TN di AS Cari Remaja Usai Pegang Bangkai Kelelawar, Khawatir Rabies

CNN Indonesia
Minggu, 05 Jul 2026 14:40 WIB
Ilustrasi. Pengelola TN White Sands tengah mencari remaja yang sempat memegang bangkai kelelawar dan mendorongnya untuk mendapatkan pemeriksaan medis. (Getty Images/Arkadij Schell)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pengelola Taman Nasional (TN) White Sands di negara bagian New Mexico, Amerika Serikat, tengah mencari seorang remaja yang diketahui memegang seekor kelelawar mati saat mengunjungi taman nasional tersebut.

Pihak taman nasional khawatir remaja tersebut berpotensi terpapar rabies setelah memegang hewan itu dengan tangan kosong.

Dalam keterangan resmi yang dirilis pada 25 Juni, pihak taman nasional menjelaskan bahwa insiden terjadi pada 18 Juni 2026 sekitar pukul 10.20 waktu setempat, dikutip dari laman Travel and Leisure.

Kala itu, seorang remaja bersama seorang pendamping dewasa membawa sebuah bangkai kelelawar ke pusat informasi pengunjung dan meletakkannya di atas meja petugas.

Keduanya mengatakan bahwa kelelawar tersebut sudah dalam kondisi mati saat ditemukan. Namun, mereka meninggalkan lokasi sebelum petugas sempat memberikan penjelasan mengenai prosedur kesehatan dan keselamatan yang seharusnya dilakukan setelah kontak langsung dengan satwa liar.

Hingga kini, pihak White Sands National Park masih berupaya menemukan remaja tersebut agar dapat berkonsultasi dengan tenaga medis mengenai kemungkinan menjalani terapi pencegahan rabies setelah kontak terjadi.

Pihak taman nasional mengungkapkan, tahun lalu ada seekor kelelawar di kawasan ini dinyatakan positif rabies.

Meski hanya sekitar satu persen populasi kelelawar di alam liar yang terinfeksi rabies, pihak taman mengingatkan bahwa risiko paparan meningkat apabila seseorang menemukan kelelawar yang sudah mati, berperilaku tidak normal, berada di tanah, terbang mendekati manusia, atau melakukan kontak langsung dengan manusia.

"Setiap kontak langsung dengan kelelawar, baik yang masih hidup maupun sudah mati, sebaiknya dianggap sebagai potensi paparan rabies karena gigitan atau cakaran kelelawar sering kali sulit dideteksi," tulis pihak taman nasional dalam keterangannya.

Rabies merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan hampir selalu berakibat fatal setelah gejalanya muncul. Namun, penyakit ini dapat dicegah apabila seseorang segera mendapatkan penanganan medis setelah diduga terpapar. Virus rabies umumnya menyebar melalui kontak dengan air liur hewan yang terinfeksi.

White Sands National Park menjadi habitat bagi beberapa spesies kelelawar, termasuk koloni kelelawar pallid yang kerap terlihat bertengger di area pusat pengunjung selama musim semi dan musim panas.

Untuk mengurangi interaksi dengan manusia sekaligus melindungi satwa tersebut, pengelola taman telah memasang rumah-rumah kelelawar di sejumlah lokasi.

Selain berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, kelelawar juga membantu mengendalikan populasi serangga, termasuk nyamuk dan hama yang dapat merusak tanaman pertanian maupun kawasan hutan di sekitarnya.

White Sands National Park sendiri dikenal sebagai salah satu kawasan alam paling ikonis di Amerika Serikat. Taman nasional ini memiliki hamparan bukit pasir putih yang terbentuk dari mineral gipsum dan merupakan ladang bukit pasir gipsum terbesar di dunia.

(fef)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK