7 Ciri Orang yang Punya Emotional Intelligence Tinggi, Kamu Termasuk?
Mungkin kamu dibuat heran dengan orang yang tampak tenang dalam cobaan atau dalam percakapan sulit. Sikap ini menunjukkan orang memiliki kecerdasan emosional (emotional intelligence) tinggi. Berikut ciri orang yang punya emotional intelligence tinggi.
Kecerdasan emosional tak kalah penting dari kecerdasan intelektual. Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk memahami, mengelola, dan mengekspresikan emosi dengan cara yang sehat.
Orang dengan kecerdasan emosional tinggi juga mampu memahami dan merespons emosi orang lain dengan baik. Mereka pun cenderung punya hubungan yang kuat, sehat secara mental, dan sukses dalam kehidupan karier atau pendidikan.
Ciri orang yang punya emotional intelligence tinggi
Kecerdasan emosional kerap muncul dalam cara yang tidak disadari dalam kehidupan. Berbeda dengan kecerdasan intelektual yang tampak dari nilai di sekolah atau hasil tes.
Kendati demikian, jika kamu menemukan beberapa ciri berikut, berarti orang yang sedang kamu hadapi adalah orang dengan kecerdasan emosional tinggi.
1. Berhenti sebelum bereaksi
Dalam situasi sarat emosi, orang dengan kecerdasan emosional tinggi memilih untuk berhenti sejenak sebelum merespons.
Di momen berhenti ini, orang memperlambat momen, memilih respons, dan terlibat dalam interaksi ketimbang membiarkan emosi mengendalikan interaksi.
Melansir dari Real Simple, konselor klinis Matt Grammer berkata konflik dalam hubungan bisa meningkat dalam hitungan detik saat orang merasa dikritik, diabaikan, atau disalahpahami.
2. Mampu mengidentifikasi dan menamakan emosi sejak dini
Kemampuan mengidentifikasi dan menamakan emosi sejak dini muncul dari kesadaran diri dan wawasan emosional.
"Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa mereka marah, cemas, menjauh, atau kesal sampai mereka meledak, menutup diri, menarik diri, atau bertindak secara emosional di luar karakter mereka," jelas Grammer.
3. Memvalidasi orang lain
Ciri orang yang punya emotional intelligence tinggi salah satunya menunjukkan empati dengan memvalidasi orang lain tanpa langsung mencoba menyelesaikan masalah mereka.
Sebaliknya, mereka mengajukan pertanyaan yang membantu orang untuk mengidentifikasi hambatan perubahan dan sumber motivasi bagi diri mereka.
4. Mau menerima kritik
Tanggapan atau kritik orang lain tidak membuat orang dengan kecerdasan emosional tinggi takut atau kesal. Melansir dari Scott Mautz, mereka tahu bagaimana menerima kritik dengan tenang dan tidak sombong karena diberi feedback positif.
Grammer menambahkan kritik kerap ditanggapi dengan rasa ingin tahu ketimbang sikap defensif. Rasa ingin tahu ini mengarah pada pertanyaan klarifikasi atau seperti apa situasi itu memengaruhi orang lain.
5. Gampang minta maaf
Orang yang mudah meminta maaf menandakan seseorang cerdas secara emosional. Orang-orang ini punya kerendahan hati untuk mengakui kesalahan dan kemauan untuk berkontribusi dalam memperbaikinya.
6. Bergerak untuk memproses ketegangan emosional
Tak banyak yang sadar bahwa bergerak berguna untuk melepaskan ketegangan emosional. Orang dengan kecerdasan emosional tinggi sadar akan hal ini.
Mereka tahu bahwa gerakan fisik membantu mengatur sistem saraf. Gerakan ini bisa berupa berjalan, peregangan, atau bersih-bersih.
7. Jadi 'magnet' orang yang punya masalah
Hal ini bukan berarti orang yang punya emotional intelligence tinggi tidak punya masalah. Mereka punya empati sehingga menarik orang untuk datang membawa persoalan mereka.
Orang-orang ini dianggap mampu jadi pendengar yang baik, memberikan nasihat yang diperlukan, dan bijak menanggapi masalah.
(els)