foto: iStockphoto/MachineHeadz)

Anak sering kali mencoba berbagai perilaku baru sebagai bagian dari proses belajar, termasuk berbohong. Mereka penasaran dengan apa yang akan terjadi jika mengatakan sesuatu yang tidak benar.

Misalnya, apakah mereka bisa terhindar dari hukuman atau mendapatkan sesuatu yang diinginkan. Pada tahap ini, anak sedang menguji batasan dan memahami konsekuensi dari tindakannya.


2. Ingin meningkatkan rasa percaya diri

Sebagian anak melebih-lebihkan cerita agar terlihat lebih pintar, lebih berbakat, atau lebih populer. Hal ini biasanya terjadi pada anak yang kurang percaya diri dan ingin mendapatkan pengakuan dari lingkungan sekitarnya.

Cerita yang dibuat sering kali terdengar berlebihan dan tidak masuk akal, tetapi sebenarnya menjadi cara anak meningkatkan rasa percaya dirinya.

3. Menghindari perhatian terhadap masalah yang dialami

Anak yang sedang mengalami kecemasan, kesedihan, atau tekanan emosional terkadang memilih menyembunyikan kondisi mereka. Mereka mungkin mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja meskipun sebenarnya sedang menghadapi masalah.

Kebohongan seperti ini muncul karena anak tidak ingin membuat orang tua khawatir atau merasa menjadi beban bagi orang lain.

4. Berbicara sebelum berpikir

Sebagian anak terbiasa menjawab pertanyaan secara spontan tanpa memikirkan jawabannya terlebih dahulu. Akibatnya, apa yang mereka ucapkan bisa terdengar seperti kebohongan, padahal sebenarnya mereka tidak berniat menipu.

Kondisi ini lebih sering terjadi pada anak yang memiliki sifat impulsif, termasuk beberapa anak ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder). Misalnya, anak langsung menjawab sudah mengerjakan pekerjaan rumah, tetapi setelah diperiksa ternyata masih ada tugas yang belum diselesaikan.

Dalam situasi seperti ini, orang tua dapat melatih anak untuk berhenti sejenak sebelum menjawab, sekaligus membantu mereka menggunakan pengingat, jadwal, atau daftar tugas agar lebih mudah mengingat tanggung jawabnya.

5. Mengucapkan kebohongan kecil demi menjaga perasaan orang lain

Anak tidak selalu berbohong dengan niat buruk, karena dalam situasi tertentu mereka bisa saja melakukan kebohongan kecil untuk menjaga perasaan orang lain. Misalnya, memuji hadiah yang sebenarnya tidak disukai.

Situasi seperti ini termasuk bagian dari pembelajaran keterampilan sosial, sehingga orang tua tetap perlu memberikan penjelasan mengenai kapan kejujuran harus diutamakan.

6. Ingin menghindari hukuman atau konsekuensi

Anak sering kali memilih berbohong karena takut dimarahi atau menerima hukuman setelah melakukan kesalahan, seperti tidak mengerjakan pekerjaan rumah atau melanggar aturan.

Jika anak merasa setiap kesalahan selalu dibalas dengan hukuman berat, mereka akan lebih terdorong untuk menyembunyikan kenyataan daripada mengakuinya.

7. Ingin mendapatkan sesuatu yang diinginkan

Anak juga bisa berbohong untuk memperoleh keuntungan tertentu, misalnya meminta izin bermain dengan alasan sudah menyelesaikan semua tugas.

Kebohongan seperti ini biasanya bertujuan mendapatkan apa yang mereka inginkan tanpa harus memenuhi tanggung jawab terlebih dahulu.

Demikian alasan kenapa anak mulai berbohong agar orang tua dapat membimbing anak belajar bertanggung jawab dan menghargai kejujuran.

[Gambas:Video CNN]

(gas/fef)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK