15 Makanan Menaikkan Trombosit yang Baik untuk Dikonsumsi
Makanan menaikkan trombosit sering dicari ketika seseorang mengalami penurunan kadar trombosit, baik akibat demam berdarah (DBD), infeksi, maupun kondisi medis tertentu. Meski tidak bisa menggantikan pengobatan dari dokter, sejumlah makanan kaya vitamin dan mineral dapat membantu mendukung proses pembentukan trombosit di dalam tubuh.
Trombosit merupakan salah satu komponen darah yang berperan penting dalam proses pembekuan darah. Sel darah ini membantu menghentikan perdarahan saat tubuh mengalami luka.
Dalam kondisi normal, tubuh terus memproduksi trombosit karena masa hidupnya relatif singkat, yakni sekitar 7-10 hari. Jumlah trombosit yang normal berkisar antara 150.000-450.000 per mikroliter darah.
Namun, pada beberapa kondisi, kadar trombosit dapat menurun atau dikenal sebagai trombositopenia. Akibatnya, darah menjadi lebih sulit membeku sehingga risiko perdarahan meningkat.
Penurunan trombosit bisa dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari kehamilan, penyakit autoimun trombositopenia, infeksi bakteri dalam darah, demam berdarah (DBD), sindrom uremik hemolitik, hingga efek samping obat-obatan tertentu seperti antibiotik golongan sulfa, antikonvulsan, dan heparin.
Selain menjalani pengobatan sesuai anjuran dokter, pola makan yang tepat juga dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk memproduksi sel darah, termasuk trombosit.
Daftar makanan untuk menaikkan trombosit
Secara umum, makanan menaikkan trombosit mengandung zat besi, vitamin B12, vitamin C, serta asam folat yang berperan dalam pembentukan sel darah. Berikut pilihannya melansir RSPI:
1. Daging sapi
Daging sapi merupakan sumber zat besi yang berperan dalam pembentukan sel darah sehat, termasuk trombosit. Selain itu, kandungan protein hewani di dalamnya juga membantu menjaga massa otot dan mendukung daya tahan tubuh.
2. Bayam
Bayam menjadi salah satu sayuran hijau yang kaya zat besi dan mudah ditemukan. Konsumsi bayam dapat membantu memenuhi kebutuhan zat besi harian sekaligus mengurangi risiko anemia.
3. Buah bit
Buah bit mengandung asam folat atau vitamin B9 yang dibutuhkan tubuh untuk memproduksi sel-sel darah baru. Nutrisi ini berperan penting dalam pembentukan sel darah merah dan trombosit.
4. Telur
Telur mengandung vitamin B9 dan vitamin B12 yang mendukung pembentukan sel darah sehat. Selain itu, telur juga kaya vitamin A, vitamin E, dan kolin yang baik untuk kesehatan mata, otak, dan sistem kekebalan tubuh.
5. Alpukat
Alpukat mengandung folat, vitamin C, serta vitamin K. Vitamin K berperan penting dalam proses pembekuan darah sehingga membantu tubuh menghentikan perdarahan saat terjadi luka.
6. Tomat
Tomat mengandung vitamin C, folat, dan likopen. Kombinasi nutrisi tersebut mendukung pembentukan sel darah sekaligus membantu menjaga kesehatan jantung.
7. Ikan tuna
Ikan tuna merupakan sumber vitamin B12 yang dibutuhkan dalam proses pembentukan sel darah. Ikan ini juga mengandung protein berkualitas tinggi, lemak sehat, dan kalsium.
8. Kacang tanah
Kacang tanah bersama jenis kacang lainnya seperti almond, mete, dan pistachio kaya akan asam folat. Kekurangan folat diketahui dapat berkaitan dengan rendahnya jumlah trombosit.
9. Jeruk
Jeruk terkenal sebagai sumber vitamin C. Selain membantu meningkatkan daya tahan tubuh, vitamin C juga membantu penyerapan zat besi dan mendukung pembentukan trombosit.
10. Biji labu kuning
Biji labu kuning atau kuaci mengandung zat besi yang berperan dalam pembentukan sel darah. Di dalamnya juga terdapat magnesium, fosfor, kalium, tembaga, mangan, dan kalsium.
11. Mangga
Mangga mengandung vitamin C dan asam folat yang membantu penyerapan zat besi sekaligus mendukung pembentukan trombosit. Kandungan kaliumnya juga bermanfaat membantu menjaga tekanan darah tetap stabil.
12. Jambu biji
Jambu biji menjadi salah satu buah yang sering direkomendasikan untuk membantu meningkatkan kadar trombosit. Kandungan vitamin C yang sangat tinggi membantu penyerapan zat besi, sementara senyawa trombino diyakini dapat merangsang produksi trombosit.
Lihat Juga : |
13. Delima
Delima mengandung vitamin C dan asam folat yang berperan dalam proses pembentukan sel darah. Buah ini juga kaya antioksidan yang baik untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan.
14. Angkak
Angkak atau beras ragi merah cukup populer sebagai makanan pendamping bagi penderita DBD. Kandungan isoflavon dan monacolin K di dalamnya diyakini dapat membantu merangsang pembentukan trombosit. Angkak umumnya diolah menjadi sup hangat.
Meski demikian, konsumsi angkak sebaiknya tetap dikonsultasikan dengan dokter, terutama jika Anda sedang mengonsumsi obat tertentu.
15. Yoghurt
Yoghurt mengandung probiotik yang baik untuk kesehatan saluran cerna. Beberapa penelitian juga menunjukkan probiotik dapat membantu mendukung pembentukan sel darah di sumsum tulang, sehingga berpotensi berperan dalam meningkatkan jumlah trombosit.
(tis/tis)