Daftar 5 Kota yang Paling Rawan Copet dan Penipuan Wisatawan
Bagi banyak orang, liburan adalah momen untuk bersantai dan menikmati destinasi impian. Namun, perjalanan bisa berubah menjadi pengalaman yang menyebalkan jika dompet, paspor, atau ponsel hilang akibat dicopet, atau uang melayang karena menjadi korban penipuan.
Kasus copet dan penipuan terhadap wisatawan memang bisa terjadi di mana saja. Namun, sebuah laporan terbaru menunjukkan ada beberapa kota di dunia yang dinilai memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan destinasi lainnya.
Melansir Travel + Leisure, tim asuransi perjalanan Compare the Market baru-baru ini merilis daftar kota dengan persepsi risiko penipuan dan pencopetan tertinggi di dunia. Laporan tersebut disusun dengan menggabungkan beberapa indikator.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peneliti menghitung jumlah ulasan di TripAdvisor yang menyebut kasus pencopetan dan pencurian pada 10 objek wisata paling populer di setiap kota, dihitung per 1.000 ulasan.
Selain itu, mereka juga menggunakan data dari Numbeo, basis data daring yang menghimpun persepsi masyarakat terkait kualitas hidup dan tingkat kriminalitas, termasuk kekhawatiran warga maupun wisatawan terhadap risiko dirampok atau dicuri.
Seluruh data kemudian dinormalisasi dan digabungkan menjadi skor risiko persepsi pencopetan dan pencurian dari skala 0 hingga 100. Semakin tinggi skornya, semakin tinggi pula persepsi risiko di kota tersebut.
Kota dengan risiko penipuan dan copet tertinggi
1. Bangkok, Thailand
Bangkok menempati posisi pertama dengan skor 83,45. Meski demikian, laporan tersebut mencatat bahwa persepsi wisatawan mengenai risiko dirampok di Bangkok sebenarnya masih tergolong rendah.
Hal ini diduga karena banyak turis lebih sering mengalami modus penipuan dibandingkan pencopetan, atau belum sepenuhnya menyadari berbagai modus yang umum terjadi di kota tersebut. Salah satu lokasi yang paling sering disebut dalam ulasan terkait penipuan dan pencopetan adalah kawasan Grand Palace.
Objek wisata ikonik ini mencatat tingkat penyebutan kasus sebesar 26,16 per 1.000 ulasan, sehingga wisatawan disarankan lebih berhati-hati saat berada di area tersebut.
2. Paris, Prancis
Paris berada di posisi kedua dengan skor 68,81. Berbeda dengan Bangkok, kasus yang paling banyak dikeluhkan wisatawan di Paris adalah pencopetan. Tingkat kekhawatiran terhadap aksi perampokan juga relatif tinggi.
Menurut laporan tersebut, kawasan Basilique du Sacré-Cœur de Montmartre menjadi salah satu lokasi yang paling sering dikaitkan dengan kasus pencurian maupun penipuan terhadap wisatawan.
3. Praha, Republik Ceko
Praha menempati posisi ketiga. Kota bersejarah ini dinilai memiliki tingkat pencopetan yang cukup tinggi, dengan total penyebutan kasus pencurian dan penipuan mencapai 6,51 pada indikator gabungan yang digunakan dalam penelitian.
4. Shanghai, China
Shanghai berada di peringkat keempat dalam daftar tersebut. Meski dikenal sebagai salah satu kota metropolitan terbesar di dunia, wisatawan tetap disarankan meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berada di kawasan wisata yang ramai pengunjung.
5. Agra, India
Agra melengkapi lima besar kota dengan risiko penipuan dan pencopetan tertinggi. Kota yang menjadi rumah bagi Taj Mahal ini masuk dalam daftar karena tingginya persepsi risiko pencurian dan berbagai modus penipuan yang menyasar wisatawan.
(tis/tis) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]

