Wardah Dapat Penghargaan Cannes Lion Berkat Inovasi Hear In Hijab

CNN Indonesia
Kamis, 02 Jul 2026 16:00 WIB
Hear in Hijab, inovasi Wardah bersama Dentsu Creative Jakarta dan Digital Nativ, mendapat penghargaan di Cannes Lions International Festival of Creativity 2026. (Foto: Wardah)
Jakarta, CNN Indonesia --

Brand kecantikan ternama asal Indonesia, Wardah, meraih penghargaan Cannes Lion pertama berkat inovasi Hear in Hijab, yakni alat bantu dengar untuk perempuan berhijab.

Penghargaan ini diberikan melalui perhelatan Cannes Lions International Festival of Creativity 2026. Ini merupakan festival kreativitas bergengsi dunia yang berlangsung di French Riviera, Prancis, pada 22-26 Juni 2026.

Selama tujuh dekade lebih, Cannes Lions menjadi tolok ukur tertinggi bagi karya-karya terbaik di bidang periklanan, pemasaran, dan komunikasi. Setiap tahun, Cannes Lions mempertemukan para kreator, pemasar, hingga pemimpin industri dari berbagai negara untuk merayakan kreativitas yang memberikan dampak nyata.

Adapun produk Hear In Hijab ini mendapat Bronze Lion pada kategori Brand Experience & Activation (Cultural Engagement). Adapun inovasi ini merupakan kolaborasi Wardah bersama Dentsu Creative Jakarta dan Digital Nativ.

Menanggapi penghargaan terbaru yang diterima Hear in Hijab, Group CEO ParagonCorp, Harman Subakat, mengatakan bahwa pencapaian ini menunjukkan pentingnya membangun inovasi yang berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat.

"Hear in Hijab menjadi pengingat bahwa inovasi yang berawal dari empati dan diwujudkan melalui kolaborasi dapat melahirkan solusi yang relevan bagi masyarakat. Kami berharap semakin banyak karya dari Indonesia yang lahir dari semangat memberi manfaat dan mampu memperoleh apresiasi di panggung dunia," ujar Harman dalam keterangan yang diterima CNNIndonesia.com pada Kamis (2/7).

Cara kerja alat bantu dengar Hear in Hijab hasil inovasi Wardah bersama Dentsu Creative Jakarta dan Digital Nativ. (Foto: Wardah)

Bagi yang belum tahu, Hear in Hijab merupakan alat bantu dengar yang dirancang khusus bagi perempuan Muslim berhijab, khususnya lansia yang mengalami gangguan pendengaran.

Inovasi ini berangkat dari pemahaman terhadap tantangan yang dihadapi pengguna alat bantu dengar konvensional saat mengenakan hijab.

Hear in Hijab pun dibuat khusus dengan menghadirkan mikrofon berbentuk bros yang dikenakan di bagian luar hijab untuk menangkap suara secara lebih optimal.

Suara tersebut lalu diteruskan secara nirkabel ke perangkat penerima di telinga. Jadi, pengguna dapat mendengar lebih nyaman tanpa mengganggu penggunaan hijab.

Dalam pengembangan Hear in Hijab, sejumlah perempuan lansia yang berhijab diajak terlibat langsung dalam proses riset dan uji pengalaman pengalaman pengguna.

Deputy CEO and Chief R&D Officer ParagonCorp, Sari Chairunnisa, memberikan komentarnya mengenai kolaborasi ini.

"Dalam pengembangan Hear in Hijab, para perempuan berhijab pengguna alat bantu dengar terlibat sejak proses riset hingga uji pengalaman pengguna. Dari sana kami belajar bahwa solusi yang baik tidak hanya harus unggul secara teknologi, tetapi juga menghormati kenyamanan, identitas, dan kualitas hidup penggunanya," ujarnya.

Pendekatan berbasis empati ini menghasilkan solusi yang tak cuma inovatif dari sisi teknologi, tetapi juga relevan dengan kebutuhan para pengguna.

Hear in Hijab Wardah dirancang khusus bagi perempuan Muslim berhijab, khususnya lansia yang mengalami gangguan pendengaran. (Foto: Wardah)

Sebelum memperoleh penghargaan Cannes Lion, produk alat bantu dengar ini sebenarnya sudah terlebih dahulu meraih Grand Prix of Medium, penghargaan tertinggi pada Citra Pariwara 2025.

Group Head of New Brand Innovation ParagonCorp, Khikin Indahsari, mengaitkan inovasi Hear in Hijab dengan posisi Wardah yang tak hanya fokus pada produk, tetapi juga ingin memberi dampak lebih luas bagi perempuan Indonesia.

"Wardah selalu percaya bahwa kecantikan adalah milik setiap perempuan, di setiap tahap kehidupannya. Kecantikan tidak dapat dipisahkan dari cara mereka menjalani kehidupan. Hijab merupakan ekspresi iman dan identitas yang erat kaitannya dengan rasa percaya diri, kemampuan untuk mendengar dengan jelas orang-orang yang mereka cintai, serta rasa hadir dan berdaya," tutur Khikin.

Pada akhirnya, keberhasilan Hear in Hijab ini menunjukkan kreativitas dan inovasi bukanlah dua hal yang terpisah. Kolaborasi antara Wardah, Dentsu Creative Jakarta, Digital Nativ, serta para pengguna menghasilkan sebuah solusi yang tak semata memperoleh pengakuan dari industri kreatif, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat.

(rti)


KOMENTAR

TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK