Tak Lagi Punya Panda, Shirahama Cari Magnet Wisata Baru

CNN Indonesia
Selasa, 07 Jul 2026 06:45 WIB
Tak Lagi Punya Panda, Shirahama Cari Magnet Wisata Baru
Ilustrasi. Tak lagi punya Panda, tempat wisata di Jepang cari ikon baru. (Handout / Mandai Wildlife Group / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Selama puluhan tahun, panda raksasa menjadi ikon utama kota resor Shirahama di Jepang barat. Namun sejak seluruh panda dipulangkan ke China, kota wisata ini justru berupaya membuktikan bahwa pesonanya tidak berhenti pada satwa berbulu hitam-putih tersebut.

Setahun setelah melepas empat panda betina dari Adventure World pada Juni 2025, Shirahama kini mengubah strategi promosi wisatanya. Alih-alih bergantung pada panda, kota ini memperkenalkan lebih banyak daya tarik yang selama ini mungkin luput dari perhatian wisatawan.

Keempat panda tersebut dipulangkan ke China sebagai bagian dari program kerja sama konservasi dan pengembangbiakan yang telah berlangsung lama. Tak lama kemudian, dua panda terakhir di Kebun Binatang Ueno, Tokyo, juga dikembalikan ke negara asalnya. Momen itu menandai pertama kalinya Jepang tidak lagi memiliki panda raksasa sejak 1972.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama lebih dari tiga dekade, Adventure World dikenal sebagai salah satu pusat konservasi panda paling sukses di luar China. Taman satwa itu berhasil melahirkan 17 anak panda, jumlah terbanyak yang pernah dicapai di luar negeri, sehingga menjadikan panda sebagai magnet utama wisatawan dari berbagai daerah di Jepang.

Namun kini, Adventure World berusaha memperluas pengalaman wisata yang ditawarkan. Pengunjung diajak menikmati beragam satwa lain, mulai dari singa, gajah, harimau, lumba-lumba, hingga penguin.

Melansir Kazin Form, pengelola juga menghadirkan sejumlah atraksi baru, termasuk area penguin imersif yang memungkinkan pengunjung merasakan pengalaman lebih dekat dengan satwa tersebut. Selain itu, tersedia kafe dengan pemandangan langsung ke kandang hewan sehingga wisatawan dapat bersantai sambil menikmati aktivitas satwa.

Transformasi ini tidak hanya dilakukan oleh taman wisata, tetapi juga didukung pelaku usaha lokal. Sejumlah hotel, restoran, dan toko di Shirahama memberikan potongan harga serta promo khusus yang bekerja sama dengan Adventure World demi menjaga minat wisatawan untuk datang.

Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil. Pemerintah setempat mencatat jumlah wisatawan memang sempat menurun sesaat setelah panda meninggalkan Shirahama. Namun dalam beberapa bulan berikutnya, angka kunjungan kembali pulih.

Data resmi bahkan menunjukkan jumlah wisatawan yang datang ke Shirahama sepanjang 2025 meningkat sekitar 2,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain taman satwa, Shirahama juga semakin gencar mempromosikan kekayaan alam yang telah lama menjadi kebanggaan daerah tersebut. Pantai berpasir putih yang membentang di pesisir serta pemandian air panas (onsen) menjadi daya tarik utama yang kini lebih diangkat dalam berbagai kampanye pariwisata.

Shirahama memang dikenal sebagai salah satu destinasi resor populer di Jepang. Kombinasi panorama pantai, sumber air panas alami, serta suasana kota yang tenang menawarkan pengalaman liburan yang berbeda dari sekadar melihat satwa langka.

Para pakar pariwisata menilai kisah Shirahama menjadi pelajaran penting bagi daerah wisata lain. Ketergantungan pada satu ikon memang mampu menarik wisatawan dalam jangka pendek, tetapi keberlanjutan industri pariwisata bergantung pada kemampuan destinasi menawarkan pengalaman yang lebih beragam.

Dengan kata lain, panda mungkin berhasil membawa wisatawan datang untuk pertama kalinya. Namun agar mereka kembali lagi, Shirahama harus mampu menghadirkan alasan lain yang tak kalah menarik, mulai dari keindahan alam, kuliner, hingga berbagai pengalaman wisata yang lebih lengkap.

(tis/tis) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]