Ahli Ingatkan Tak Perlu Terobsesi Tidur 8 Jam Tiap Malam, Kenapa?

CNN Indonesia
Minggu, 19 Jul 2026 04:00 WIB
Ilustrasi. Kamu sebenarnya tak perlu terobsesi dengan tidur 7-8 jam setiap malam. (Getty Images/PonyWang)
Jakarta, CNN Indonesia --

Terlihat pasif tapi sebenarnya tidur adalah proses fisik yang luar biasa. Sebagian orang pun mengejar kecukupan tidur sesuai rekomendasi yakni 7-8 jam setiap malam. Namun para ahli mengingatkan untuk tidak terlalu memaksakan diri harus memenuhi target.

Selama tidur, terjadi beragam proses biologis penting. Tubuh memulihkan otot, menurunkan tekanan darah, juga proses pembersihan sisa metabolisme yang berbahaya.

Oleh karenanya, tidur kurang berkualitas atau kurang kuantitas jadi sesuatu yang mengkhawatirkan. Bermodal smart watch, orang mulai melacak kebiasaan tidur dan mencoba memperbaiki sehingga mencapai sesuatu yang ideal.

Jangan sampai kurang tidur atau kelebihan tidur. Keduanya sama-sama tidak disarankan dan berkaitan dengan dengan risiko kesehatan.

Akan tetapi, sebenarnya ukuran jam tidur ideal rupanya tidak bisa diberlakukan secara umum.

Direktur pengobatan perilaku tidur di Universitas Pennsylvania Michael Perlis berkata rekomendasi medis tidur selama 7-8 jam efektif buat banyak orang tapi "tidak untuk semua". Kenapa?

"Karena tidak memperhitungkan jenis kelamin, usia, durasi tipikal periode bangun individu, jumlah pengeluaran mental dan fisik per hari, kesehatan, dan kebutuhan tidur basal," ujar Perlis mengutip dari CNA.

Ketimbang durasi, kualitas dan keteraturan rutinitas tidur sebenarnya lebih penting. Tidur selama 6,5 jam bisa berkualitas baik jika dilakukan konsisten tiap malam dan dilakukan di waktu yang sama.

Kebiasaan tersebut bisa lebih baik ketimbang tidur 8 jam tapi terfragmentasi, penuh kecemasan, dan jamnya bervariasi tiap malam.

(els)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK