7 Kalimat yang Sebaiknya Tidak Diucapkan Orang Tua ke Anak

CNN Indonesia
Selasa, 14 Jul 2026 06:45 WIB
Ilustrasi. Orang tua perlu berhati-hati ketika berbicara kepada anak. Salah-salah justru kalimat Anda dapat melukai perasaannya. (iStock/imtmphoto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebagai orang tua, Anda harus memberikan teladan yang baik kepada anak. Tak hanya melalui perilaku, cara berbicara dan pilihan kata juga perlu dijaga agar tidak menjadi contoh yang kurang baik.

Pasalnya, ada beberapa kalimat yang sebaiknya tidak diucapkan orang tua ke anak. Meski terdengar sepele, ucapan keliru yang disampaikan berulang kali dapat melukai perasaan anak hingga memengaruhi proses tumbuh kembangnya.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut beberapa kalimat yang sebaiknya dihindari saat berkomunikasi dengan anak.

1. "Kamu tidak akan pernah..."

Hindari menggunakan kalimat yang mengandung kata "tidak akan pernah", dikutip dari laman Manhoodjourney. Ucapan seperti tersebut bisa membuat anak kehilangan semangat untuk mencoba dan merasa dirinya memang tidak mampu.

Bila si anak masih belum berhasil, berikan dukungan dan kesempatan agar ia terus belajar, bukan langsung mematahkan harapannya.


2. "Kenapa kamu tidak bisa seperti..."

Membandingkan anak dengan saudara, teman, atau orang lain bukanlah cara yang tepat untuk memotivasi. Sebaliknya, hal tersebut justru dapat membuat anak merasa dirinya kurang berharga.

Ingat, setiap anak memiliki kemampuan dan kecepatan belajar yang berbeda, sehingga lebih baik fokus membantu mereka mengembangkan kelebihannya.


3. "Ayah/Ibu tidak punya waktu."

Anak membutuhkan perhatian dari orang tuanya. Ketika Anda sedang sibuk, usahakan untuk tidak memberi kesan bahwa mereka bukan prioritas.

Jelaskan kondisi yang sedang dihadapi, lalu berikan waktu pengganti agar anak tetap merasa diperhatikan dan dihargai.


4. "Jangan cengeng."

Kalimat "jangan cengeng" kerap dianggap sebagai cara agar anak menjadi lebih kuat. Padahal, ucapan itu bisa membuat anak merasa emosinya tidak diterima.

Ketimbang melarang mereka menangis, bantu anak mengenali perasaannya dan ajarkan cara mengelola emosi dengan baik.

Bagi sebagian orang tua, ini memang sulit. Tapi, bila dibiasakan kita mampu belajar untuk sembarangan mengungkapkan kalimat tersebut.


5. "Sebenarnya kamu berpikir apa?"

Saat anak melakukan kesalahan, Anda mungkin terkadang lepas kendali sehingga mengungkapkan kalimat tersebut.

Namun, Anda mesti tahu bahwa anak belum tentu benar-benar memahami akibat dari tindakannya. Mengajukan pertanyaan dengan nada menyalahkan hanya akan membuat mereka merasa malu atau takut.

Akan lebih baik bila orang tua mengajak anak berdiskusi tentang apa yang terjadi dan bagaimana cara memperbaikinya.


6. "Sudah berapa kali Ayah/Ibu bilang?"

Kalimat ini mungkin sering keluar ketika orang tua mulai kehilangan kesabaran. Namun, anak masih berada dalam tahap belajar sehingga wajar jika mereka perlu diingatkan berkali-kali.

Alih-alih mengungkit kesalahan yang sama, sampaikan kembali aturan dengan tenang dan konsisten agar lebih mudah dipahami.


7. "Kamu memang seperti itu."

Memberi label negatif kepada anak dapat membuat mereka percaya bila dirinya memang tidak bisa berubah. Padahal, setiap anak memiliki kesempatan untuk belajar dan berkembang.

Solusi agar tak memberi cap buruk pada anak dengan mengarahkan mereka untuk memperbaiki kebiasaan yang kurang baik secara bertahap.

Itulah beberapa kalimat yang sebaiknya tidak diucapkan orang tua ke anak. Tampak sepele, tapi jika disampaikan berulang kali, kalimat-kalimat di atas bisa melukai perasaan si kecil. Semoga bermanfaat!

(san/fef)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK