Bukan Cuma Minum Obat, Ini Kunci Kendalikan Diabetes Jangka Panjang

CNN Indonesia
Rabu, 05 Agu 2026 16:00 WIB
Ilustrasi diabetes anak
Ilustrasi. Penanganan diabetes tak bisa cuma minum obat. (iStock/vadimguzhva)
Jakarta, CNN Indonesia --

Diabetes masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di Indonesia. Persoalannya bukan hanya soal terus bertambahnya jumlah penyandang diabetes, tetapi juga bagaimana memastikan mereka tetap menjalani pengobatan, pemeriksaan rutin, dan perubahan gaya hidup secara konsisten.

Padahal, diabetes merupakan penyakit kronis yang membutuhkan pengelolaan seumur hidup. Tanpa pengendalian yang baik, kadar gula darah dapat memicu berbagai komplikasi serius, mulai dari penyakit jantung, gangguan ginjal, kerusakan saraf, hingga gangguan penglihatan.

Data International Diabetes Federation (IDF) menunjukkan Indonesia kini menempati peringkat kelima dunia dengan lebih dari 20 juta penyandang diabetes. Sementara itu, Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat prevalensi diabetes mencapai 11,7 persen pada penduduk berusia 15 tahun ke atas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di balik tingginya angka tersebut, tantangan lain masih menghantui, yakni rendahnya kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan dan pemeriksaan rutin, terutama pada kelompok usia produktif.

Dokter yang juga menjabat sebagai Ketua Perkumpulan Edukator Diabetes Indonesia (PEDI) Ida Ayu Made Kshanti, mengatakan edukasi menjadi salah satu fondasi terpenting dalam pengelolaan diabetes. Menurutnya, pasien yang memahami penyakitnya cenderung lebih disiplin menjalani terapi, melakukan kontrol rutin, serta menerapkan pola hidup sehat.

"Keberhasilan pengelolaan diabetes tidak hanya ditentukan oleh obat atau teknologi kesehatan. Pasien juga perlu memahami penyakitnya agar mampu menjalankan tata laksana medis secara konsisten. Edukasi yang berkelanjutan membantu pasien membangun kepatuhan terapi sekaligus mencegah terjadinya komplikasi," ujarnya dalam acara Media Discussion bertajuk End to End Diabetes Ecosystem Support: Dari Pencegahan hingga Manajemen Jangka Panjang yang digelar di Menteng, Jakarta, Selasa (4/8).

Menurut Ida, tidak sedikit pasien yang baru mengetahui dirinya mengidap diabetes ketika komplikasi sudah mulai muncul. Padahal, deteksi dini dan pemahaman mengenai penyakit dapat membantu pasien mengambil keputusan kesehatan yang lebih baik sejak awal.

Tantangan lain muncul setelah pasien meninggalkan fasilitas kesehatan. Menjaga pola makan, rutin berolahraga, mengonsumsi obat sesuai jadwal, hingga datang untuk kontrol berkala sering kali menjadi hal yang sulit dipertahankan dalam jangka panjang.

Ketua Cabang Persadia Jakarta Barat, Dokter Marshell Tendean, mengatakan kondisi tersebut membuat sebagian pasien kembali ke dokter ketika komplikasi mulai berkembang. Karena itu, menurutnya, pendampingan yang berkelanjutan sejak deteksi dini hingga pengelolaan jangka panjang menjadi salah satu kunci agar pasien tetap konsisten menjalani terapi dan mampu menekan risiko komplikasi.

"Selain tenaga kesehatan, keluarga juga memiliki peran besar dalam membantu penyandang diabetes. Dukungan sederhana seperti mengingatkan jadwal minum obat, menemani kontrol ke dokter, atau menerapkan pola makan sehat bersama dapat membantu pasien lebih disiplin menjalani pengobatan," kata dia.

Di tengah meningkatnya jumlah penyandang diabetes di Indonesia, para ahli mengingatkan bahwa keberhasilan mengendalikan penyakit ini tidak hanya bergantung pada obat. Edukasi yang berkelanjutan, kepatuhan menjalani terapi, perubahan gaya hidup, serta dukungan dari orang-orang terdekat menjadi fondasi penting agar penyandang diabetes dapat tetap sehat, aktif, dan produktif.

Pharma Director PT Kalbe Farma Tbk, Selvinna, mengatakan diabetes bukan penyakit yang dapat ditangani dengan terapi sesaat sehingga pasien membutuhkan pendampingan sejak mengenali faktor risiko hingga menjalani pengobatan secara berkelanjutan.

"Kalbe berupaya menghadirkan ekosistem yang menghubungkan setiap tahapan tersebut agar pasien memperoleh dukungan yang berkesinambungan," ujarnya.

Sebagai bagian dari pendekatan tersebut, Kalbe juga mengembangkan Diabetes Total Solution (DTS) yang mencakup edukasi masyarakat, program deteksi dini, seminar kesehatan, serta platform digital yang menghubungkan pasien dengan berbagai layanan kesehatan.

"Pengelolaan diabetes yang optimal membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi profesi, komunitas pasien, industri kesehatan, hingga keluarga," kata dia.

(tis/tis)


[Gambas:Video CNN]