Kenapa Kita Digigit Nyamuk Tapi Orang Lain Tidak? Ini Alasannya!
Pernah merasa kamu selalu menjadi sasaran nyamuk, sementara orang di sebelahmu nyaris tidak digigit sama sekali? Kenapa bisa begitu, ya?
Nah, simak penjelasan di bawah ini untuk memahami kenapa kita digigit nyamuk tapi orang lain tidak.
Ternyata, berbagai penelitian menunjukkan bahwa sebagian orang memang lebih mudah menarik perhatian nyamuk dibandingkan yang lain.
Nyamuk betina menggigit manusia untuk mendapatkan protein dari darah yang dibutuhkan dalam proses menghasilkan telur. Mereka tidak memilih mangsa secara acak, tetapi menggunakan berbagai petunjuk seperti bau tubuh, panas, hingga karbon dioksida yang kita keluarkan saat bernapas.
Alasan nyamuk menggigit kita
Melansir dari situs GoodRX, berikut beberapa alasan mengapa seseorang lebih sering digigit nyamuk.
1. Menghasilkan lebih banyak karbon dioksida
Alasan pertama kenapa kita digigit nyamuk tapi orang lain tidak adalah karena karbon dioksida yang dikeluarkan.
Setiap kali bernapas, tubuh mengeluarkan karbon dioksida. Gas ini menjadi salah satu 'penanda' utama yang membantu nyamuk menemukan manusia.
Orang yang mengeluarkan lebih banyak karbon dioksida, misalnya karena bertubuh besar atau baru berolahraga, biasanya lebih mudah dideteksi nyamuk.
2. Memiliki aroma tubuh tertentu
Keringat mengandung berbagai zat alami, seperti asam laktat, amonia, dan senyawa lainnya. Kombinasi zat tersebut berbeda pada setiap orang sehingga aroma tubuh yang dihasilkan juga tidak sama.
Pada sebagian orang, aroma tubuh ini ternyata lebih menarik bagi nyamuk.
3. Suhu tubuh lebih hangat
Nyamuk juga mampu mendeteksi panas tubuh. Setelah berolahraga, saat demam, atau ketika suhu tubuh meningkat, seseorang bisa menjadi sasaran nyamuk karena tubuhnya memancarkan lebih banyak panas dibandingkan orang lain.
4. Golongan darah berpengaruh
Beberapa penelitian menemukan bahwa nyamuk lebih menyukai orang dengan golongan darah O dibandingkan golongan darah A. Meski alasannya belum sepenuhnya dipahami, faktor genetik diduga berperan besar dalam menentukan ketertarikan nyamuk terhadap seseorang.
5. Sedang hamil
Ibu hamil cenderung lebih sering digigit nyamuk.
Selama kehamilan, metabolisme tubuh meningkat sehingga menghasilkan lebih banyak karbon dioksida dan panas. Kedua hal tersebut membuat nyamuk lebih mudah menemukan targetnya.
Lihat Juga : |
6. Bakteri alami di kulit
Kulit manusia dihuni oleh jutaan bakteri baik. Bakteri ini membantu memecah keringat dan menghasilkan aroma khas tubuh.
Komposisi bakteri kulit yang berbeda-beda membuat sebagian orang lebih menarik bagi nyamuk dibandingkan yang lain.
7. Mengenakan pakaian berwarna gelap
Selain mengandalkan penciuman, nyamuk juga menggunakan penglihatan untuk mencari mangsa. Warna hitam, merah tua, dan oranye lebih mudah menarik perhatian nyamuk dibandingkan warna terang seperti putih, biru muda, atau hijau muda.
8. Baru berolahraga
Olahraga membuat tubuh berkeringat, suhu tubuh meningkat, dan produksi karbon dioksida bertambah. Kombinasi ketiga faktor tersebut membuat nyamuk lebih mudah menemukanmu, terutama jika berolahraga di luar ruangan.
9. Mengonsumsi alkohol
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi minuman beralkohol, terutama bir, dapat meningkatkan daya tarik seseorang bagi nyamuk. Diduga, alkohol memengaruhi metabolisme tubuh sehingga produksi karbon dioksida dan suhu tubuh ikut meningkat.
Bagaimana cara mengurangi risiko digigit nyamuk?
Situs Mosquito Magnets menyebutkan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko gigitan nyamuk, seperti berikut:
- Gunakan pakaian berlengan panjang saat berada di luar rumah, terutama pada pagi dan menjelang malam ketika nyamuk paling aktif.
- Pilih pakaian berwarna terang, gunakan losion antinyamuk, dan segera mandi setelah berolahraga untuk mengurangi keringat yang menempel di kulit.
- Pastikan lingkungan rumah bebas dari genangan air karena tempat tersebut menjadi lokasi favorit nyamuk berkembang biak.
Dengan menjaga kebersihan lingkungan dan melindungi diri dari gigitan nyamuk, risiko terkena penyakit yang ditularkan nyamuk, seperti demam berdarah, malaria, maupun chikungunya, juga dapat dikurangi.
Demikian adalah alasan kenapa kita digigit nyamuk tapi orang lain tidak. Semoga bermanfaat.
(sac/asr)