Intip Koleksi Tas Erling Haaland, Ada yang Harga Setara Rumah Jakarta

CNN Indonesia
Rabu, 15 Jul 2026 07:30 WIB
Selain sebagai pesepakbola, Erlind Haaland juga dikenal sebagai ikon fesyen.
Selain sebagai pesepakbola, Erlind Haaland juga dikenal dengan koleksi tas-tas mewahnya dari berbagai jenama. (via REUTERS/Jan Langhaug)

Berbagai foto yang menangkap penampilan Haaland yang ikonik dengan tas-tas mewahnya pun 'berkeliaran' di media sosial, seiring dengan berlangsungnya ajang Piala Dunia 2026.

Penampilan-penampilannya yang mengagumkan telah memicu diskursus kebebasan berekspresi dan tentang pria beserta handbag yang punya kesan feminim. Perpaduan antara maskulinitas seorang atlet dengan penanda feminim tradisional dari hand-bag tampak mengganggu beberapa kelompok orang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak sedikit orang yang mempertanyakan konsep maskulinitas para pesepakbola seperti Haaland. Tak sedikit juga yang mengaitkan foto-foto tersebut dengan orientasi seksual tertentu.

"Saya tak mengerti mengapa seorang pria dewasa ingin membawa sebuah hand-bag," ujar seorang pengguna Instagram, mengutip CNN.

Namun, Haaland bukan satu-satunya pesepakbola yang gemar menenteng tas-tas mewah yang lebih sering diidentikkan dengan perempuan.

Bintang sepakbola Argentina, Lionel Messi memiliki tas kargo HAC 40 dari Hermes yang selalu dibawanya saat bepergian. Bek Belanda sekaligus penggemar mode Virgil van Dijk juga memiliki tas kulit abu-abu muda. Begitu pula dengan David Beckham yang memiliki beberapa koleksi tas kecil.

Penata gaya Jack Savoie melihat hal tersebut menandakan adanya peningkatan apresiasi terhadap hal-hal yang indah, terlepas dari urusan gender atau konsep maskulin-feminin.

"Saya tak tahu mengapa tas-tas ini memiliki gender," ujarnya.

Toh, menurutnya, setiap orang berhak mengenakan apa pun yang disukai, terlepas makna yang dibangun oleh barang tersebut.

"Saya rasa selama ini orang-orang selalu diberi tahu apa yang boleh dan tidak boleh mereka kenakan. Tapi, sekarang ada pergeseran di mana orang berkata 'saya tidak peduli," ujar Savoie. "Jika itu membuat saya bahagia, maka saya akan mengenakannya sesuai keinginan saya."

Savoie merujuk pada banyaknya atlet pria yang mengenakan perhiasan mewah. Mereka tampak asyik mengenakan perhiasan, meski itu kerap diasosiakan dengan kesan feminin.

Hermes HAC sendiri dikategorikan sebagai 'hiperfeminin'. Tas tersebut diciptakan pada akhir abad ke-19 sebagai tas jinjing untuk perlengkapan berkuda. Hermes bahkan baru memperkenalkan handbag yang secara khusus dipasarkan untuk perempuan beberapa dekade kemudian.

(asr) Add as a preferred
source on Google

HALAMAN:
1 2