Jangan Simpan Sayuran di Kulkas dengan 6 Cara ini, Bikin Cepat Busuk
CNN Indonesia
Selasa, 28 Jul 2026 02:00 WIB
Bagikan:
url telah tercopy
Ilustrasi. Ada beberapa kesalahan saat menyimpan sayuran di kulkas yang membuatnya cepat busuk. (iStockphoto/RossHelen)
Jakarta, CNN Indonesia --
Sayuran menjadi salah satu bahan makanan yang sering dibeli dalam jumlah banyak untuk stok beberapa hari hingga beberapa minggu. Namun, cara penyimpanan yang kurang tepat justru dapat membuat kualitas sayuran menurun dan tidak aman dikonsumsi.
Untuk itu, hindari beberapa kesalahan saat menyimpan sayuran di kulkas berikut ini.
Banyak orang mengira bahwa semua jenis sayuran bisa disimpan dengan cara yang sama selama berada di suhu dingin. Padahal, setiap jenis sayuran memiliki karakteristik berbeda yang memengaruhi daya simpannya.
Penyimpanan yang benar tidak hanya menjaga kesegaran, tetapi juga membantu mempertahankan rasa dan tekstur sayuran.
Kesalahan saat menyimpan sayuran di kulkas
Dikutip dari Centre for Food Safety, berikut kesalahan saat menyimpan sayuran di kulkas sehingga tidak bisa bertahan lebih lama.
1. Mencuci sayuran sebelum disimpan dalam wadah tertutup
Salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan adalah mencuci sayuran setelah dibeli lalu langsung menyimpannya dalam plastik atau wadah kedap udara. Kebiasaan ini dianggap praktis karena sayuran sudah bersih ketika ingin digunakan.
Namun, menyimpan sayuran dalam kondisi basah dapat menciptakan lingkungan yang terlalu lembab. Kondisi tersebut dapat mempercepat pertumbuhan bakteri dan jamur, terutama pada sayuran berdaun hijau yang mudah layu serta berlendir.
Sebaiknya, cuci sayuran hanya saat akan dimasak atau dikonsumsi. Jika harus mencucinya lebih awal, pastikan sayuran sudah benar-benar kering sebelum disimpan.
Gunakan kantong berlubang atau wadah yang tidak terlalu rapat dengan tambahan tisu dapur untuk menyerap kelembaban berlebih.
2. Membungkus sayuran langsung dengan koran
Membungkus sayuran menggunakan koran merupakan kebiasaan lama yang masih sering dilakukan karena dianggap mampu menyerap kelembapan. Meski terlihat efektif, cara ini kurang disarankan.
Tinta pada koran mengandung berbagai senyawa kimia, seperti pelarut, pigmen, dan bahan pengikat yang berpotensi berpindah ke permukaan sayuran. Zat tersebut mungkin tidak terlihat secara langsung, tetapi paparan dalam jangka panjang sebaiknya dihindari.
Sebagai alternatif, gunakan kain bersih atau tisu dapur berwarna putih sebelum memasukkan sayuran ke dalam kantong berlubang. Jangan lupa mencuci sayuran dengan baik sebelum dimasak.
Simak kesalahan saat menyimpan sayuran di kulkas lainnya di halaman berikutnya..
3. Menyimpan sayuran bersama buah tanpa dipisahkan
Mencampur buah dan sayuran dalam satu tempat juga termasuk kesalahan yang perlu diperhatikan. Beberapa buah seperti apel dan pir menghasilkan gas etilen, yaitu gas alami yang membantu proses pematangan.
Jika disimpan bersama sayuran yang sensitif terhadap etilen seperti brokoli, mentimun, dan sayuran hijau, gas tersebut dapat mempercepat perubahan warna, membuat sayuran layu, hingga lebih cepat rusak.
Sebaiknya, pisahkan tempat penyimpanan buah dan sayuran. Simpan buah dalam wadah tersendiri atau bungkus terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam kulkas.
Tidak semua sayuran membutuhkan suhu dingin untuk tetap segar. Beberapa jenis sayuran seperti kentang, ubi, bawang putih, bawang merah, talas, dan labu justru lebih baik disimpan pada suhu ruang.
Menyimpan jenis sayuran tersebut di kulkas dapat mengubah tekstur, mengurangi cita rasa, bahkan mempercepat kerusakan. Pada kentang, suhu dingin dapat mengubah pati menjadi gula sehingga berpotensi meningkatkan pembentukan akrilamida saat dimasak dengan suhu tinggi seperti digoreng atau dipanggang.
Simpan jenis sayuran tersebut di tempat yang sejuk, kering, memiliki sirkulasi udara baik, dan jauh dari paparan sinar matahari langsung.
Sebagian orang memilih membekukan sayuran seperti jagung, kacang polong, brokoli, atau kembang kol agar lebih tahan lama. Namun, langsung memasukkan sayuran mentah ke freezer tanpa proses yang tepat bisa menurunkan kualitasnya.
Pembekuan tanpa blanching tidak menghentikan aktivitas enzim secara maksimal. Akibatnya, warna, tekstur, dan rasa sayuran dapat berubah meskipun sudah berada dalam kondisi beku.
Lakukan blanching dengan merebus sayuran selama sekitar 2-3 menit, kemudian segera masukkan ke air es sebelum dibekukan. Proses ini membantu mempertahankan kualitas sekaligus mengurangi jumlah mikroorganisme pada permukaan sayuran.
6. Tidak menyimpan sayuran matang dengan benar
Sayuran yang sudah dimasak juga perlu diperhatikan cara penyimpanannya. Membiarkan sayuran matang terlalu lama di suhu ruang dapat meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri.
Selain itu, penyimpanan yang tidak tepat dapat menyebabkan perubahan nitrat alami dalam sayuran menjadi nitrit yang berbahaya, terutama bagi bayi karena dapat memicu kondisi yang dikenal sebagai blue baby syndrome.
Simpan sayuran matang di kulkas setelah suhunya turun dan jangan membiarkannya terlalu lama di luar ruangan. Sebelum dikonsumsi kembali, panaskan makanan secara menyeluruh agar lebih aman.
Menjaga kesegaran sayuran sebenarnya tidak sulit jika mengetahui cara penyimpanan yang benar. Dengan menghindari berbagai kesalahan saat menyimpan sayuran di kulkas, kualitas bahan makanan dapat bertahan lebih lama, risiko kontaminasi berkurang, dan kebiasaan membuang makanan bisa diminimalkan.