Anita Tanjung Sebut Porsi Produk Lokal di METRO Capai 60%

CNN Indonesia
Kamis, 09 Jul 2026 19:45 WIB
Mendukung produk lokal, Presiden Komisaris METRO Department Store Anita Tanjung sebut porsi produk lokal di METRO sudah mendominasi hingga capai 60 persen. (CNN Indonesia/Rhea Febriani Tritami)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Komisaris METRO Department Store Anita Ratnasari Tanjung mengatakan porsi produk lokal, termasuk produk UMKM, sudah mencapai 60 persen di pusat perbelanjaan ini.

Hal ini dinyatakan Anita dalam acara "Launching Akses Pasar Produk UMKM ke Jaringan METRO Department Store" di gerai METRO di Trans Studio Mall Cibubur, Kamis (9/7).

"Kami komitmen untuk selalu mengedepankan produk-produk Indonesia. Ini terbukti sudah 60 persen produk-produk UMKM di METRO telah ada," ujar Anita.

Produk-produk lokal ini tersebar tak hanya di Jakarta, tetapi juga di 14 gerai METRO yang ada di seluruh Indonesia.

Anita mengatakan, mendominasinya produk lokal di METRO tak lepas dari kepemilikan CT Corp terhadap METRO yang mencapai 100 persen. Sebelumnya, department store ini dimiliki oleh Metro Holding Singapore.

Oleh karena itu, METRO menyambut baik kolaborasi dengan Kementerian Perdagangan untuk membuka akses pasar produk UMKM ke jaringan ritel modern. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada kesempatan yang sama.

Adapun pada tahap pertama, terdapat 11 UMKM yang terpilih bisa memajang produk-produknya di 14 gerai Metro yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Ini menandakan bahwa kita terus support program UMKM, tentunya di METRO. Produk-produk UMKM yang sudah ada di METRO tentunya sudah dikurasi terlebih dahulu dan juga ini merupakan langkah yang sangat baik, karena dilihat dari kualitasnya sudah sangat baik," tutur Anita.

Menteri Perdagangan Budi Santoso (tengah) didampingi Presiden Komisaris METRO Department Store Anita Tanjung (kiri) meninjau produk UMKM di gerai METRO di Trans Studio Mall Cibubur, Kamis (9/7). (CNN Indonesia/Rhea Febriani Tritami)

Adapun Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan dahulu ada kewajiban memasukkan 30 persen produk lokal ke retail modern. Namun ketimbang dibuat sebagai kewajiban, kini Kemendag mendorong pola kemitraan atau kolaborasi.

Budi pun menyambut baik capaian METRO yang sudah berhasil membesarkan porsi produk lokal hingga 60 persen di gerai-gerainya.

"Artinya produk-produk kita kualitasnya sudah semakin bagus, sudah semakin diterima oleh masyarakat. Dengan diterima [produk lokal] di Metro, berarti sebenarnya masyarakat sudah menilai bahwa produk tersebut standar atau kualitasnya sudah cukup bagus," ujar Budi.

Acara "Launching Akses Pasar Produk UMKM ke Jaringan METRO Department Store" dimulai dengan penandatanganan MoU antara Kemendag dan METRO.

Penandatanganan ini dilakukan oleh Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Iqbal Shoffan Shofwan dan Komisaris METRO Department Store Yong Hock Hian.

Setelahnya, dilakukan penandatanganan kontrak dagang antara 11 UMKM dan METRO Department Store yang diwakili oleh Chief Financial Officer METRO, Bong Merisca.

Usai penandatanganan MoU dan kontrak kerja, rombongan Kemendag didampingi METRO Department Store meninjau display produk UMKM yang masuk ke jaringan METRO.

Adapun 40 UMKM lainnya yang turut hadir dalam acara ini dan berminat memasukkan produknya ke METRO, menerima sosialisasi tata cara menjadi mitra pemasok retail Metro.

Selain pihak Kemendag, METRO Department Store, dan para pelaku UMKM, hadir pula Sekjen Aprindo Wahyudi Hidayat, Ketua APPBI Alphonzus Widjaja, dan Ketua Hippindo Budihardjo Iduanjah.

(rti)


Saksikan Video di Bawah Ini:

VIDEO: Metro Apreciation Gala 2026

KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK