Waspada, Studi Bilang Golongan Darah Ini Punya Risiko Tinggi Stroke
Selain faktor kesehatan dan gaya hidup, sejumlah penelitian menjelaskan ada hubungan antara golongan darah dan risiko tinggi stroke. Jenis golongan darah tertentu ternyata dinilai berisiko tinggi sebabkan stroke.
Stroke itu sendiri merupakan salah satu kondisi kesehatan serius yang bisa menyebabkan kerusakan sel otak, komplikasi jangka panjang, bahkan mengancam nyawa.
Salah satu penelitian menemukan adanya kemungkinan hubungan antara tipe golongan darah tertentu dan risiko stroke pada usia muda. Meski begitu, golongan darah bukanlah satu-satunya penentu seseorang pasti akan terkena stroke.
Golongan darah dengan risiko tinggi stroke
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Neurology dari American Academy of Neurology pada 2022 menemukan adanya hubungan antara variasi gen yang menentukan golongan darah dan risiko stroke iskemik pada usia muda atau sebelum 60 tahun.
Berdasarkan meta-analisis yang melibatkan 48 studi genetik dari Amerika Utara, Eropa, dan Asia, para peneliti menganalisis data dari 16.927 orang yang mengalami stroke serta 576.353 orang tanpa riwayat stroke.
Setelah mempertimbangkan jenis kelamin dan faktor lainnya, para peneliti menemukan orang dengan golongan darah A memiliki risiko sekitar 16 persen lebih tinggi mengalami stroke usia muda dibandingkan pemilik golongan darah lain.
Di sisi lain, pemilik golongan darah O diketahui memiliki risiko sekitar 12 persen lebih rendah dibandingkan golongan darah lainnya.
Menurut peneliti Braxton D. Mitchell dari University of Maryland School of Medicine, variasi gen yang berkaitan dengan golongan darah A dan O kemungkinan memiliki hubungan dengan kecenderungan pembentukan gumpalan darah. Gumpalan darah tersebut dapat menjadi salah satu penyebab stroke iskemik.
Meski demikian, temuan ini bukan berarti seseorang dengan golongan darah A pasti akan mengalami stroke. Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memahami bagaimana hubungan tersebut terjadi.
Faktor yang memengaruhi risiko stroke
Menurut World Health Organization (WHO), faktor risiko stroke terbagi menjadi faktor yang dapat diubah dan faktor yang tidak dapat diubah.
Faktor tersebut berkaitan dengan kondisi kesehatan, gaya hidup, hingga riwayat medis seseorang. Berikut beberapa faktor yang dapat mempengaruhi risiko stroke.
1. Tekanan darah tinggi (hipertensi)
Hipertensi menjadi salah satu faktor utama yang meningkatkan risiko seseorang mengalami stroke. WHO menjelaskan, seseorang dengan hipertensi memiliki risiko hampir tiga kali lebih tinggi terkena stroke dibandingkan orang tanpa hipertensi.
2. Kebiasaan merokok
Penggunaan tembakau atau kebiasaan merokok dapat berdampak buruk pada kesehatan pembuluh darah. Kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko gangguan aliran darah yang berkontribusi terhadap terjadinya stroke.
3. Kolesterol tinggi dan diabetes
Kadar kolesterol tinggi, terutama kadar low-density lipoprotein (LDL) yang berlebihan, dapat menyebabkan penumpukan plak pada pembuluh darah. Selain itu, diabetes atau kadar gula darah tinggi juga dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko stroke.
4. Pola hidup tidak sehat
Kurang aktivitas fisik, berat badan berlebih, obesitas, serta pola makan tinggi garam dan rendah konsumsi buah maupun sayuran dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami stroke.
5. Konsumsi alkohol berlebihan dan penggunaan obat terlarang
Konsumsi alkohol secara berlebihan serta penggunaan obat-obatan terlarang, seperti kokain, dapat memengaruhi kesehatan pembuluh darah dan meningkatkan risiko gangguan pada otak.
6. Faktor usia dan riwayat kesehatan
Beberapa faktor risiko stroke tidak dapat diubah, seperti bertambahnya usia dan riwayat pernah mengalami stroke sebelumnya.
Selain itu, kondisi medis tertentu seperti gangguan jantung, fibrilasi atrium, gagal jantung, serta penyakit ginjal kronis juga dapat meningkatkan risiko stroke.
Meskipun penelitian menunjukkan adanya hubungan antara golongan darah tertentu dan risiko stroke, menjaga pola hidup sehat tetap menjadi langkah utama untuk mengurangi risiko.
Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, jaga tekanan darah, mengatur pola makan, dan aktif bergerak dapat membantu menjaga kesehatan pembuluh darah serta otak.
(rti)