Jadwal Vaksin Kucing dan Jenisnya yang Wajib Diketahui Para 'Babu'
Kucing memang dikenal sebagai hewan yang tangguh. Namun, baik kucing ras, domestik, maupun kucing campuran tetap berisiko terserang berbagai penyakit akibat virus dan bakteri.
Karena itu, vaksinasi menjadi salah satu langkah penting yang tidak boleh diabaikan pemilik anabul. Selain membantu membentuk sistem kekebalan tubuh, vaksin juga mampu menurunkan risiko penyakit berat hingga kematian apabila kucing terpapar virus tertentu.
Lalu, kapan jadwal vaksin kucing dimulai? Apa saja jenis vaksin yang wajib diberikan?
Kenapa vaksin kucing penting?
Melansir Zoetis vaksin pada kucing bekerja dengan melatih sistem imun mengenali penyakit tanpa harus mengalami infeksi terlebih dahulu. Dengan begitu, tubuh kucing sudah memiliki antibodi untuk melawan virus atau bakteri penyebab penyakit.
Vaksinasi juga dapat mengurangi risiko penularan penyakit yang mematikan, termasuk rabies yang dapat menular ke manusia (zoonosis). Tak hanya itu, vaksin juga membantu pemilik menghemat biaya pengobatan yang umumnya jauh lebih mahal dibanding biaya pencegahan.
Kapan kucing mulai divaksin?
Dokter hewan umumnya menyarankan vaksin pertama diberikan saat anak kucing berusia sekitar 6-8 minggu, ketika kekebalan yang diperoleh dari induknya mulai menurun.
Selanjutnya, vaksin diulang setiap 3-4 minggu hingga usia sekitar 16-20 minggu. Setelah rangkaian vaksin dasar selesai, kucing memerlukan vaksin booster satu tahun kemudian dan selanjutnya dilakukan secara berkala sesuai rekomendasi dokter hewan.
Sebelum vaksin diberikan, dokter biasanya akan mengevaluasi kondisi kesehatan kucing, riwayat vaksinasi, lingkungan tempat tinggal, hingga apakah kucing sudah mendapatkan obat cacing atau obat antikutu. Pemeriksaan ini penting untuk menentukan jenis vaksin yang paling sesuai.
Jenis vaksin kucing yang penting
Berikut beberapa vaksin yang umum diberikan kepada kucing, melansir Hello Sehat:
1. FVRCP
FVRCP merupakan vaksin kombinasi yang melindungi kucing dari tiga penyakit sekaligus, yaitu:
• Feline viral rhinotracheitis (herpesvirus)
• Feline calicivirus
• Feline panleukopenia (distemper kucing)
Ketiga penyakit tersebut sangat menular dan dapat menyebabkan gangguan pernapasan, luka di rongga mulut, muntah, diare, hingga kematian terutama pada anak kucing yang belum divaksin.
2. Rabies
Rabies merupakan salah satu vaksin yang sangat penting karena penyakit ini dapat menular kepada manusia melalui gigitan hewan yang terinfeksi.
Penyakit rabies menyerang sistem saraf pusat dan hingga kini belum memiliki pengobatan yang efektif setelah gejala muncul. Oleh karena itu, vaksinasi menjadi langkah pencegahan utama.
3. FeLV
FeLV atau Feline Leukemia Virus merupakan vaksin untuk melindungi kucing dari virus leukemia kucing yang dapat menyebar melalui air liur, urine, maupun kotoran. Virus ini dapat menyebabkan penurunan daya tahan tubuh sehingga kucing lebih rentan mengalami infeksi berulang.
Lihat Juga : |
4. Chlamydophila felis
Vaksin ini termasuk vaksin noninti atau diberikan berdasarkan tingkat risiko masing-masing kucing. Fungsinya untuk membantu mencegah infeksi bakteri penyebab konjungtivitis atau radang selaput mata yang cukup sering terjadi pada kucing.
5. Bordetella
Vaksin Bordetella bertujuan mencegah infeksi bakteri Bordetella bronchiseptica yang menyerang saluran pernapasan dan dapat berkembang menjadi pneumonia, terutama pada anak kucing.
Jadwal vaksin kucing
Secara umum, jadwal vaksin kucing adalah sebagai berikut:
• Usia 6-8 minggu: vaksin FVRCP dan FeLV.
• Usia 10-12 minggu: vaksin FVRCP dan FeLV dosis lanjutan.
• Usia 14-16 minggu: vaksin FVRCP, rabies, dan FeLV.
• Usia di atas 1 tahun: booster sesuai rekomendasi dokter hewan, umumnya FVRCP setiap 1-3 tahun, rabies setiap 1-3 tahun, serta FeLV bila diperlukan.
Meski demikian, jadwal vaksin bisa berbeda pada setiap kucing. Dokter hewan akan mempertimbangkan usia, riwayat kesehatan, kondisi lingkungan, risiko paparan penyakit, hingga jenis vaksin yang digunakan sebelum menentukan jadwal imunisasi yang paling tepat.
(tis/tis)