Katanya Bahaya bagi Janin, Apakah Bumil Boleh Makan Durian?

CNN Indonesia
Rabu, 29 Jul 2026 01:00 WIB
Banyak yang beranggapan makan durian bisa membahayakan janin dalam kandungan ibu hamil. Namun benarkah demikian? Ini penjelasan medisnya.
Ilustrasi. Banyak yang beranggapan makan durian bisa membahayakan janin dalam kandungan ibu hamil. Namun benarkah demikian? Ini penjelasan medisnya. (Getty Images/GOLFX)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Masa kehamilan membuat banyak ibu lebih berhati-hati dalam memilih makanan, termasuk buah-buahan yang sering memunculkan pro dan kontra. Salah satu yang paling sering dipertanyakan, yaitu durian.

Ada beragam anggapan miring tentang durian, seperti dapat menyebabkan keguguran, membuat bayi terlalu besar, hingga meningkatkan suhu tubuh. Lantas, apakah bumil boleh makan durian?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejumlah dokter spesialis kandungan dan ahli gizi justru menyebut durian masih dapat dikonsumsi selama kehamilan dengan porsi yang tepat. Namun, ada beberapa kondisi tertentu yang membuat ibu hamil perlu lebih berhati-hati.

Apakah bumil boleh makan durian?

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi berbasis di Singapura, Goh Shen Li, mengatakan bahwa ibu hamil tetap boleh menikmati durian asalkan tidak berlebihan. Ia juga menegaskan, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menyebut durian merupakan superfood khusus bagi ibu hamil ataupun buah yang berbahaya jika dikonsumsi dalam batas normal.

Goh menjelaskan, kandungan kalori durian bahkan dapat membantu meningkatkan berat badan ibu yang kesulitan menambah massa tubuh selama kehamilan, sehingga berdampak pada pertumbuhan janin.

Namun, manfaat tersebut hanya berlaku pada kondisi medis tertentu. Bukan berarti semua ibu hamil dianjurkan memperbanyak konsumsi durian.

Adapun WebMD juga menyebutkan, hingga kini belum terdapat penelitian klinis yang cukup untuk menyatakan durian berbahaya bagi kehamilan. Artinya, kehamilan bukan merupakan kondisi yang melarang konsumsi durian, selama porsinya tetap diperhatikan.

Mengutip laman HealthXchange, Department of Dietetic & Food Services Changi General Hospital merekomendasikan konsumsi sekitar 2-3 potongan durian dalam sekali makan.

Jumlah tersebut dinilai cukup untuk menikmati manfaatnya tanpa memberikan asupan gula dan kalori yang berlebihan.

Kandungan nutrisi durian yang bermanfaat bagi ibu hamil

Meski bukan makanan wajib selama kehamilan, durian mengandung beberapa nutrisi yang penting untuk ibu dan janin, antara lain:

  • Folat, yang berperan membantu pembentukan tabung saraf janin, terutama pada trimester pertama.
  • Kalium untuk membantu menjaga tekanan darah tetap stabil selama kehamilan.
  • Vitamin B1 (tiamin) untuk mendukung metabolisme energi sekaligus perkembangan otak janin.
  • Serat, yang dapat membantu mengurangi keluhan sembelit yang umum dialami ibu hamil.
  • Vitamin C, yang berperan meningkatkan daya tahan tubuh sekaligus membantu penyerapan zat besi.

Meski demikian, durian tidak dapat menggantikan vitamin prenatal yang diresepkan dokter. Nutrisi tersebut hanya menjadi pelengkap dari pola makan sehat selama kehamilan.

Kondisi yang membuat bumil perlu membatasi durian

Walaupun secara umum aman, ada beberapa kondisi yang memerlukan perhatian khusus bagi ibu hamil.

1. Diabetes gestasional

Menurut Goh, ibu hamil yang mengalami diabetes gestasional sebaiknya menghindari durian karena kandungan gulanya cukup tinggi. Meskipun indeks glikemiknya tergolong rendah, jumlah gula yang dikonsumsi tetap perlu dibatasi agar kadar gula darah tetap terkendali.

2. Kenaikan berat badan berlebih

Durian mengandung sekitar 147 kalori per 100 gram. Jika dikonsumsi dalam jumlah banyak, misalnya setengah buah sekaligus, asupan kalori dapat meningkat hingga ratusan kalori tambahan.

Kebiasaan konsumsi berlebihan ini berpotensi menyebabkan kenaikan berat badan berlebih selama kehamilan.

Nah itulah penjelasan mengenai apakah bumil boleh makan durian. Jawabannya boleh, selama dikonsumsi dalam jumlah yang wajar dan kondisi kehamilan tidak memiliki komplikasi.

(gas/rti) Add as a preferred
source on Google