Sparkling Water Bisa Kurangi Kelelahan Otak? Ini Kata Studi Jepang

CNN Indonesia
Jumat, 31 Jul 2026 02:00 WIB
Para peneliti dari jepang menemukan, air bersoda bisa mengurangi kelelahan otak. Hal ini didapat dari eksperimen terhadap orang yang bermain gim komputer.
Ilustrasi. Para peneliti dari jepang menemukan, air bersoda bisa mengurangi kelelahan otak. Hal ini didapat dari eksperimen terhadap orang yang bermain gim komputer. (iStockphoto/Dogan Kutukcu)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah studi Universitas Tsukuba di Jepang menemukan, minum air dengan kadar karbonasi tinggi atau sparkling water saat bermain video game bisa membantu mengurangi rasa lelah otak sekaligus meningkatkan kenikmatan bermain seseorang.

Para peneliti menduga, sensasi buih yang menusuk pada air tersebut merangsang saraf di otak, sehingga memengaruhi tingkat fokus dan perasaan nyaman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Air dengan kandungan karbonasi tinggi juga efektif untuk orang dewasa yang bekerja dan menghabiskan hari-hari mereka di depan komputer," kata salah satu peneliti, dilansir The Japan News.

Penelitian ini dilakukan oleh tim yang melibatkan Shion Takahashi, mahasiswa program doktoral tahun ketiga berusia 28 tahun, dan Takashi Matsui, profesor madya biokimia olahraga di universitas tersebut.

Studi ini muncul di tengah kebiasaan banyak orang yang menyeruput kopi manis atau minuman berenergi ketika merasa lelah secara mental. Biasanya, setelah bekerja di depan komputer atau bermain gim.

Meski dapat membantu sementara, konsumsi gula dan kafein berlebihan bisa berisiko memicu penyakit terkait gaya hidup. Oleh karena itu, tim peneliti memfokuskan perhatian pada air berkarbonasi tinggi tanpa pemanis.

Para peneliti melakukan eksperimen yang melibatkan 14 laki-laki dan perempuan berusia rata-rata 22,9 tahun. Para peserta diminta bermain gim e-sports sepak bola selama tiga jam.

Mereka meminum air berkarbonasi tinggi setiap satu jam, sambil menjalani tes berkala untuk mengukur tingkat kelelahan, kadar glukosa darah, dan denyut jantung. Pada hari lain, peserta memainkan gim yang sama dengan air tanpa karbonasi sebagai pembanding.

Hasil penelitian menunjukkan, dibandingkan dengan air biasa, air berkarbonasi tinggi tidak hanya mencegah peningkatan rasa lelah, tetapi juga meningkatkan rasa senang peserta selama bermain.

Studi itu juga menemukan, kemampuan peserta dalam mengambil keputusan, baik dari sisi kecepatan maupun ketepatan, jauh lebih terjaga.

Adapun pengukuran kadar glukosa darah dan hormon stres dalam air liur tidak menunjukkan perbedaan berarti antara sesi air berkarbonasi tinggi dan air tanpa karbonasi. Temuan ini mengindikasikan, tubuh tidak mengalami beban metabolik besar seperti yang kerap terjadi pada minuman manis.

Menariknya, peserta yang meminum air berkarbonasi tinggi juga melakukan lebih sedikit pelanggaran saat bermain. Ini menandakan adanya peningkatan kontrol diri.

Menurut Matsui, sensasi buih tajam pada tenggorokan diduga diteruskan ke batang otak dan merangsang aktivitas saraf.

"Dalam kehidupan nyata, jika kita minum air berkarbonasi tinggi alih-alih minuman manis, kita mungkin bisa menghindari membuat komentar yang tidak perlu kepada orang-orang di sekitar kita, bahkan ketika kita lelah," kata Matsui sambil berkelakar.

Namun perlu diingat, minuman berkarbonasi yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu air soda atau sparkling water yang tak mengandung pemanis tambahan apa pun. Jadi, pilih minuman Anda dengan bijak.

(rti)