6 Penyebab Aroma Parfum Bisa Beda Saat Dicoba di Toko dan Setelah Beli

CNN Indonesia
Jumat, 03 Jul 2026 16:15 WIB
Penyebab aroma parfum saat dicoba di toko beda dengan saat dipakai sehari-hari.
Ilustrasi. Ternyata ini penyebab aroma parfum saat dicoba di toko beda dengan saat dipakai sehari-hari. (Pexels.com/cottonbro studio)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Aroma parfum begitu memikat hingga kamu memutuskan beli. Namun setelah dipakai, aromanya jadi beda. Kamu tidak sedang berhalusinasi sebab fenomena ini dipengaruhi beberapa faktor.

Mungkin kamu kecewa dengan produknya atau menyalahkan diri karena tidak teliti dalam membeli. Kamu membeli parfum yang sama berharap mendapat sensasi serupa tapi yang terjadi sebaliknya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jason Lee, pendiri Scent by Six, berkata parfum bukan benda statis. Parfum berevolusi seiring paparan udara, suhu, kimia kulit, dan pemakainya sendiri.

"Selama bertahun-tahun saya menciptakan wewangian, saya telah belajar bahwa parfum itu hidup, bukan formula tetap. Cairan yang sama mengendap, bernapas, dan bereaksi berbeda dari meja ke kulit, jadi botol yang Anda bawa pulang dapat menceritakan kisah yang sedikit berbeda dari yang Anda sukai," ujar Lee seperti dikutip dari CNA.

Kenapa bisa beda? Berikut beberapa alasannya.

1. Tes aroma kurang cermat

Kebanyakan orang menjajal parfum lewat kertas. Cara ini praktis dan cepat tapi tidak memamerkan seluruh potensi parfum.

Saat berinteraksi dengan kulit, aroma parfum baru bisa tercium. Sebaiknya semprotkan parfum di titik nadi (pergelangan tangan atau siku) lalu biarkan meresap alami dan diamkan.

"Batasi diri Anda hanya pada satu atau dua aroma, semprotkan, tinggalkan, dan nilai setelah 30 menit. Suatu aroma berkembang dalam beberapa bab, dan aroma tersebut layak mendapatkan kesabaran yang sama seperti yang Anda berikan pada sebuah cerita yang bagus," kata Lee.

2. Tester menua

Tester parfum bisa saja sudah bertengger selama berbulan-bulan sebelum kamu coba. Setiap semprotan bakal memasukkan udara ke dalam botol dan membuat cairan parfum terpapar oksidasi. Profil aroma pun berubah secara halus.

Dalam beberapa kasus, oksidasi melembutkan aroma top notes dan membawa base notes ke permukaan.

3. Iklim

Kinerja wewangian sangat dipengaruhi iklim. Panas dan kelembapan meningkatkan penguapan molekul wewangian sehingga aromanya makin kuat. Sebaliknya, udara dingin cenderung mengurangi intensitas aroma parfum.

Suasana toko yang terang plus paparan AC jelas beda dengan ruangan panas atau jalanan yang lembap. Tak heran aroma parfum jadi lebih ringan dan lembut di toko.

4. Cara penyimpanan kurang tepat

Parfum bakal awet jika disimpan dengan cara yang tepat. Jika kamu merasa aroma parfum kamu berbeda dengan saat dicoba di toko, makan bisa jadi ini akibat cara penyimpanan yang kurang benar.

Lee menyarankan untuk menyimpan parfum di laci, kotak tertutup, gelap, dan bukan di ambang jendela/

5. Kualitas produksi berbeda

Banyak parfum menggunakan bahan-bahan alami seperti, mawar, melati, jeruk, dan cendana. Karakteristiknya bisa saja bervariasi dari panen ke panen.

Meski perusahaan sudah menjaga kualitas dan konsistensi produk, variasi dari satu batch ke batch lain bukan hal yang aneh.

6. Kimia kulit berubah

Aroma parfum bisa berbeda saat berinteraksi dengan kulit. perbedaan ini dipengaruhi kadar minyak kulit, hormon, stres, obat-obatan, dan diet harian.

Hal ini yang membuat parfum yang sama bisa punya aroma berbeda saat kamu pakai dan orang lain pakai.

"Kimia kulit berubah seiring usia, musim, dan stres, jadi bahkan aroma khas pun dapat diam-diam tumbuh dan berkembang bersamamu," kata Lee.

(els) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]