Mengenal Estetika Klasik yang Kini Kembali Tren

CNN Indonesia
Kamis, 09 Jul 2026 16:00 WIB
Ilustrasi. Estetika klasik, jadi pilihan hunian saat ini. (Foto: istockphoto/AzmanL)
Jakarta, CNN Indonesia --

Popularitas gaya arsitektur midcentury modern yang simpel dan fungsional memang belum sepenuhnya pudar. Namun, belakangan ini para desainer interior dan arsitek global mendeteksi adanya pergeseran selera.

Melansir House Beautiful, masyarakat saat ini tampaknya mulai merindukan hunian yang terasa lebih hangat, memiliki karakter yang kuat, dan menyajikan detail pengerjaan tangan yang bernilai seni tinggi.

Salah satu yang kini tengah bersiap kembali naik daun adalah gaya arsitektur klasik, termasuk aliran Arts and Crafts yang sempat populer pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Berbeda dengan konsep modern yang mengagungkan produksi massal, gaya arsitektur klasik justru merayakan sebuah proses desain yang lebih lambat, personal, dan mendalam.

Lantas, apa saja elemen kunci yang membuat estetika arsitektur klasik ini begitu memikat dan relevan untuk diterapkan pada hunian modern saat ini? Berikut penjelasannya, melansir Country Living:

1. Fungsi jujur yang sederhana

Salah satu ciri khas utama dari kembalinya tren klasik adalah penerapan prinsip honest function atau fungsi yang jujur. Artinya, setiap elemen arsitektur dibuat bukan sekadar sebagai tempelan hiasan, melainkan memiliki fungsi nyata yang menyatu dengan estetika ruang.

2. 'Kembali' ke alam

Material kayu dengan tonasi warna yang hangat kini kembali banyak diburu untuk mengisi area langit-langit berbalok (coffered ceilings) maupun elemen struktural lainnya. Penggunaan kayu berkualitas memberikan kesan kokoh sekaligus menghadirkan atmosfer ruang yang intim dan menenangkan, sesuatu yang sering kali absen dalam rumah bergaya minimalis ekstrem yang cenderung kaku.

Selain itu, sentuhan kaca patri (stained glass) berwarna-warni di area pintu utama kembali diminati untuk memberikan kualitas pencahayaan alami yang dramatis sekaligus estetis pada koridor rumah di waktu-waktu tertentu.

3. Sentuhan Klasik yang Ramah Zaman

Membawa nuansa klasik ke era modern bukan berarti menduplikasi bangunan masa lalu secara kaku. Desainer masa kini lebih memilih untuk menginterpretasikan ulang elemen-elemen terbaik dari masa lalu untuk disesuaikan dengan kebutuhan hidup abad ke-21.

Tren adaptasi ini juga mulai menangkap pasar properti tanah air. Konsumen kini tidak hanya mencari fungsionalitas, tetapi juga estetika eksterior yang memiliki prestise dan keindahan visual jangka panjang.

Merespons tren kebutuhan tersebut, beberapa pengembang mulai mengadopsi gaya arsitektur abadi ini. Paramount Petals bahkan memperkenalkan Mimosa yang mengusung konsep American Classic.

Direktur Planning & Design Paramount Land, Henry Napitupulu mengatakan kehadiran desain klasik modern ini merupakan jawaban atas kebutuhan masyarakat akan hunian masa kini yang nyaman sekaligus bernilai tinggi.

"Mengusung konsep premium within reach, kami menghadirkan desain premium yang dapat dinikmati semua kalangan," ujar Henry.

Ia menambahkan bahwa adaptasi gaya klasik tersebut diwujudkan melalui detail atap mansard berbahan bitumen yang mewah, jendela berukuran besar untuk ventilasi yang optimal, hingga detail profil architrave yang memikat pada bagian pintu masuk.

Agar tetap fungsional bagi keluarga modern, penataan ruang di dalamnya mengadopsi konsep open plan yang lapang dan fleksibel. Langkah ini membuktikan bahwa estetika klasik ketika dipadukan dengan tata ruang modern yang efisien serta didukung oleh infrastruktur kawasan yang matang seperti akses tol langsung dapat menciptakan sebuah kawasan hunian yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga adaptif dan berkelanjutan untuk masa depan.

(tis/tis)


Saksikan Video di Bawah Ini:

14 Hari Mencoba Minuman C+Collagen

KOMENTAR

TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK