3 Bagian Tubuh Ini Sering Terlewat Dibersihkan, Yakin Mandimu Bersih?
Bagi kebanyakan orang Indonesia, mandi dua kali sehari dianggap sudah cukup untuk menjaga kebersihan tubuh. Namun, seberapa yakin sih kalau aktivitas mandimu benar-benar membuat tubuh jadi bersih?
Tanpa disadari, ada beberapa area yang sering terlewat untuk dibersihkan saat mandi. Padahal area ini menjadi tempat untuk keringat, minyak, sel kulit mati, hingga kotoran menumpuk.
Dikutip dari laman Real Simple, penelitian dari George Washington University (GW) menemukan bahwa tiga bagian tubuh tertentu memiliki komposisi mikroba yang berbeda dibanding area tubuh yang lebih rutin dibersihkan, seperti tangan dan kaki.
Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan kebiasaan banyak orang yang melewatkan untuk 'mencuci' area tersebut.
Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Frontiers in Microbiology itu menganalisis sampel usapan kulit dari 129 mahasiswa. Hasilnya menunjukkan bahwa mikrobioma pada bagian tubuh yang rutin dicuci cenderung lebih beragam sehingga berpotensi menjadi bagian dari mikrobioma yang lebih sehat.
Sebaliknya area yang sering terabaikan berpotensi menjadi tempat berkembangnya bakteri atau mikroorganisme tidak diinginkan, yang dapat berdampak negatif pada kesehatan seseorang.
Lantas, mana saja bagian tubuh yang kerap lupa dibersihkan setiap kali mandi?
1. Belakang telinga
Bagian belakang telinga memiliki lipatan kulit yang mudah menjadi tempat berkumpulnya minyak alami, sel kulit mati, dan kotoran.
Jika jarang dibersihkan, penumpukan tersebut dapat memicu iritasi hingga dermatitis seboroik, yaitu peradangan kulit yang mirip dengan ketombe.
"Membersihkan bagian belakang telinga seharusnya tidak berbeda dengan mencuci bagian tubuh lainnya," kata dokter spesialis kulit Stacey Tull.
Selain memicu iritasi, area ini juga memiliki kelenjar keringat. Ketika keringat bercampur dengan bakteri, bau tidak sedap pun bisa muncul.
2. Sela-sela jari kaki
Air dan sabun yang mengalir ke kaki saat mandi belum tentu mampu membersihkan sela-sela jari kaki secara optimal. Padahal, area tersebut rentan lembap, terutama bagi mereka yang menggunakan sepatu dalam waktu lama.
Kondisi lembap membuat bakteri dan jamur lebih mudah berkembang. Akibatnya, seseorang berisiko mengalami kutu air, kulit mengelupas, gatal, hingga infeksi jamur pada kuku.
Disarankan untuk menggosok sela-sela jari kaki menggunakan sabun, kemudian bilas hingga bersih. Jangan lupa mengeringkan kaki sebelum memakai kaus kaki atau sepatu untuk mencegah pertumbuhan jamur.
3. Bagian dalam pusar
Pusar juga termasuk area yang sering terlupakan saat mandi. Padahal, area ini menjadi tempat ideal bagi keringat, sel kulit mati, bakteri, maupun jamur untuk menumpuk.
Jika tidak rutin dibersihkan, pusar tak hanya kotor dan bau, tetapi juga rentan mengalami infeksi jamur.
"Area ini dapat menjadi sangat iritasi, terinfeksi, meradang, merah, gatal, menjadi lecet, dan bahkan berkerak atau membentuk lapisan kuning," ujar dokter spesialis kedokteran keluarga, Laura Purdy.
Meski begitu, membersihkan pusar perlu perlahan dan berhati-hati. Caranya, usapkan dengan jari yang telah diberi sabun, lalu gosok perlahan bagian dalamnya dan bilas hingga bersih. Hindari mengorek pusar terlalu dalam menggunakan cotton bud atau korek besi karena dapat menyebabkan luka dan infeksi kulit.
(fef)