Kolaborasi METRO dan Kemendag Antar Produk UMKM Tembus Ritel Modern
METRO Department Store berkolaborasi dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI akses pasar produk UMKM ke jaringan ritel modern.
Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di gerai Metro di Trans Studio Mall Cibubur, Kamis (9/7).
Kolaborasi antara Kemendag dan METRO disebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar dapat menembus jaringan ritel yang lebih luas.
Selain itu, dengan masuknya produk UMKM ke ritel, bisa meningkatkan daya saing produk lokal di pasar domestik.
Acara ini dihadiri oleh Presiden Komisaris Metro Department Store Anita Ratnasari Tanjung dan Menteri Perdagangan Budi Santoso. Hadir pula 11 pelaku UMKM yang produknya lolos kurasi Metro Department Store serta 40 UMKM yang akan masuk ke tahap kurasi selanjutnya.
Anita mengatakan Metro yang berada di bawah ekosistem CT Corp selalu mengedepankan produk lokal, terutama dari UMKM. Terbukti dari porsi produk lokal sudah mencapai 60 persen di Metro.
"Jadi sudah 60 persen produk-produk UMKM di Metro. Tidak saja di Jakarta, tetapi di daerah-daerah luar Jakarta," ujar Anita dalam sambutannya di acara bertajuk "Launching Akses Pasar Produk UMKM ke Jaringan Metro Department Store."
Ia melanjutkan, ekosistem CT Corp juga mendukung pemasaran dan kemudahan berbelanja konsumen, sehingga bisa mendukung brand awareness dan penjualan produk UMKM di Metro Department Store.
Selain memiliki jaringan media yang luas, CT Corp juga bisa mendukung kemudahan pelanggan untuk bertransaksi melalui Bank Mega, Bank Mega Syariah, hingga Allo Bank.
"Dengan Bank Mega, kita memberikan [diskon untuk] pelanggan Metro Department Store sebesar 10 persen, Mega Syariah juga 10 persen, Allo Bank pun 10 persen. Bahkan kemarin kita juga launching dengan penggunaan Allo Paylater, kita berkontribusi sebesar 20 persen," tutur Anita.
Adapun Budi mengatakan pengamanan pasar dalam negeri dan penguatan produk lokal menjadi salah satu program Kemendag. Memasukkan produk UMKM ke jaringan department store menjadi salah satu perwujudannya.
"Kita ingin pasar kita yang besar di dalam negeri ini diisi oleh produk-produk lokal. Kita tidak anti produk asing, tetapi bagaimana produk lokal ini bisa berdampingan dengan produk asing. Kalau sudah masuk Metro, berarti sudah bisa bersaing dengan produk asing," kata Budi.
Acara "Launching Akses Pasar Produk UMKM ke Jaringan Metro Department Store" dimulai dengan penandatanganan MoU antara Kemendag dan METRO. Penandatanganan ini dilakukan oleh Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Iqbal Shoffan Shofwan dan Komisaris Metro Department Store Yong Hock Hian.
Dilakukan pula penandatanganan kontrak dagang antara 11 UMKM dan Metro Department Store yang diwakili oleh Chief Financial Officer Metro, Bong Merisca. Dengan ini, 11 UMKM yang terpilih bisa memajang produk-produknya di 14 gerai Metro yang tersebar di seluruh Indonesia.
Usai penandatanganan MoU dan kontrak kerja, Budi beserta rombongan Kemendag didampingi Anita dan perwakilan Metro untuk meninjau display produk UMKM yang masuk ke jaringan Metro.
Adapun 40 UMKM lainnya yang berminat memasukkan produknya ke Metro, menerima sosialisasi tata cara menjadi mitra pemasok retail Metro.
Selain pihak Kemendag, Metro Department Store, dan para pelaku UMKM, hadir pula Sekjen Aprindo Wahyudi Hidayat, Ketua APPBI Alphonzus Widjaja, dan Ketua Hippindo Budihardjo Iduanjah.
Kerja sama ini diharapkan dapat membuka ruang lebih besar bagi produk UMKM untuk masuk ke kanal ritel modern, memperluas basis konsumen, serta mendorong peningkatan omzet dan keberlanjutan usaha.
Kementerian Perdagangan dan METRO berharap kolaborasi ini menjadi langkah awal bagi penguatan posisi produk lokal di pasar ritel nasional.
(rti/fef)