Berkeliling Indonesia Lewat Lembaran Kain di Museum Tekstil

Angela Merici Keraf | CNN Indonesia
Sabtu, 25 Jul 2026 12:40 WIB
Museum Tekstil
Museum Tekstil jadi salah satu museum yang layak dikunjungi. (CNN Indonesia/Angela Merici Keraf)

Museum juga memiliki BI Corner, ruang baca untuk beristirahat sejenak. Rak-raknya dipenuhi buku, jurnal, katalog, hingga majalah tentang tekstil Indonesia.

Sofa, layar tontonan, dan area bermain anak membuat sudut ini terasa seperti ruang keluarga kecil di tengah museum.

Begitu selesai berkeliling, jangan lupa kembali ke Pendopo Batik untuk mengambil kain yang tadi dijemur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Masuk ke lorong batik

Eh, ternyata masih ada satu tempat lagi yang sayang dilewatkan.

Persis di depan area pendopo berdiri Galeri Batik, gedung yang dibuka pada 2010 untuk memperingati pengakuan batik Indonesia sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Galeri ini menyimpan lebih dari seratus koleksi batik milik Yayasan Batik Indonesia yang berasal dari berbagai penjuru Nusantara.

Berbeda dengan ruang pamer utama, galeri ini terasa seperti lorong panjang yang dipenuhi kain di kanan dan kiri. Batik-batik disusun berbaris menyerupai labirin kecil sehingga pengunjung perlahan berjalan sambil menikmati setiap detail motifnya.

Koleksinya pun dikelompokkan berdasarkan daerah produksi, mulai dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera, hingga Papua. 

Di sela-sela koleksi, pengunjung juga bisa melihat peralatan membatik, informasi tentang proses pembuatan batik, penggunaan pewarna alami, sampai bagaimana batik diaplikasikan menjadi berbagai elemen interior seperti karpet, bantal, dan pelapis furnitur.

Kalau benar-benar ingin membaca setiap label, mengenali asal setiap motif, lalu mengamati detailnya satu per satu, rasanya satu hari pun belum tentu cukup.

Mungkin, justru itulah yang membuat Museum Tekstil terasa menyenangkan.

Tak ada cara yang benar atau salah untuk menikmatinya. Bisa datang untuk belajar membatik, berburu foto, mengenal wastra Nusantara, atau sekadar berjalan sambil sesekali menebak. 

Sebelum pulang, jangan lupa kembali lagi ke bilik tiket di dekat pintu keluar, di sana tersedia stempel untuk museum passport kamu. 

Sempatkan pula mampir ke koperasi museum. Rak-raknya dipenuhi beragam suvenir bernuansa batik, mulai dari gantungan kunci, strap ponsel, tas, kain panjang, lukisan, hingga pakaian.

(asr/asr) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]

HALAMAN:
1 2