Horor Pesawat Turbulensi Hebat, Penumpang Terlempar ke Atap Kabin
Pengalaman mencekam dialami oleh para penumpang pesawat maskapai Air India rute Phuket, Thailand menuju New Delhi, India, pada Selasa (4/8).
Pesawat yang mereka tumpangi mengalami turbulensi hebat hingga membuat sejumlah penumpang terlempar ke atap kabin akibat kehilangan ketinggian secara mendadak.
Juru bicara Air India mengonfirmasi bahwa pesawat yang mengangkut 137 penumpang dan delapan kru tersebut sempat mengalami sudden loss of altitude atau kehilangan ketinggian secara mendadak saat berada di posisi cruising atau ketinggian jelajah. Meski demikian, penerbangan tetap dilanjutkan dan mendarat dengan selamat di Delhi.
Akibat insiden ini, sebanyak 13 penumpang dan empat kru mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk penanganan medis.
"Prioritas utama Air India tetap pada keselamatan dan kesejahteraan para penumpang serta kru kami. Kami akan terus mendampingi korban yang terdampak dan bekerja sama dengan pihak berwenang selama proses penyelidikan," tulis pihak maskapai dalam pernyataan resminya di media sosial X, seperti dilansir Fox News.
Mengutip laporan The Times of India, pesawat tersebut dilaporkan sempat merosot turun hingga 300 kaki atau sekitar 90 meter dalam waktu singkat saat turbulensi terjadi.
Pakar industri penerbangan dari AS, Gary Leff, menjelaskan bahwa insiden turbulensi parah seperti ini tergolong jarang terjadi. Menurutnya, rasio risiko cedera akibat turbulensi hanya berkisar satu dari 1,2 juta penerbangan.
Guncangan dahsyat tersebut menyisakan kerusakan fisik yang nyata di dalam kabin. Kompartemen bagasi atas mengalami kerusakan parah hingga penutupnya terlepas, sementara barang-barang milik penumpang berserakan di lorong pesawat.
Dalam rekaman video yang beredar, terdengar suara pramugari yang mencoba menenangkan situasi di tengah kepanikan penumpang.
"Jangan panik. Tolong duduk kembali dan pasang sabuk pengaman Anda. Ini situasi darurat, mohon tidak ada yang berdiri," seru petugas pramugari di dalam kabin.
Kesaksian mengerikan disampaikan oleh Palak Raniwala, salah satu penumpang yang bepergian bersama keluarganya.
"Ini pengalaman yang sangat trauma. Ayah saya duduk di sebelah saya, dan saat insiden itu terjadi, kepalanya sampai membentur atap pesawat. Bahkan suara pilot yang memberikan pengumuman pun terdengar sangat gemetar," ujar Raniwala kepada ANI.
Kesaksian serupa disampaikan oleh penumpang lain bernama Viviana. Ia menyebut penerbangan semula berjalan normal sebelum guncangan hebat terjadi secara tiba-tiba.
"Saya melihat saudara perempuan saya terlempar dari kursinya ke udara, dan kepala ibu saya terbentur keras. Kami pikir kami akan mati saat itu. Sangat menakutkan hingga saya terus gemetar dan menangis," tuturnya.
Atas insiden ini, para pakar penerbangan kembali mengingatkan pentingnya untuk selalu mengenakan sabuk pengaman selama duduk di dalam pesawat, bahkan ketika lampu petunjuk sabuk pengaman telah dipadamkan.
(wiw)