8 Cara Ayah Membangun Bonding dengan Bayi Sejak Dini

CNN Indonesia
Rabu, 29 Jul 2026 03:00 WIB
Ilustrasi. Bonding ayah dan anak. (ANTARA FOTO/Jessica Wuysang)
Jakarta, CNN Indonesia --

Cara ayah membangun bonding dengan bayi sejak dini menjadi salah satu aspek penting yang semakin mendapat perhatian dalam dunia pengasuhan anak. Berbagai lembaga, termasuk Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), terus mendorong keterlibatan ayah sejak masa awal kehidupan buah hati.

Peran ayah tidak hanya membantu meringankan tanggung jawab ibu, tetapi juga berkontribusi besar terhadap perkembangan emosional, sosial, hingga kesehatan mental anak di masa depan.

Bonding atau ikatan batin merupakan hubungan emosional yang terjalin antara orang tua dan anak. Ikatan ini mulai terbentuk sejak bayi lahir, bahkan sejak masih berada di dalam kandungan. Semakin sering bayi mendapatkan perhatian, sentuhan, dan interaksi positif dari ayah, semakin kuat pula rasa aman yang dimilikinya.

Selama ini masih banyak anggapan bahwa merawat bayi sepenuhnya merupakan tugas ibu. Padahal, berbagai penelitian menunjukkan keterlibatan ayah dalam pengasuhan dapat mendukung perkembangan otak, kemampuan berkomunikasi, hingga membangun rasa percaya diri anak saat tumbuh dewasa.

Ikatan emosional juga tidak dibangun melalui hadiah mahal atau waktu yang panjang. Sebaliknya, bonding lahir dari rutinitas sederhana yang dilakukan secara konsisten. Sentuhan hangat, tatapan mata, pelukan, hingga suara ayah menjadi stimulasi yang membantu bayi mengenali dan merasa dekat dengan sosok ayahnya.

Cara ayah membangun bonding dengan bayi sejak dini

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan ayah untuk mempererat ikatan dengan si kecil:

1. Lakukan kontak kulit (skin-to-skin contact)

Salah satu cara yang paling dianjurkan adalah melakukan skin-to-skin contact, yakni memeluk bayi dengan dada yang bersentuhan langsung dengan kulitnya. Kontak ini membantu menstabilkan suhu tubuh, detak jantung, dan pernapasan bayi, sekaligus membuatnya merasa lebih nyaman dan aman.

Bagi ayah, momen sederhana ini juga menjadi awal yang baik untuk membangun kedekatan emosional sejak hari-hari pertama kelahiran.

2. Terlibat dalam rutinitas harian bayi

Ayah dapat ikut memandikan bayi, mengganti popok, menenangkan saat menangis, atau membantu menidurkan si kecil pada malam hari. Aktivitas sehari-hari tersebut membuat bayi semakin akrab dengan aroma, suara, dan sentuhan ayah.

3. Ajak bayi berkomunikasi

Meski belum memahami arti setiap kata, bayi mampu mengenali suara orang-orang terdekat. Karena itu, biasakan mengajak bayi berbicara, membacakan buku cerita, atau menyanyikan lagu sebelum tidur.

Kebiasaan ini tidak hanya membantu perkembangan bahasa, tetapi juga mempererat hubungan emosional antara ayah dan anak.

4. Berikan sentuhan dan tatapan penuh perhatian

Tatapan mata, pelukan, senyuman, serta sentuhan lembut saat menggendong atau mengajak bermain merupakan bentuk komunikasi yang penting bagi bayi. Interaksi sederhana ini membantu si kecil merasa dicintai dan terlindungi.

5. Pelajari teknik pijat bayi

Pijat bayi dapat menjadi media komunikasi melalui sentuhan. Selain membuat tubuh bayi lebih rileks, pijatan juga membantu mempererat kedekatan emosional. Agar tetap aman, ayah sebaiknya mempelajari teknik pijat bayi yang benar dari tenaga kesehatan atau instruktur bersertifikat.

6. Luangkan waktu tanpa gangguan gawai

Kualitas interaksi jauh lebih penting daripada lamanya waktu bersama. Meski memiliki kesibukan bekerja, ayah tetap bisa menyisihkan beberapa menit setiap hari untuk fokus bermain atau berinteraksi dengan bayi tanpa terganggu telepon genggam maupun pekerjaan.

7. Dukung ibu dalam pengasuhan

Membangun bonding tidak selalu harus dilakukan melalui interaksi langsung dengan bayi. Membantu ibu mengurus pekerjaan rumah, menyiapkan perlengkapan bayi, atau bergantian menjaga bayi pada malam hari juga merupakan bentuk keterlibatan ayah yang penting.

Saat ibu merasa terbantu, suasana keluarga menjadi lebih harmonis sehingga bayi pun tumbuh dalam lingkungan yang nyaman.

8. Lakukan secara konsisten

Para ahli perkembangan anak menyebut kehadiran ayah yang aktif dapat meningkatkan rasa percaya diri anak, membantu regulasi emosi, serta memperkuat kemampuan sosial saat memasuki usia sekolah.

Karena itu, cara ayah membangun bonding dengan bayi sejak dini sebaiknya dilakukan secara konsisten. Kehadiran ayah yang hangat, responsif, dan penuh perhatian menjadi investasi jangka panjang bagi tumbuh kembang anak sekaligus memperkuat hubungan keluarga sejak awal kehidupan.

(asp/tis)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK