Negara Terbaik untuk Mengamati Gerhana Matahari Total Agustus 2026

CNN Indonesia
Rabu, 05 Agu 2026 06:00 WIB
Ilustrasi Gerhana Matahari Total. (via REUTERS/Bobby Goddin/USA Today Network)
Jakarta, CNN Indonesia --

Untuk pertama kalinya dalam kurun lebih dari 100 tahun, fenomena gerhana matahari total bakal melintasi wilayah daratan Spanyol pada 12 Agustus 2026.

Dipadukan dengan puncak hujan meteor Perseid serta fenomena langka parade enam planet pada hari yang sama, para pengamat langit akan disuguhkan pemandangan antariksa yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Kegelapan siang hari akan menyelimuti Semenanjung Iberia mendekati waktu matahari terbenam, serta sebagian wilayah Greenland dan Islandia, saat posisi matahari, bulan, dan bumi sejajar secara sempurna di angkasa.

Dimulai dari kawasan dekat Kutub Utara sebelum bergerak ke arah selatan, fase totalitas akan berlangsung hingga 2 menit 18 detik. Momen ini sekaligus menjadi 'hidangan pembuka' untuk pertunjukan gerhana yang jauh lebih lama pada tahun depan, yang diproyeksikan berlangsung selama 6,5 menit dari Spanyol hingga Afrika Utara dan Timur Tengah.

Dibutuhkan waktu 1,5 jam bagi bayangan umbra bulan untuk melintasi jalur sepanjang 8.260 kilometer, yang sebagian besar membentang di atas Samudra Atlantik. Puncak durasi totalitas terlama akan terjadi di lepas pantai barat Islandia.

Saat bayangan mencapai wilayah Portugal dan Spanyol yang dipadati jutaan penonton, durasi totalitas akan menyusut menjadi sekitar satu menit, sebelum akhirnya berakhir di Laut Mediterania.

Kemegahan fenomena ini juga didukung oleh rangkaian peristiwa langit lainnya. Hari akan diawali dengan parade enam planet tetangga yang membentuk busur di langit sebelum fajar, dan ditutup oleh puncak hujan meteor Perseid setelah matahari terbenam di bawah naungan bulan baru.

Lemparan cahaya meteor diprediksi bakal menghiasi langit malam saat fase totalitas berlangsung, dengan latar belakang planet dan bintang yang bersinar lebih
terang.

Pembuat peta gerhana, Michael Zeiler, bahkan berburu fenomena yang lebih langka: aurora borealis atau cahaya utara. Untuk gerhana matahari totalnya yang ke-13 ini, Zeiler akan berada di atas kapal pesiar di kawasan fjord Greenland.

"Hal yang paling membuat saya bersemangat adalah menyaksikan fenomena alam yang sangat langka," ujar Zeiler, seperti dilansir Independent.

Fenomena ini juga memikat perhatian lembaga antariksa dunia. Badan Antariksa Eropa (ESA) bakal menggelar siaran langsung dari Observatorium Astrofisika Javalambre di Spanyol, serta perayaan publik di kota Leon. NASA dan Virtual Telescope Project asal Italia juga dikonfirmasi akan menyiarkan liputan khusus.

"Bagi saya, ini bukan sekadar momen ilmiah atau keselarasan benda langit. Ini adalah momen kemanusiaan yang sangat emosional-sebuah hubungan nyata antara kita yang berpijak di bumi dengan alam semesta," tutur Direktur Sains ESA, Carole Mundell.

Fenomena pada Agustus 2026 ini menjadi awal dari rangkaian pertunjukan antariksa di Spanyol:

- 2 Agustus 2027: Gerhana matahari total berdurasi sangat panjang hingga 6 menit 23 detik akan melintasi Spanyol selatan, Maroko, Aljazair, Libya, Mesir, Arab Saudi, Yaman, hingga Somalia.

- 26 Januari 2028: Gerhana matahari cincin (ring-of-fire) akan melengkapi 'trifekta' fenomena astronomi di Spanyol.

Rangkaian ini terbilang sangat langka. Gerhana matahari total terakhir yang melintasi daratan Spanyol, di luar Kepulauan Canary, terjadi pada 1912, tepat dua hari sebelum tenggelamnya kapal Titanic.

Karena gerhana pada 1912 tersebut merupakan jenis hibrida yang hanya menyisakan totalitas beberapa detik, sebagian ahli menganggap gerhana matahari total sempurna terakhir di Spanyol sebenarnya terjadi pada tahun 1905.

(wiw)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK