Hibakujumoku, Pohon Penyintas Bom Hiroshima yang Jadi Simbol Harapan

CNN Indonesia
Kamis, 06 Agu 2026 08:30 WIB
Ilustrasi. Pohon yang kemudian dikenal sebagai Hibaku Jumoku yang bertahan dari serangan bom atom Hiroshima. (istockphoto/AlexandreFagundes)
Jakarta, CNN Indonesia --

Delapan puluh tahun telah berlalu sejak bom atom dijatuhkan di Hiroshima, Jepang, pada 6 Agustus 1945. Ledakan dahsyat yang menewaskan puluhan ribu orang itu menyisakan kehancuran luar biasa. Namun, di tengah puing-puing dan abu, muncul kisah lain yang tak kalah menggetarkan, yakni pohon-pohon yang tetap bertahan hidup.

Pohon-pohon itu dikenal dengan sebutan hibakujumoku, istilah dalam bahasa Jepang yang berarti 'pohon yang terkena bom atom'. Hingga kini, keberadaan mereka menjadi pengingat bahwa kehidupan masih mampu menemukan jalan untuk bangkit, bahkan setelah salah satu tragedi kemanusiaan terbesar dalam sejarah.

Pohon yang bertahan dari ledakan bom atom

Saat bom atom meledak sekitar 600 meter di atas Hiroshima, suhu di sekitar pusat ledakan diperkirakan mencapai sekitar 4.000 derajat Celsius. Banyak ilmuwan saat itu memperkirakan tidak akan ada kehidupan yang tersisa di sekitar hiposentrum.

Kenyataannya berbeda. Melansir Truman Library Institute, meski batangnya hangus, ranting-rantingnya patah, dan sebagian hanya menyisakan tunggul hitam, sejumlah pohon justru berhasil bertahan. Saat ini tercatat ada 159 hibakujumoku yang masih hidup di Hiroshima. Mereka terdiri dari berbagai spesies, mulai dari kamper, ginkgo, eucalyptus, hingga chinaberry dan black locust.

Arboris Hiroshima, Chikara Horiguchi, yang telah merawat pohon-pohon penyintas selama lebih dari tiga dekade, mengatakan setiap pohon menyimpan kisah berbeda. Salah satunya adalah pohon eucalyptus yang berdiri sekitar 750 meter dari titik ledakan.

Menurut Horiguchi, pohon tersebut masih hidup hingga kini, tetapi bijinya tidak lagi mampu menghasilkan bibit baru. Ia menduga kondisi tersebut berkaitan dengan paparan radiasi yang diterima saat pengeboman.

Hibaku jumoku. (Foto: Wikimedia Commons)

Ginkgo, simbol kehidupan baru

Di antara seluruh hibakujumoku, pohon ginkgo menjadi salah satu yang paling terkenal. Enam pohon ginkgo yang berada dalam radius sekitar 1,6 kilometer dari titik ledakan Hiroshima berhasil bertahan. Meski batangnya terbakar akibat panas ekstrem, tunas-tunas baru kembali muncul beberapa waktu kemudian.

Salah satu yang paling dikenal berada di Kuil Anraku-ji. Pohon tersebut masih memperlihatkan bekas hangus pada sisi batang yang menghadap pusat ledakan. Namun, dari batang yang terluka itu tumbuh cabang-cabang baru yang kini menaungi kawasan kuil.

Keberadaan pohon tersebut begitu penting hingga pengelola kuil membuat bukaan besar pada gerbang agar pertumbuhannya tidak terhambat. Bagi banyak pengunjung, tunas-tunas baru itu menjadi simbol harapan setelah bencana.

Mengapa pohon-pohon itu bisa bertahan?

Melansir artikel tentang Hibaku Trees of Hiroshima, penelitian yang dilakukan ilmuwan Jepang setelah pengeboman menunjukkan bahwa tingkat kerusakan pohon dipengaruhi jarak dan arah terhadap pusat ledakan.

Bagian batang yang menghadap hiposentrum umumnya mengalami luka bakar paling parah, sedangkan sisi lainnya sering kali masih utuh. Meski seluruh bagian atas pohon hangus, akar yang berada di dalam tanah tetap hidup sehingga mampu menghasilkan tunas baru.

Kemampuan regenerasi ini berbeda pada setiap spesies. Pohon berdaun lebar seperti kamper, ginkgo, eucalyptus, willow, chinaberry, hingga oleander termasuk yang memiliki daya pulih paling tinggi. Sebaliknya, pohon berdaun jarum seperti cedar dan pinus relatif lebih rentan mengalami kematian setelah terkena dampak ledakan.

Bagi para hibakusha, atau penyintas bom atom, hibakujumoku bukan sekadar pepohonan tua. Fotografer era nuklir dari Atomic Photographers Guild, Katy McCormick, menyebut hibakujumoku menjadi lambang kegigihan hidup sekaligus harapan setelah kehancuran.

Kisah pohon-pohon ini terus diwariskan para penyintas kepada generasi muda agar tragedi Hiroshima tidak pernah dilupakan.

Semangat serupa juga terlihat di Nagasaki. Sejumlah pohon yang selamat dari bom atom pada 9 Agustus 1945 masih berdiri hingga kini, bahkan sebagian telah berusia ratusan tahun dan dirawat secara khusus oleh dokter pohon.

Pemerintah Kota Nagasaki memberikan dukungan bagi pemilik pohon untuk menjaga kelestariannya. Saat ini terdapat sekitar 50 pohon penyintas yang berada dalam radius empat kilometer dari pusat ledakan dan dilestarikan sebagai saksi sejarah.

Salah satu yang paling terkenal adalah pohon kamper di Kuil Sanno. Meski sempat patah dan terbakar akibat ledakan, pohon itu kembali bertunas dan tumbuh hingga akhirnya ditetapkan sebagai monumen alam Kota Nagasaki, sekaligus simbol perdamaian dan kebangkitan.

(tis/tis)


KOMENTAR

TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK