61 Penumpang Menghilang usai Check-in Penerbangan ke Malaysia

CNN Indonesia
Selasa, 07 Jul 2026 15:15 WIB
Ilustrasi. 61 Calon penumpang pesawat ke Malaysia kabur gara-gara dicek dokumen. (iStockphoto/Rrrainbow)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebanyak 61 calon penumpang penerbangan dari Bangladesh menuju Malaysia dilaporkan meninggalkan bandara tanpa menaiki pesawat setelah otoritas memperketat pemeriksaan dokumen perjalanan.

Insiden tersebut terjadi pada Jumat (4/7) malam di Bandara Internasional Hazrat Shahjalal, Dhaka. Pemeriksaan yang lebih ketat dilakukan setelah petugas menemukan sejumlah visa palsu maupun visa yang diduga telah dimanipulasi.

Mengutip VNExpress, penerbangan Diman Bangladesh Airlines awalnya dijadwalkan mengangkut 288 penumpang menuju Malaysia. Namun, pesawat akhirnya lepas landas hanya dengan membawa 212 penumpang.

Sebelumnya, petugas imigrasi bersama pihak maskapai menghentikan 15 calon penumpang karena diduga menggunakan visa palsu atau dokumen perjalanan yang telah diubah.

Dari jumlah tersebut, 10 orang telah berada di dalam pesawat sebelum akhirnya diminta turun. Sementara lima lainnya dicegah melanjutkan proses keberangkatan saat berada di area gerbang keberangkatan (boarding gate).

Tak lama setelah penindakan itu, petugas menyadari ada 61 penumpang lain yang telah melakukan check-in, tetapi tidak pernah naik ke pesawat.

Berdasarkan keterangan sumber di bandara, sebagian besar dari mereka diduga sengaja meninggalkan area bandara setelah mengetahui otoritas sedang memperketat pemeriksaan dokumen perjalanan menyusul ditemukannya kasus visa yang dipalsukan atau dimanipulasi.

Secara umum, prosedur keberangkatan internasional mengharuskan penumpang melakukan check-in dan menyerahkan bagasi terlebih dahulu sebelum menuju pemeriksaan imigrasi. Pada tahap ini, petugas akan memverifikasi paspor, visa, dan dokumen perjalanan lainnya. Setelah dinyatakan lolos, penumpang baru dapat menuju gerbang keberangkatan untuk menaiki pesawat.

Seorang pejabat yang dikutip media Bangladesh bdnews24 mengatakan bahwa otoritas memang memberikan perhatian khusus terhadap penerbangan menuju Malaysia.

Hal itu dilakukan karena dalam beberapa waktu terakhir terdapat sejumlah kasus penumpang yang sebenarnya memiliki visa sah, tetapi tetap ditolak masuk oleh otoritas imigrasi Malaysia dan akhirnya dideportasi setibanya di negara tersebut.

Peningkatan pengawasan ini diharapkan dapat mencegah penggunaan dokumen perjalanan yang tidak sah sekaligus mengurangi potensi masalah imigrasi bagi penumpang setibanya di Malaysia.

(tis/tis)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK