Karhutla Meluas di Kaldera Bromo, Semua Akses Wisata Ditutup Total

CNN Indonesia
Sabtu, 08 Agu 2026 23:30 WIB
Kebakaran hutan kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur. (AFP/JUNI KRISWANTO)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Kehutanan melalui Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) resmi menutup total seluruh akses kunjungan wisata ke kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur.

Langkah darurat ini diambil akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian meluas di area Kaldera Bromo.

Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menyatakan bahwa kebijakan penutupan kawasan tersebut diberlakukan guna mendukung efektivitas pemadaman api di lapangan serta menjamin keselamatan seluruh pengunjung.

"Penutupan kawasan dilakukan demi efektivitas pemadaman api serta menjamin keamanan dan keselamatan pengunjung. Kebijakan ini resmi berlaku mulai Sabtu, 8 Agustus 2026 pukul 22.00 WIB hingga batas waktu yang belum ditentukan," terang Rudijanta dalam keterangan resminya, Sabtu (8/8) malam, seperti dilansir Antara.

Kebijakan penutupan ini berlaku secara menyeluruh di seluruh pintu masuk kawasan TNBTS yang tersebar di empat kabupaten di Jawa Timur:

* Kabupaten Probolinggo: Pintu masuk Cemorolawang
* Kabupaten Pasuruan: Pintu masuk Wonokitri
* Kabupaten Malang: Pintu masuk Jemplang dan Coban Trisula
* Kabupaten Lumajang: Pintu masuk Senduro

Bagi masyarakat atau wisatawan yang telah membeli tiket secara daring (online) selama periode penutupan, pihak pengelola menyediakan skema kompensasi berupa penjadwalan ulang (Reschedule) dan pengembalian dana (Refund).

Wisatawan yang ingin mengajukan reschedule maupun refund dapat mengisi formulir khusus yang telah disediakan oleh pengelola melalui administrator pada aplikasi pemesanan daring resmi TNBTS.

Balai Besar TNBTS mengimbau seluruh lapisan masyarakat, wisatawan, serta pelaku jasa pariwisata untuk mematuhi aturan ini dengan menghentikan sementara seluruh aktivitas di dalam kawasan.

Pihak pengelola juga meminta masyarakat dan pengunjung untuk aktif menjaga kawasan dari potensi kebakaran lanjutan, khususnya dengan meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap penggunaan api demi keselamatan bersama.

(wiw)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK