10 Kebiasaan Makan yang Merusak Lambung, Jangan Dianggap Sepele

CNN Indonesia
Senin, 20 Jul 2026 06:00 WIB
Ilustrasi sakit perut
Ilustrasi. Beberapa kebiasaan ternyata bisa merusak lambung. (iStock/torwai)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Lambung berperan penting dalam mencerna makanan sebelum nutrisi diserap oleh tubuh. Namun tanpa disadari, ada sejumlah kebiasaan makan yang merusak lambung dan dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan pencernaan.

Jika terus dilakukan, kebiasaan tersebut berpotensi memicu sakit maag, asam lambung naik (GERD), radang lambung (gastritis), hingga tukak lambung. Agar kesehatan lambung tetap terjaga, berikut beberapa kebiasaan makan yang sebaiknya mulai dihindari:

1. Sering melewatkan waktu makan

Menurut Mission Gastro Hospital, salah satu kebiasaan makan yang dapat merusak lambung adalah sering melewatkan waktu makan. Banyak orang sengaja melewatkan sarapan atau menunda makan karena kesibukan. Padahal, lambung tetap memproduksi asam meski tidak ada makanan yang masuk.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akibatnya, dinding lambung dapat mengalami iritasi sehingga memicu rasa perih atau nyeri. Makan secara teratur membantu menjaga produksi asam lambung tetap seimbang sehingga sistem pencernaan dapat bekerja lebih optimal.

2. Makan dalam porsi berlebihan

Makan terlalu banyak membuat lambung bekerja lebih keras untuk mencerna makanan. Kondisi ini menyebabkan lambung meregang dan menghasilkan lebih banyak asam.

Akibatnya, Anda bisa mengalami perut begah, mual, gangguan pencernaan, hingga asam lambung naik ke kerongkongan. Sebaiknya makan dalam porsi secukupnya dan berhenti sebelum merasa terlalu kenyang.

3. Terlalu sering mengonsumsi makanan olahan

Makanan instan, makanan cepat saji, dan camilan kemasan umumnya tinggi garam, gula, lemak jenuh, serta bahan tambahan pangan. Selain rendah serat, makanan jenis ini juga dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik di saluran cerna.

Jika dikonsumsi terlalu sering, makanan olahan dapat meningkatkan risiko peradangan pada lambung sekaligus memicu gangguan pencernaan.

4. Makan terlalu cepat

Kebiasaan makan terburu-buru membuat makanan tidak dikunyah dengan baik. Akibatnya, lambung harus bekerja lebih keras untuk menghancurkan makanan yang masuk.

Selain itu, makan terlalu cepat juga membuat lebih banyak udara ikut tertelan. Kondisi ini dapat memicu perut kembung, sering bersendawa, dan rasa tidak nyaman setelah makan.

5. Kurang mengonsumsi makanan berserat

Serat berperan penting dalam menjaga kesehatan saluran cerna dan membantu memperlancar proses pencernaan. Jika asupan serat kurang, proses pencernaan menjadi lebih lambat sehingga dapat menyebabkan sembelit, perut terasa penuh, dan tidak nyaman.

Perbanyak konsumsi buah, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian untuk memenuhi kebutuhan serat harian.

6. Terlalu banyak minum kopi

Kopi memang dapat meningkatkan energi, tetapi konsumsi berlebihan juga dapat merangsang produksi asam lambung. Jika diminum saat perut kosong, risiko iritasi lambung bisa semakin besar. Bagi penderita maag atau GERD, membatasi konsumsi kopi dapat membantu mengurangi munculnya keluhan.

7. Sering mengonsumsi makanan pedas dan berlemak

Tidak semua orang sensitif terhadap makanan pedas. Namun, pada sebagian orang, makanan pedas dan tinggi lemak dapat memperburuk gejala maag maupun asam lambung.

Selain itu, makanan berlemak membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna sehingga lambung bekerja lebih berat dan rasa tidak nyaman lebih mudah muncul.

8. Terlalu sering mengonsumsi obat pereda nyeri

Obat pereda nyeri seperti ibuprofen atau aspirin dapat mengurangi lapisan pelindung lambung apabila digunakan terlalu sering tanpa pengawasan dokter. Akibatnya, lambung menjadi lebih rentan mengalami iritasi, peradangan, bahkan luka.

Jika harus menggunakan obat-obatan tersebut dalam jangka panjang, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

9. Minum alkohol dan merokok

Alkohol dapat mengiritasi lapisan lambung sekaligus meningkatkan produksi asam lambung. Sementara itu, menurut Felix Hospital, kebiasaan merokok dapat mengganggu aliran darah ke lambung dan melemahkan sistem pelindung alaminya.

Kedua kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko gastritis, tukak lambung, hingga memperparah refluks asam lambung.

10. Makan saat sedang stres

Saat stres, tubuh menghasilkan hormon yang dapat memengaruhi kerja sistem pencernaan. Produksi asam lambung bisa meningkat, sementara proses pencernaan menjadi lebih lambat.

Akibatnya, perut terasa perih, kembung, mual, atau gejala maag menjadi lebih sering kambuh. Karena itu, usahakan makan dalam suasana yang tenang dan tidak terburu-buru agar sistem pencernaan dapat bekerja lebih optimal.

Itulah sejumlah kebiasaan makan yang merusak lambung yang sebaiknya dihindari. Dengan menerapkan pola makan yang lebih teratur dan sehat, risiko gangguan lambung dapat dikurangi sehingga kesehatan sistem pencernaan tetap terjaga.

(sac/tis) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]