Apa Itu Kimpul? Kenalan dengan Bahan Makanan yang Viral di TikTok
Kalau kamu sering scrolling media sosial akhir-akhir ini, terutama TikTok, mungkin sudah tak asing lagi dengan kata "kimpul." Banyak yang mengira ini istilah gaul baru, tetapi sebenarnya ini nama bahan makanan.
Kimpul pun menjadi topik yang paling banyak dicari, tak hanya di TikTok, tetapi juga platform media sosial lain. Tak sedikit yang penasaran dan mencari apa itu kimpul?
Adapun menurut Beautynesia, kata kimpul ini jadi viral berkat sebuah konten yang diunggah oleh seorang konten kreator asal Bantul dengan akun @black.sheep8208.
Akun yang sudah memiliki lebih dari 108 ribu pengikut dan 9,7 juta like di TikTok ini, memang sering membuat berbagai makanan viral yang bahan bakunya ia ganti dengan bahan pangan lokal, salah satunya kimpul.
Misalnya Dubai chewy cookie yang berbahan dasar marshmallow, ia ganti dengan kimpul. Contoh lain, dumpling lasagna dibuat menggunakan kimpul untuk menggantikan pasta.
Ucapan "Karena saya tidak punya [nama bahan makanan], jadi saya ganti kimpul," menjadi ciri khas konten kreator ini. Nah, sekarang bagi yang penasaran apa itu kimpul, ini dia penjelasannya.
Apa itu kimpul?
Mengutip studi Fiddina Muthiahwari dan Maria B.F. Manalu di Jurnal Culinaria (2020), kimpul (Xanthosoma Sagittifolium) yang juga dikenal dengan nama talas Belitung merupakan tanaman talas dari famili aracea.
Ini merupakan salah satu jenis umbi-umbian yang memiliki kandungan gizi baik. Mulai dari protein, lemak rendah, karbohidrat, hingga serat kasar. Adapun kandungan vitamin dan mineralnya, antara lain vitamin C, zat besi, hingga beta karoten.
Karena memiliki kandungan pati yang mudah dicerna, kimpul bisa dijadikan bahan substitusi tepung terigu. Kandungan karbohidrat pada tepung membuatnya jadi sumber bahan pangan yang ideal.
Adapun kandungan lemak yang rendah, membuatnya tak mudah rusak atau tengik. Jadi, kimpul bisa disimpan dalam waktu yang lama. Nilai plusnya, kimpul juga bebas gluten.
Karbohidrat lebih rendah dibanding nasi dan singkong
Adapun dokter spesialis gizi klinik, Igus Ulfa Yaze, menjelaskan kandungan karbohidrat kimpul lebih rendah ketimbang nasi putih dengan berat yang sama. Hal ini berkat kadar air kimpul yang lebih tinggi.
"Seratnya juga lumayan lebih tinggi, jadi bisa bikin kenyang lebih lama dibanding nasi putih," ucap Yaze pada Senin (3/8), seperti diberitakan Detikhealth.
Jika dibandingkan dengan umbi-umbian lainnya, kandungan karbohidrat pada kimpul juga sedikit lebih rendah dibandingkan singkong. Adapun dengan kentang, kandungan gizinya juga tak jauh berbeda. Kimpul pun cocok dijadikan makanan untuk diet.
"Dari sisi karbohidrat kompleks dan serat, kimpul bisa banget jadi salah satu pilihan," ucap Yaze.
(rti)