Tak Perlu Obat, Ini 5 Makanan Pereda Stres Menurut Ahli Gizi
Rutinitas yang padat, tumpukan pekerjaan, hingga kurangnya waktu istirahat kerap memicu kelelahan fisik dan mental, yang berujung stres.
Tanpa disadari, kondisi stres ini sering diperparah oleh pola makan yang buruk, seperti kebiasaan melewatkan sarapan, mengonsumsi makanan tinggi gula, hingga bergantung pada hidangan serba instan.
Padahal, asupan nutrisi yang tepat memegang peranan vital dalam mengelola tekanan emosional, menjaga keseimbangan hormon, serta meningkatkan daya tahan tubuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahli gizi kesehatan masyarakat dari Health and Food Supplements Information Service Inggris, Dr. Emma Derbyshire, menegaskan pentingnya pola makan seimbang untuk menekan respons stres tubuh.
"Dengan makan teratur, memprioritaskan protein dan serat, serta memilih makanan yang menjaga kestabilan energi, respons stres dapat diredam secara alami," ujar Dr. Derbyshire, seperti dilansir Detik.
Berikut rekomendasi makanan yang terbukti secara ilmiah mampu meredakan stres sekaligus menjaga kondisi tubuh tetap optimal:
1. Sarapan Sehat dengan Oat dan Telur
Memulai hari tanpa sarapan terbukti dapat memicu lonjakan kadar hormon kortisol (hormon stres). Pilihan menu seperti telur menyediakan protein berkualitas tinggi dan asam amino esensial. Sementara itu, oatmeal mengandung karbohidrat kompleks dan serat larut yang dicerna secara perlahan, sehingga gula darah tetap stabil.
Serat pada oat juga menjaga kesehatan mikrobioma usus yang berkomunikasi langsung dengan otak dalam mengendalikan stres.
2. Ikan Berlemak Kaya Omega-3
Ikan berlemak seperti salmon, sarden, dan makarel kaya akan asam lemak omega-3 yang bersifat antiinflamasi. Riset dari Ohio State University menunjukkan bahwa asupan omega-3 efektif menekan produksi hormon kortisol saat seseorang mengalami tekanan psikologis. Para ahli menyarankan untuk mengonsumsi ikan berlemak minimal dua porsi per minggu.
3. Buah Kaya Vitamin C dan Dark Chocolate
Vitamin C berperan penting menjaga fungsi kelenjar adrenal yang memproduksi hormon stres. Penelitian dari University of Trier menguraikan bahwa vitamin C pada buah seperti jeruk, kiwi, dan beri membantu menurunkan kadar kortisol lebih cepat.
Selain itu, kandungan flavonoid dalam buah beri, dark chocolate, dan teh hijau mampu menangkal stres oksidatif pemicu hormon stres.
4. Sayuran Hijau untuk Keseimbangan Sistem Saraf
Sayuran hijau seperti bayam, kale, dan sawi kaya akan magnesium serta folat. Asupan magnesium yang cukup mencegah meningkatnya respons stres pada sistem saraf, sedangkan folat mendukung produksi neurotransmiter pendorong suasana hati (mood).
Pola Hidup yang Wajib Diwaspadai
Selain memilih asupan yang tepat, penting juga untuk menghindari pemicu utama lonjakan kortisol:
- Hindari Makanan Tinggi Gula & Olahan: Roti putih, kue manis, dan pasta instan dapat menyebabkan fluktuasi gula darah drastis yang memicu produksi kortisol.
- Batasi Konsumsi Alkohol: Meskipun memberikan efek rileks sesaat, alkohol-terutama jika diminum malam hari-dapat mengganggu penurunan alami kortisol dan merusak kualitas tidur.
- Paparan Sinar Matahari Pagi: Ahli gizi Grace Kingswell menekankan pentingnya paparan cahaya alami di pagi hari untuk membantu mengatur ritme biologis hormon kortisol agar tetap seimbang sepanjang hari.
(wiw)[Gambas:Video CNN]