Bukan Menenangkan, 8 Kalimat Ini Malah Bikin Anak Tambah Cemas
Terkadang anak merasa takut atau cemas ketika menghadapi sesuatu. Bagi orang dewasa, ketakutan tersebut bisa terasa remeh karena sudah pernah mengalaminya.
Orang tua acap kali menenangkan anak dengan mengatakan bahwa hal yang dihadapinya bukan masalah besar dan tidak menakutkan.
Namun sering pula kata-kata tersebut tak menenangkan anak sama sekali, malah tambah cemas dan takut.
Kalimat orang tua yang bikin anak cemas
Nah, kalimat apa saja yang sering dianggap sebagai bentuk menenangkan dari orang tua, tetapi sebenarnya malah bikin anak tambah cemas? Ini dia daftarnya:
1. "Jangan khawatir"
Ahli neuropsikologi William Cheung Tsang mengatakan, orang dewasa sering menggunakan kalimat ini untuk menenangkan anak. Namun kalimat ini juga bisa menunjukkan Anda meremehkan perasaan mereka dan mengirimkan pesan bahwa rasa takut mereka tak pantas.
"Ini dapat menyebabkan kebingungan dan rasa malu, dan gagal mengajarkan anak bagaimana mengatasi perasaan cemas mereka," ujar Tsang, seperti dikutip dari Parade.
2. "Ini bukan masalah besar"
Ketika mengatakan kalimat ini, orang tua menempatkan ketakutan anak dalam perspektif. Tujuannya untuk membantu anak memahami situasinya tidak mengerikan. Namun ungkapan ini justru mengecilkan hati anak.
"Apa yang tampak kecil bagi orang dewasa dapat terasa monumental bagi seorang anak, dan mengatakan kepada mereka bahwa itu 'bukan masalah besar' dapat membuat mereka merasa bahwa perasaan mereka diremehkan," tutur Tsang.
3. "Jangan menangis"
Menangis karena takut atau cemas itu wajar, tetapi masih banyak orang tua menggunakan kalimat ini untuk meredakan situasi. Namun ini bisa jadi sinyal bagi anak bahwa mengekspresikan emosi secara terbuka itu salah.
Tsang mengatakan, menangis merupakan respons alami terhadap perasaan kewalahan. Menekan ekspresi ini dapat menyebabkan penumpukan kecemasan dan stres.
4. "Biar Ayah/Ibu saja yang kerjakan"
Sebagai orang tua, Anda mungkin khawatir melihat anak yang cemas menghadapi sesuatu, sehingga menawarkan diri untuk mengerjakannya. Menurut Tsang, ini bisa memberikan kelegaan jangka pendek, tetapi ada konsekuensi negatif dalam jangka panjang.
"Dengan mengambil alih, orang dewasa secara tidak sengaja mengirimkan pesan bahwa anak tersebut tidak mampu menangani situasi sendiri. Ini dapat merusak kepercayaan diri anak," ucap Tsang.
5. "Kamu cuma perlu lebih banyak tidur!"
Anak yang sedang cemas, juga bisa mengalami sulit tidur. Menurut laman Health Central, pikiran yang khawatir cenderung berpacu pada malam hari.
Ketimbang menyuruhnya lebih banyak tidur, sebaiknya temani anak sambil coba pasang musik ringan untuk membantunya rileks dan tertidur.
6. "Ayo cepat, jangan lama-lama"
Anak yang sudah mengalami kecemasan, cenderung bergerak dengan lambat. Menyuruhnya untuk bergegas malah membuatnya tambah cemas.
Orang tua sebaiknya mengajukan pertanyaan yang mendukung, misalnya, "Apa yang bisa Ayah/Ibu bantu, Nak?"
7. "Tak usah dipikirkan"
Tentu saja anak pasti ingin berhenti memikirkan hal-hal yang membuatnya takut dan cemas. Hanya saja, mereka tak tahu cara menghentikannya.
Sulit bagi anak untuk menghentikan siklus pikiran cemas tanpa dukungan yang tepat. Jadi, cobalah untuk mengatakan hal-hal positif untuk membalas pikiran cemas tersebut.
8. "Itu cuma bayangan kamu saja"
Kecemasan merupakan gangguan berbasis otak, tetapi mengabaikannya dengan mengatakan kalimat ini malah mempermalukan anak yang cemas sekaligus meningkatkan perasaan bersalah.
Anda perlu memvalidasi perasaannya terlebih dahulu, lalu menawarkan solusi untuk menenangkan pikiran anak, misalnya mengajaknya jalan-jalan.
Itu dia beberapa kalimat yang dianggap bisa menenangkan menurut orang tua, tetapi kenyataannya malah bikin anak tambah cemas. Apakah Anda pernah melontarkan berbagai kalimat ini pada anak?
(rti)