Bandara AS Geger, Cucu Selundupkan 5 Peluru Meriam ke Koper Sang Nenek

CNN Indonesia
Selasa, 04 Agu 2026 11:15 WIB
Ilustrasi Sementara Pemeriksaan Bagasi Pesawat
Ilustrasi pemeriksaan penumpang di bandara. (Laudy Gracivia)
Jakarta, CNN Indonesia --

Petugas keamanan di Bandara Internasional Gulf Shores, Alabama, Amerika Serikat (AS), dibuat geger oleh penemuan dari bagasi tercatat milik seorang penumpang.

Petugas bandara menemukan lima buah peluru meriam era Perang Saudara AS yang dibungkus dengan tisu dapur. Petugas Badan Keamanan Transportasi AS (TSA) mengonfirmasi bahwa amunisi bersejarah tersebut terdeteksi pada 18 Juli lalu.

Penemuan bermula saat petugas pemindai X-ray mencurigai keberadaan objek besar bernuansa pekat di dalam sebuah koper. Saat koper dibuka, petugas menemukan lima peluru meriam berukuran kecil dan langsung melapor ke penyelia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya belum pernah melihat hal seunik ini sebelumnya," ujar Petugas TSA, Justin Dupree, dalam keterangan resminya, seperti dilansir VN Express.

"Saya pernah menemukan granat inaktif atau amunisi latihan, tapi belum pernah menghadapi situasi artifak curian bergaya petualangan ala Indiana Jones seperti ini," tambahnya.

Pihak TSA memastikan bahwa peluru meriam tersebut berada dalam kondisi inaktif serta tidak mengandung bahan peledak atau komponen aktif lainnya. Peluru meriam yang terbesar berukuran sebesar buah jeruk bali dengan berat menyerupai bola tolak peluru

Kendati demikian, peluru meriam tetap dikategorikan sebagai amunisi artileri dan termasuk barang yang dilarang keras masuk ke dalam pesawat.

Kepolisian setempat akhirnya berhasil mengidentifikasi bahwa peluru meriam kuno tersebut merupakan barang curian dari situs sejarah Fort Morgan.

Kepastian ini didapat berdasarkan tanda cat khusus yang dibubuhkan oleh pengelola benteng pada artefak peninggalan era Perang Saudara AS tersebut.

Benteng bersejarah di kawasan Gulf Shores ini memang memegang peranan penting dalam berbagai konflik militer masa lalu, termasuk Perang Saudara Amerika.

Kantor Kepolisian Wilayah Baldwin mengungkapkan bahwa barang bukti tersebut ternyata dicuri oleh seorang remaja dari area penyimpanan benteng. Remaja tersebut kemudian secara sembunyi-sembunyi memasukkan peluru meriam ke dalam koper milik neneknya.

Sang nenek mengaku sama sekali tidak mengetahui bahwa barang yang berada di dalam bagasinya merupakan artefak hasil curian.

Pihak pengelola Fort Morgan memutuskan untuk tidak mengajukan tuntutan hukum atas insiden ini. Seluruh benda bersejarah tersebut kini telah dikembalikan dengan aman ke pihak benteng.

(wiw)


[Gambas:Video CNN]