Alasan Kenapa Jendela Pesawat Harus Terbuka Saat Takeoff dan Landing

CNN Indonesia
Senin, 10 Agu 2026 18:30 WIB
ilustrasi cabin pesawat
Ilustrasi jendela terbuka di kabin pesawat. (iStockphoto/Edwin Tan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kamu mungkin pernah mengalami situasi ini: sudah duduk nyaman di kursi pesawat tepi jendela (window seat), menutup penutup jendela (window shade), dan siap memejamkan mata.

Namun, awak kabin tiba-tiba meminta kamu untuk membuka kembali penutup jendela hingga pesawat terbang aman di udara.

Aturan ini sekilas terdengar sepele dan sedikit mengganggu. Namun, ada alasan keselamatan krusial di balik prosedur tersebut yang sama sekali tidak berkaitan dengan urusan menikmati pemandangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat pesawat berada dekat dengan daratan, terutama pada fase lepas landas (takeoff) dan mendarat (landing), pilot memiliki waktu merespons yang jauh lebih terbatas jika terjadi keadaan darurat.

Pada fase ini, situasi di sekitar pesawat juga sangat sibuk dengan keberadaan lalu lintas udara lain, kendaraan darat, hingga potensi kendala di landasan pacu.

Oleh karena itu, maskapai penerbangan mewajibkan seluruh penumpang dan awak kabin untuk dapat memantau kondisi di luar pesawat.

Jika terjadi situasi abnormal, seperti kemunculan asap, percikan api di dekat mesin, penumpukan es di sayap, hingga masalah pada roda pesawat, penutup jendela yang terbuka memungkinkan penumpang atau pramugari menyadarinya secara cepat sebelum terlambat.

Alasan penting lainnya berkaitan dengan respon biologis mata manusia. Dalam situasi darurat, setiap detik sangatlah berharga. Mata manusia membutuhkan waktu beberapa detik untuk beradaptasi dari kondisi kabin yang temaram ke cahaya matahari yang silau di luar (atau sebaliknya saat malam hari).

Seperti dilansir Good Housekeeping, maskapai ingin memastikan mata para penumpang sudah beradaptasi dengan tingkat pencahayaan di luar sejak awal, bukan saat proses evakuasi darurat tengah berlangsung.

Selain itu, jendela yang terbuka juga memudahkan tim penyelamat dan petugas pemadam dari luar untuk melihat kondisi internal kabin maupun potensi bahaya di luar, seperti kobaran api, puing-puing, atau genangan air, sebelum pintu darurat dibuka.

Secara internasional, International Air Transport Association (IATA) merekomendasikan pembukaan penutup jendela saat lepas landas dan mendarat sebagai panduan keselamatan standar. Sebagian besar maskapai penerbangan internasional menerapkan aturan ini secara ketat.

Di Amerika Serikat, Lembaga Penerbangan Federal (FAA) sebenarnya tidak mewajibkan aturan ini secara hukum federal, melainkan menyerahkan kebijakan kepada masing-masing maskapai. Kendati demikian, sejumlah maskapai global kini telah menjadikannya sebagai prosedur operasional standar (SOP) resmi.

Jadi, saat pramugari meminta Anda membuka penutup jendela pada penerbangan berikutnya, hal itu bukan demi estetika pemandangan, melainkan demi memberikan keselamatan maksimal bagi seluruh penumpang di dalam pesawat.

(wiw)


[Gambas:Video CNN]