Apa yang Terjadi pada Tubuh Jika Makan Daging Merah Setiap Hari?
Daging merah banyak dipakai dalam hidangan khas Nusantara. Namun daging merah banyak dikaitkan dengan beragam masalah kesehatan. Memangnya apa yang terjadi pada tubuh jika makan daging merah setiap hari?
Banyak masakan Nusantara yang menggunakan daging merah. Sebut saja gulai kambing, rendang sapi, sate, juga soto. Sulit sekali melewatkan santapan lezat ini. Namun konsumsi daging merah terus-menerus tentu mendatangkan risiko kesehatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir dari Health, asupan tinggi daging merah dikaitkan dengan tekanan darah tinggi.
Hanya saja, studi menunjukkan bahwa konsumsi daging merah lebih banyak terutama daging merah olahan lebih berpeluang terkena hipertensi dan penyakit jantung dibanding mereka yang tidak.
Daging merah olahan ini termasuk sosis, bacon, deli, juga salami. Daging olahan biasanya tinggi natrium sehingga membuat tubuh menahan air dan meningkatkan kadar tekanan darah.
Selain itu, terdapat kandungan pengawet seperti natrium nitrit yang bisa memicu peradangan dan meningkatkan tekanan darah.
Konsumsi daging merah terutama daging olahan pun terkait dengan risiko kanker seperti, kanker kolorektal dan kanker payudara.
Melihat deret risiko kesehatan, sebaiknya kamu membatasi konsumsi daging merah. Institut Penelitian Kanker Amerika merekomendasikan untuk membatasi konsumsi daging merah tidak lebih dari tiga porsi per minggu.
Kemudian untuk daging merah olahan, sebisa mungkin dihindari.
Makan ini bersama daging merah
Asal sesuai rekomendasi, daging merah tidak akan memicu masalah kesehatan. Namun yang kerap dikeluhkan adalah masalah pencernaan. Beberapa orang mengalami sembelit setelah makan daging merah.
Menghimpun informasi dari berbagai sumber, konsumsi daging merah sebaiknya dipadukan dengan sayuran tinggi serat dan makanan yang mengandung enzim yang membantu pencernaan.
Ilustrasi. Sebaiknya konsumsi daging merah bersama makanan yang dapat melancarkan pencernaan salah satunya kimchi. (pexels.com/makafood) |
Beberapa makanan yang disarankan antara lain, nanas, kiwi, kimchi, jahe, brokoli, dan asparagus.
Nanas dan kiwi mengandung bromelain dan acnitidin. Kedua enzim ini membantu mencerna protein dan mengurangi begah di perut.
Sementara itu, jahe yang mengandung gliserol mampu menstimulasi enzim pencernaan dan bikin nyaman perut.
Sayuran hijau dan makanan fermentasi mampu melancarkan pencernaan dan mendukung mikrobioma usus.
(els) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]

