Jangan Simpan Sayuran di Kulkas dengan 6 Cara ini, Bikin Cepat Busuk
3. Menyimpan sayuran bersama buah tanpa dipisahkan
Mencampur buah dan sayuran dalam satu tempat juga termasuk kesalahan yang perlu diperhatikan. Beberapa buah seperti apel dan pir menghasilkan gas etilen, yaitu gas alami yang membantu proses pematangan.
Jika disimpan bersama sayuran yang sensitif terhadap etilen seperti brokoli, mentimun, dan sayuran hijau, gas tersebut dapat mempercepat perubahan warna, membuat sayuran layu, hingga lebih cepat rusak.
Sebaiknya, pisahkan tempat penyimpanan buah dan sayuran. Simpan buah dalam wadah tersendiri atau bungkus terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam kulkas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
4. Memasukkan semua jenis sayuran ke kulkas
Tidak semua sayuran membutuhkan suhu dingin untuk tetap segar. Beberapa jenis sayuran seperti kentang, ubi, bawang putih, bawang merah, talas, dan labu justru lebih baik disimpan pada suhu ruang.
Menyimpan jenis sayuran tersebut di kulkas dapat mengubah tekstur, mengurangi cita rasa, bahkan mempercepat kerusakan. Pada kentang, suhu dingin dapat mengubah pati menjadi gula sehingga berpotensi meningkatkan pembentukan akrilamida saat dimasak dengan suhu tinggi seperti digoreng atau dipanggang.
Simpan jenis sayuran tersebut di tempat yang sejuk, kering, memiliki sirkulasi udara baik, dan jauh dari paparan sinar matahari langsung.
5. Membekukan sayuran tanpa proses blanching
Sebagian orang memilih membekukan sayuran seperti jagung, kacang polong, brokoli, atau kembang kol agar lebih tahan lama. Namun, langsung memasukkan sayuran mentah ke freezer tanpa proses yang tepat bisa menurunkan kualitasnya.
Pembekuan tanpa blanching tidak menghentikan aktivitas enzim secara maksimal. Akibatnya, warna, tekstur, dan rasa sayuran dapat berubah meskipun sudah berada dalam kondisi beku.
Lakukan blanching dengan merebus sayuran selama sekitar 2-3 menit, kemudian segera masukkan ke air es sebelum dibekukan. Proses ini membantu mempertahankan kualitas sekaligus mengurangi jumlah mikroorganisme pada permukaan sayuran.
6. Tidak menyimpan sayuran matang dengan benar
Sayuran yang sudah dimasak juga perlu diperhatikan cara penyimpanannya. Membiarkan sayuran matang terlalu lama di suhu ruang dapat meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri.
Selain itu, penyimpanan yang tidak tepat dapat menyebabkan perubahan nitrat alami dalam sayuran menjadi nitrit yang berbahaya, terutama bagi bayi karena dapat memicu kondisi yang dikenal sebagai blue baby syndrome.
Simpan sayuran matang di kulkas setelah suhunya turun dan jangan membiarkannya terlalu lama di luar ruangan. Sebelum dikonsumsi kembali, panaskan makanan secara menyeluruh agar lebih aman.
Menjaga kesegaran sayuran sebenarnya tidak sulit jika mengetahui cara penyimpanan yang benar. Dengan menghindari berbagai kesalahan saat menyimpan sayuran di kulkas, kualitas bahan makanan dapat bertahan lebih lama, risiko kontaminasi berkurang, dan kebiasaan membuang makanan bisa diminimalkan.
(gas/asr) Add
as a preferred source on Google
