500 Ribu Turis Serbu Desa Terpencil Gegara Gerhana Matahari Langka

CNN Indonesia
Selasa, 21 Jul 2026 12:00 WIB
Ilustrasi gerhana matahari total. (Gobbaphotographer/Thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia --

Negara dengan jumlah kunjungan wisatawan atau turis terbanyak kedua di dunia, Spanyol, bersiap menyambut fenomena astronomi langka pada tahun ini.

Peristiwa gerhana matahari total diprediksi bakal melintasi wilayah utara Spanyol pada 12 Agustus mendatang untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu abad. Pemerintah setempat membidik kedatangan 500 ribu wisatawan demi mendongkrak sektor pariwisata.

Peristiwa ini menjadi gerhana matahari total pertama di Spanyol sejak 1905. Meski fase "kegelapan total" hanya berlangsung sekitar 90 detik, sorotan dunia dan lonjakan wisatawan diperkirakan memberikan dampak ekonomi jangka panjang, terutama bagi kawasan pedesaan yang kerap terisolasi atau dikenal dengan sebutan "empty Spain".

Jalur kegelapan total imbas gerhana matahari tersebut bakal melintasi wilayah-wilayah pedesaan yang tengah mengalami penurunan populasi, termasuk kawasan Castile dan Leon di utara Spanyol.

"Castile dan Leon jarang menjadi pemberitaan utama, dan sayangnya para turis asing lebih sering menghabiskan waktu di kawasan pesisir pantai. Kami sangat antusias fenomena langka ini terjadi di wilayah kami," ujar Belen Molinuevo Puras (51), seorang antropolog saat mengikuti sesi pengamatan bintang malam hari di Desa Belorado, seperti dilansir AFP.

Sebagai salah satu raksasa pariwisata dunia di bawah Prancis, Spanyol kini berupaya melakukan diversifikasi agar tidak hanya bergantung pada liburan pantai musiman atau berfokus di kota-kota yang mulai mengalami overtourism seperti Barcelona.

Laporan dari platform perjalanan Airbnb pada Mei lalu menyebutkan bahwa fenomena gerhana matahari total, yang akan disusul dua gerhana berikutnya pada 2027 dan 2028, menjadi "kesempatan emas yang belum pernah ada sebelumnya untuk menyeimbangkan arus wisatawan di Spanyol."

Di Kota Burgos, ibu kota provinsi yang bakal menjadi salah satu titik pengamatan terbaik gerhana matahari total, kamar-kamar hotel telah ludes dipesan oleh para pemburu gerhana dari berbagai belahan dunia.

Wakil Wali Kota Burgos, Andrea Ballesteros, mengungkapkan bahwa wisatawan asal Amerika Serikat, Amerika Selatan, Jepang, dan negara-negara Asia lainnya menjadi pendorong utama lonjakan pariwisata ini.

Lucia Molina, resepsionis salah satu hotel di Burgos, menyebut tamu asal China menjadi kelompok terbanyak di hotelnya. Seluruh kamar untuk tanggal 12 Agustus telah dipesan habis sejak 18 bulan lalu, dengan harga melonjak drastis hingga 1.200 euro atau sekitar Rp24,5 juta per malam.

Kedatangan sekitar 500 ribu pengunjung ke kawasan Castile dan Leon, termasuk 40 ribu orang di Kota Burgos saja, menimbulkan tantangan besar di sektor keamanan, kesehatan, dan logistik.

Lonjakan wisatawan harian serta karavan dari negara tetangga seperti Prancis diprediksi bakal memicu kemacetan parah di jalan raya. Selain kendala lalu lintas, para ahli mata juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melihat gerhana secara langsung tanpa pelindung.

(wiw/asr)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK